Sudah di Ujung Lidah, Tapi Tak Juga Ingat. Fenomena Apa Ini?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah terjebak di situasi ini: ada orang yang bertanya kepada Anda mengenai sesuatu hal yang jelas-jelas Anda tahu dengan pasti. Namun, seketika Anda lupa sebenarnya apa, sih, satu kata yang Anda cari itu? Yang Anda ingat hanyalah huruf awalnya adalah S dan terdiri dari beberapa suku kata. Anda juga ingat sepertinya ada huruf E dan R, tapi Anda tidak dapat mengingat dengan jelas kata apa yang sebenarnya sudah siap terucap di ujung lidah Anda tersebut.

Inilah yang dikenal dengan fenomena tip of the tongue, alias “ujung lidah”. Kenapa ini bisa terjadi?

Penyebab fenomena tip-of-the-tongue atau “di ujung lidah”

Tip-of-the-tongue adalah perasaan percaya diri bahwa seseorang tahu akan suatu kata, namun gagal untuk mengingatnya kembali (Schwartz, 1999, 2002). Kegagalan dalam mengucapkan suatu kata ini terjadi karena seseorang “dihalangi”, “diganggu”, dan “dicegah” untuk mengingat suatu kata. Namun, setelah banyak penelitian baru yang muncul, kegagalan dalam mengucapkan suatu kata ini terjadi karena adanya kegagalan seseorang dalam mengingat kembali kata yang ingin diucapkan. Pada beberapa kasus, ini terjadi akibat gangguan pada tahapan dalam lexical retrival, yaitu “tempat” penyimpanan kata dalam memori manusia (Gollan & Brown, 2006).

Fenomena ini normal dan umum terjadi karena menurut simpulan dari penelitian yang pernah dilakukan, melupakan kata yang sudah di ujung lidah terjadi setidaknya sekali dalam seminggu dalam kehidupan sehari-hari seorang manusia (James & Burke, 2000; Schwartz, 2002). Gollan & Acenas (2004) dan Golan dkk. (2005) menyatakan bahwa fenomena ini lebih sering dialami oleh para bilingual alias orang yang menguasai lebih dari satu bahasa, karena orang-orang yang bicara lebih dari satu bahasa cenderung mengetahui lebih banyak kata daripada orang yang hanya menguasai satu bahasa.

Penelitian yang pernah dilakukan soal fenomena top-of-the-tongue

Roger Brown dan David McNeill (1996) adalah peneliti pertama yang melakukan penelitian formal tentang hal ini. Dalam penelitiannya, Brown dan McNeill merekayasa para respondennya untuk merasakan tip of the tongue. Pertama-tama, peneliti memberikan arti dari kata yang jarang digunakan dalam bahasa Inggris (sampan, ambergris, nepotism) dan meminta responden untuk menyebutkan kata mana yang sesuai dengan arti yang sebelumnya telah disampaikan. Responden segera memberikan jawaban yang benar, dan ada juga responden yakin bahwa mereka tidak pernah mendengar kata-kata tersebut.

Selanjutnya, peneliti merekayasa adanya tip-of-the-tongue. Responden yang sebelumnya telah mengetahui arti kata dari masing-masing kata asing tersebut diminta untuk mengganti kata asing tersebut dengan kata lain yang memiliki pengucapan yang serupa. Seperti saat ada arti dari sampan yang diberikan, responden diminta untuk mencari kata lain yang pengucapannya serupa, seperti saipan, siam, Cheyenne, sarong, sanching, dan symphoon.

Hasilnya, responden memberikan jawaban kata lain yang cenderung serupa dari kata asing pertama yang mereka ketahui. Sebanyak 49% dalam peneitian, responden memilih kata dengan kesamaan huruf pertama, dan sebanyak 48% memilih huruf dengan banyak suku kata yang sama dengan kata asing pertama.

Hal ini menjelaskan bahwa saat Anda dilanda dengan tip-of-the-tongue, Anda dapat mengidentifikasikan kata yang ingin Anda ucapkan. Ciri yang terpikirkan oleh Anda, seperti huruf pertama atau jumlah suku kata, cenderung benar dengan huruf yang ingin Anda ucapkan. Selain itu, Anda juga cenderung untuk mengganti kata yang tidak terpikirkan itu dengan kata lain yang cenderung sama pengucapannya.

Gollan & Acenas (2004) dan Golan & Brown (2006) juga menyatakan bahwa orang yang menguasai lebih dari satu bahasa kadang menggantikan kata yang ingin diucapkan ke bahasa lain yang ia kuasai.

Jadi…

Seperti yang diungkapkan di atas, tidak perlu malu jika Anda melupakan suata kata atau nama yang sudah ada di ujung lidah, karena fenomena ini adalah yang normal terjadi pada manusia, bahkan lebih sering terjadi dibandingkan fenomena déjà vu yang biasanya dirasakan hanya satu hingga dua kali dalam hidup seseorang (Brown, 2004). Tetap terbuka jika Anda sebenarnya mengetahui istilah-istilah penting, yang tidak boleh adalah bilang paham, namun sebenarnya tidak, setuju?

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Dari Mana Datangnya Intuisi? Dan Kenapa Harus Kita Turuti?

    Setiap orang memiliki intuisi, sebagian mempercayai intuisinya dan sebagian lagi tidak. Sebenarnya, apa itu intuisi? Dan kenapa kita perlu mengikutinya?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

    Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

    Saat memilih bra, Anda mungkin bimbang antara bra kawat atau bra biasa tanpa kawat. Yuk, simak pertimbangan dari para ahli berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Apa Bedanya Eksim Basah dan Eksim Kering?

    Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang membuat kulit gatal, memerah, dan pecah-pecah. Lantas, apa bedanya eksim kering dan eksim basah?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Kesehatan Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

    Yang Perlu Ortu Lakukan Saat Memergoki Anak Masturbasi

    Mengetahui anak Anda melakukan masturbasi mungkin akan menimbulkan rasa kaget pada orang tua. Lalu bagaimana sebaiknya orang tua menyikapi hal tersebut?

    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Parenting, Tips Parenting 8 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    KDRT konflik rumah tangga

    Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
    tips menghindari perceraian

    7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    alergi bawang putih

    Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
    bahaya cyber bullying

    Benarkah Bahaya Cyber Bullying Bisa Memicu Bunuh Diri?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
    Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit