Perut Malah Sakit Setelah Buang Air Besar, Apa Sebabnya?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Buang air besar (BAB) seharusnya membuat perut terasa lega. Namun, perut terkadang masih terasa mulas dan sakit beberapa saat setelah BAB. Anda mungkin tak perlu khawatir jika kondisi ini hanya terjadi sesekali dan sifatnya ringan. Namun, bagaimana jika sering mengalaminya?

Apa penyebab sakit perut setelah BAB?

pengobatan gagal hati

Perut terdiri atas berbagai organ dan saluran yang terlibat dalam sistem pencernaan. Rasa sakit yang Anda alami merupakan gejala yang sangat umum. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Jika Anda kerap merasakan perut sakit setelah BAB, cobalah ingat lagi gejala lain apa yang Anda rasakan.

1. Sakit perut dalam waktu lama

Sakit perut yang ringan atau muncul dalam waktu singkat biasanya akan hilang dengan sendirinya tanpa menimbulkan bahaya.

Jenis sakit perut yang perlu Anda waspadai adalah yang muncul tiba-tiba dengan intensitas parah pada area tertentu.

Rasa sakit pada bagian bawah perut bisa menandakan adanya masalah pada usus. Nyeri pada bagian atas perut bisa menjadi gejala dari gangguan hati dan empedu.

Sementara rasa sakit pada bagian tengah perut dapat muncul akibat penyakit pada lambung.

2. Sakit perut disertai kembung

Gas terbentuk secara alamiah di dalam usus dan saluran pencernaan. Produksi gas berlebih atau gas yang menumpuk dapat membuat perut terasa tertekan, kembung, penuh, atau terasa sakit setelah BAB.

Sakit perut akibat gas memiliki gejala, seperti:

  • Rasa sakit hilang timbul setiap beberapa menit
  • Terasa sesuatu yang bergerak dalam perut
  • Perut tampak kembung
  • Sendawa atau buang angin
  • Anda mengalami diare atau sembelit

3. Diare atau muntaber

Sakit perut mendadak setelah BAB disertai diare bisa jadi gejala dari penyakit muntaber (gastroenteritis).

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus pada saluran pencernaan akibat mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Muntaber biasanya akan hilang setelah beberapa hari, tapi gejalanya masih dapat muncul selama pemulihan.

Anda pun berisiko mengalami dehidrasi akibat diare berulang kali. Cegahlah dengan mengonsumsi makanan lembut dan cairan yang cukup hingga gejala membaik.

irritable bowel syndrome

4. Irritable bowel syndrome (IBS)

Rasa sakit yang muncul pada perut setelah BAB bisa jadi tanda Anda terkena IBS, meski tidak selalu. Gejala lain yang menyertai IBS di antaranya:

  • Kram, biasanya pada bagian bawah atau seluruh perut
  • Rasa mulas yang muncul dengan cepat, sering kali disertai diare
  • Sembelit
  • Tidak bisa makan makanan jenis tertentu
  • Perut sering kembung
  • Rasa lelah dan sulit tidur

IBS tidak dapat disembuhkan dengan cepat, tapi Anda dapat mengatasi gejalanya dengan beberapa cara. Misalnya mengubah pola makan dan gaya hidup, mengonsumsi obat, atau terapi.

5. Otot perut tegang

Otot perut terhubung dengan berbagai otot lainnya pada tubuh. Saat otot sekitar perut mengalami nyeri, kejang, atau trauma ringan, otot perut pun dapat terkena dampaknya.

Salah satu efek yang Anda rasakan adalah sakit perut setelah BAB.

Rasa sakit akibat otot perut yang tegang dapat berkurang dengan pijatan lembut dan istirahat. Anda juga bisa menggunakan kompres hangat ataupun dingin.

Periksakan diri Anda ke dokter bila rasa sakit yang Anda rasakan diperut akibat otot tegang tidak berkurang setelah beberapa hari.

Bagaimana saya tahu kalau ini sakit perut biasa?

Rasa sakit pada bagian tubuh umumnya menandakan suatu masalah kesehatan, begitu pula dengan perut yang terasa nyeri usai BAB. Bedakan mulas yang timbul secara alamiah dengan nyeri perut yang menandakan penyakit.

Rasa mulas alamiah umumnya hanya terjadi sesekali dalam sehari dan akan hilang begitu Anda selesai BAB. Sementara itu, sakit perut tanda penyakit dapat muncul berulang kali disertai gejala lain, termasuk diare, mual, muntah, dan sebagainya.

Jangan abaikan gejala yang Anda alami, sebab gangguan kesehatan pada sistem pencernaan sering kali sulit dideteksi.

Penyakit yang lebih serius seperti IBS bahkan bisa bertambah parah karena penderita terlambat dalam mengenali gejalanya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca