Serba-serbi Oogenesis, Proses Pembentukan Sel Telur Wanita

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Sebelum sel telur matang dan siap dibuahi, dibutuhkan serangkaian proses panjang yang harus ditempuh. Proses inilah yang disebut dengan oogenesis. Bisa dikatakan, oogenesis adalah tahapan awal dari serangkaian proses reproduksi pada wanita. Secara umum, oogenesis hampir mirip dengan spermatogenesis. Simak penjelasan lengkap tentang oogenis hingga proses terjadinya ovulasi di bawah ini.

Apa itu oogenesis?

Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur (ovum) pada wanita, yang terjadi di dalam ovarium (indung telur). Ovarium yang ada di embrio memiliki sekitar 600 ribu sel oogonium atau sel induk telur. Sembilan minggu setelah proses pembuahan terjadi, ternyata janin juga sudah mulai memproduksi sel telur. Saat janin bayi perempuan berusia 5 bulan, oogonium memperbanyak diri dengan cara mitosis hingga jumlahnya mencapai lebih dari 7 juta oosit primer. Sayangnya, jumlah oosit primer yang banyak ini akan terus berkurang sampai janin lahir.

Dari semulanya berjumlah lebih dari 7 juta oosit primer, semenjak dilahirkan oosit primer hanya tersisa sekitar 1 sampai 2 juta saja. Sel-sel telur ini juga akan berhenti berkembang sementara sampai Anda memasuki usia pubertas. Nah, setelah masa pubertas inilah oogonium akan aktif bekerja lagi mengikuti siklus menstruasi Anda.

Dari 2 juta oosit primer yang ada hanya sekitar 400 ratus saja yang bisa bertahan hingga menjadi folikel matang. Folikel matang sendiri adalah kantong kecil yang memiliki dinding sel dan di dalamnya terdapat satu sel telur. Sel telur ini yang kemudian akan dilepaskan selama masa reproduksi. Perlu dipahami bahwa seiring bertambahnya usia Anda, maka kualitas serta kuantitas ovum yang tersisa akan semakin mengalami penurunan. Hal ini adalah normal.

Tahapan oogenesis di ovarium

Oogenesis dimulai dengan adanya mitosis dan meiosis. Mitosis adalah proses pembelahan sel yang menghasilkan dua gamet (sel anak) yang identik. Sementara itu, meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan empat gamet, yang masing-masingnya memiliki jumlah kromosom setengah dari sel induknya.

Oogonium atau sel induk telur akan matang dan bermitosis menjadi oosit primer. Oosit primer sendiri nantinya akan bermieosis menjadi dua bagian menghasilkan oosit sekunder. Berbeda dengan proses spermatogenesis, pembelahan meiosis pertama pada proses oogenesis mengalami perkembangan sitoplasma (bagian sel) yang tidak seimbang.

Akibatnya, ada satu oosit yang memiliki banyak sitoplasma, sedangkan oosit lainnya tidak memiliki sitoplasma. Oosit yang memiliki banyak sitoplasma berukuran lebih besar daripada oosit yang tidak mempunyai sitoplasma. Nah, oosit yang lebih kecil inilah yang disebut dengan badan polar pertama.

Setelah itu, oosit sekunder yang berukuran lebih besar akan mengalami pembelahan meiosis kedua yang menghasilkan ootid. Badan polar pertama juga akan membelah menjadi dua badan polar kedua. Ootid ini akan berkembang menjadi ovum apabila bertemu dengan spermatozoa alias sel sperma. Proses ini nantinya akan mengalami degenerasi atau perubahan. Jika setelah degenerasi ootid tidak bertemu dengan sel sperma dan pembuahan tidak terjadi, maka siklus oogenesis terulang kembali dan Anda juga akan mengalami menstruasi.

Memahami proses ovulasi wanita

mitos tentang ovulasi

Ketika ovum dan inti nukleus sudah siap melebur menjadi satu, maka sel telur akan matang dan bersiap untuk dikeluarkan. Peristiwa pengeluaran sel telur inilah yang disebut dengan ovulasi. Ovulasi ini terjadi setiap bulan. Ketika seorang wanita mengalami ovulasi, maka hanya akan ada satu sel telur saja yang matang.

Ada beberapa tahapan ovulasi yang perlu Anda ketahui, di antaranya:

  1. Periovulatori. Ini adalah tahapan ketika lapisan sel-sel telur mulai dilapisi dengan lendir dan bersiap untuk bergerak keluar menuju rahim. Di sisi lain, rahim pun sudah mempersiapkan diri untuk menerima telur, sehingga dinding-dindingnya akan menebal.
  2. Ovulasi. Pada tahap ini, ada enzim khusus yang dimiliki tubuh untuk membentuk lubang agar memudahkan sel telur bergerak melalui tuba falopi, yaitu saluran yang menghubungkan indung telur ke rahim. Telur yang matang akan masuk ke dalam saluran tersebut dan melewatinya hingga mencapai rahim. Dalam tahap ini, biasanya terjadi pembuahan. Pembuahan (pertemuan sel telur dan sel sperma) terjadi di tuba falopi dan dapat berlangsung sekitar 24 hingga 48 jam.
  3. Postovulatori. Jika telur berhasil dibuahi oleh sperma, telur itu akan langsung ditanam tubuh di dinding-dinding rahim dengan bantuan Luteinizing hormon (LH). Akan tetapi jika pembuahan tidak terjadi, maka telur dan dinding rahim yang sudah menebal ini akan meluruh. Dinding rahim sendiri dipenuhi dengan pembuluh-pembuluh darah, sehingga jika dinding tersebut meluruh akan keluar darah dari vagina. Nah, saat inilah Anda mengalami menstruasi alias datang bulan.

Berbagai hormon yang memengaruhi ovulasi

Pada proses ovulasi, hormon reproduksi yang dikenal sebagai hormon GnRH dilepaskan dari hipotalamus otak. Hormon ini bertugas untuk merangsang pelepasan dua hormon reproduksi utama lainnya seperti Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan hormon luteinizing (LH) dari kelenjar pituitari di otak. FSH berfungsi untuk menstimulasi pematangan folikel di ovarium. Sementara itu LH bertugas untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron, yang keduanya memicu ovulasi. Hormon estrogen dan progesteron juga menyebabkan dinding rahim menjadi tebal untuk menciptakan tempat perkembangan sel telur yang sudah dibuahi.

Sel telur akan memilih sperma mana yang boleh mencapainya

Sel telur sering digambarkan sebagai ‘pemain’ pasif yang hanya menunggu sperma pertama datang dan masuk ke dalamnya. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa sel telur memiliki peran yang jauh lebih besar dari perkiraan tersebut karena sel telur ternyata cukup pemilih.

Ya, sel telur sebenarnya akan memilih sperma mana yang boleh memasukinya. Studi ini juga menunjukkan bahwa sel telur akan menjerat sperma yang sudah dipilihnya di permukaan mereka. Akibatnya, sperma tidak memiliki pilihan lain. Saat sperma yang sudah terpilih masuk ke dalamnya, lapisan luar sel telur akan mengeras untuk mencegah sperma lain memasukinya. Nah, di saat inilah satu sel sperma akan bertemu dengan sel telur, atau dikenal dengan terjadinya proses pembuahan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca