Benarkah Sistem Imun Memengaruhi Kehidupan Sosial Kita?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 24/09/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap orang pasti pernah melalui hari-hari atau saat di mana Anda sedang merasa tidak tertarik untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain. Rasa enggan untuk bersosialisasi ini bisa terjadi baik pada orang yang memiliki kepribadian introvert atau bahkan ekstrovert. Terkadang, kondisi ini bisa muncul tanpa Anda ketahui sebabnya. Jika ada yang bertanya, mungkin jawaban yang Anda berikan adalah, “Lagi malas saja.”

Para peneliti berusaha untuk menemukan jawaban dari keengganan yang seolah muncul tiba-tiba ini. Tak disangka-sangka, sistem kekebalan tubuh atau imun Anda ternyata bisa menjadi salah satu penyebabnya. Ketika sistem kekebalan tubuh Anda melemah, Anda kemungkinan jadi lebih menarik diri dari lingkungan sekitar. Untuk mencari tahu bagaimana hubungan antara sistem imun dengan kecenderungan sosial Anda, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Memahami sistem kekebalan tubuh

Di samping sistem saraf manusia, sistem kekebalan tubuh termasuk salah satu mekanisme yang sangat rumit dalam tubuh Anda. Sistem kekebalan tubuh manusia terdiri dari jutaan organ, sel, dan protein yang bertugas untuk melindungi tubuh terhadap serangan patogen baik dari luar maupun dari dalam tubuh Anda sendiri. Patogen yang dimaksud adalah organisme atau virus yang bisa menimbulkan penyakit.

Dahulu, para ahli mengira bahwa otak merupakan organ khusus yang terpisah dari bagian tubuh lainnya. Ini berarti sistem imun atau kekebalan tubuh tidak bertugas untuk melindungi otak. Otak dianggap memiliki perlindungan sendiri berupa jaringan-jaringan pembuluh yang akan menepis berbagai gangguan pada organ ini.

Ternyata, penelitian terbaru menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh sangat erat kaitannya dengan otak. Sistem saraf pusat yang terletak pada otak diketahui memiliki sistem limfatik yang mengandung pembuluh limfa. Pada pembuluh limfa ini ditemukan sel-sel imun. Dari penemuan ini, para ilmuwan pun memepelajari bagaimana sistem imun memengaruhi kerja otak dan pola perilaku seseorang.

Sistem imun dan kecenderungan sosial

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh para pakar sistem saraf di University of Massachusetts Medical School dan University of Virginia, disebutkan bahwa hasrat atau kecenderungan seseorang untuk bersosialisasi mungkin saja dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh yang terdapat di sistem saraf pusat. Penelitian ini dilaksanakan melalui sebuah uji laboratorium terhadap tikus.

Untuk melawan patogen, sel limfe akan melepaskan sebuah molekul protein yang membentuk sistem imun bernama interferon gamma. Untuk menguji pengaruh molekul ini terhadap pola perilaku tikus, para peneliti menyumbat saluran protein interferon gamma. Ketika tersumbat, tikus yang menjadi subjek penelitian menunjukkan perilaku hiperaktif dan menjadi tidak tertarik untuk bersosialisasi atau bergabung dengan tikus-tikus lainnya. Saat peneliti membuka kembali saluran tersebut, tikus itu pun kembali menunjukkan perilaku yang normal dan mau bersosialisasi lagi.

Bagaimana dengan manusia?

Saat ini memang belum ada penelitian yang mempelajari sistem imun dan dampaknya terhadap kecenderungan sosial seseorang. Namun, ahli saraf di seluruh dunia telah berhasil melihat kemiripan antara struktur otak tikus dengan manusia. Selain itu, para peneliti yang menerbitkan studinya dalam jurnal internasional Nature ini berpendapat bahwa seperti halnya tikus, manusia juga merupakan makhluk sosial. Untuk bertahan hidup, manusia perlu bersosialiasi. Inilah mengapa tubuh mengembangkan daya tahan tersendiri yang bisa menangkal penularan virus, bakteri, dan penyakit yang mungkin dibawa oleh orang lain.

Seperti yang dilaporkan oleh MNN, Jonathan Kipnis sebagai salah seorang kepala penelitian ini mengungkapkan bahwa tubuh manusia senantiasa menjadi medan pertempuran antara patogen dan sistem kekebalan tubuh. Maka, sebagian kepribadian Anda bisa saja dipengaruhi oleh sistem kekebalan tubuh.  

Lagipula, berbagai gangguan sistem saraf yang menyebabkan masalah pada pola bersosialisasi seperti autisme, dementia, dan penyakit skizofrenia memang menunjukkan sistem kekebalan tubuh yang lemah pada tubuh penderitanya. Banyak juga penelitian yang sudah membuktikan bahwa kebahagiaan seseorang sangat bergantung pada kondisi kesehatannya secara keseluruhan. Berarti, bisa disimpulkan bahwa pola perilaku (termasuk kecenderungan bersosialisasi) yang diatur oleh sistem saraf pusat pada otak sangat erat kaitannya dengan kekebalan tubuh seseorang.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

    Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

    Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    manfaat bersepeda

    Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    penyebab cantengan; kuku cantengan

    Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    anak disunat

    Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit