Pola Makan Vegetarian: Jenis, Manfaat, dan Pertimbangan Kesehatannya

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16/03/2018
Bagikan sekarang

Saat ini ada banyak sekali jenis pola makan (diet) yang bisa Anda jalani. Salah satunya yaitu vegetarian. Vegetarian adalah pola makan yang hanya terdiri dari sumber makanan nabati. Tertarik untuk menjalani pola makan ini? Simak dulu informasi lengkap berikut.

Apa itu vegetarian?

Seorang vegetarian adalah mereka yang menjalani pola makan dengan hanya mengonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan seperti gandum, kacang polong, biji-bijian, kacang-kacangan, jamur, ragi, buah-buahan, dan sayuran.

Berdasarkan Himpunan Vegetarian, diet vegetarian biasanya merupakan diet yang menghindari makanan yang berasal dari hewan (daging sapi, unggas, ikan, dan kerang). Akan tetapi, pola makan vegetarian sendiri masih dibagi jadi beberapa jenis. Maka, ketentuan dan pantangannya pun berbeda-beda tergantung pada jenisnya.

Jenis-jenis vegetarian

Sebenarnya ada banyak jenis vegetarian, tapi ada 4 jenis yang paling banyak ditemukan, yaitu:

  • Lacto-ovo vegetarian: Vegetarian yang tidak memakan daging hewan, tapi tetap mengonsumsi produk dairy (berasal dari susu) dan telur. Dalam bahasa Latin, lacto berarti susu, dan ovo berarti telur. Jadi, lacto-ovo vegetarian masih makan keju, mentega, yogurt, dan es krim.
  • Lacto vegetarian: Vegetarian yang tidak memakan daging dan telur, tetapi tetap mengonsumsi produk dairy (susu).
  • Ovo vegetarian: Vegetarian yang tidak mengonsumsi daging dan produk dairy (susu), tetapi boleh memakan telur.
  • Vegan: Merupakan vegetarian yang benar-benar tidak mengonsumsi semua produk makanan yang berasal dari hewan, termasuk madu, gelatin, dan sarang burung walet.

Selain itu, terdapat juga jenis diet peskatarian, yaitu tidak mengonsumsi segala jenis produk hewani kecuali ikan dan diet flexitarian, yaitu diet yang memperbolehkan konsumsi produk hewani pada waktu atau periode tertentu. Dua tipe diet ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang baru beralih menjadi vegetarian, atau orang-orang memiliki masalah kesehatan sehingga harus mengonsumsi protein dan gizi dari sumber hewani.

Apakah menjadi vegetarian lebih sehat?

Vegetarian adalah pola makan yang bisa mendatangkan manfaat kesehatan. Akan tetapi, untuk menjawab apakah menjadi vegetarian membuat Anda lebih sehat, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Di antaranya adalah pilihan sumber makanan Anda. Selama Anda tetap memenuhi semua kebutuhan zat gizi secara seimbang, sejumlah penelitian telah membuktikan bahwa seorang vegetarian punya peluang menjadi lebih sehat daripada mereka yang tidak vegetarian.

Secara umum, berikut adalah beberapa manfaat menjadi seorang vegetarian.

  • Peningkatan kesehatan secara keseluruhan.
  • Berat badan lebih terkendali, karena vegetarian biasanya memiliki berat bedan yang lebih ideal dibandingkan orang yang mengonsumsi jenis makanan apa pun.
  • Penurunan risiko penyakit seperti kanker prostat, kanker usus besar, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.

Yang perlu diperhatikan bagi seorang vegetarian

Meskipun secara umum pola makan vegetarian adalah pilihan yang bijak bagi kesehatan, Anda juga tetap harus memikirkan beberapa konsekuensi tidak mengonsumsi makanan hewani. Salah satunya adalah kekurangan beragam zat gizi penting yang sayangnya memang hanya bisa ditemukan pada daging, atau jumlahnya sangat sedikit pada sumber makanan nabati.

Kebanyakan vegetarian didiagnosis menderita kekurangan zat besi, kalsium, vitamin D, vitamin B12, protein, dan asam lemak omega-3. Vegetarian dapat melengkapi kebutuhan nutrisi ini dengan mengonsumsi suplemen nutrisi tersebut.

Selain itu, Anda juga perlu mempertimbangkan dan memutar otak untuk menyiasati terbatasnya sumber makanan. Jangan sampai karena tidak boleh mengonsumsi makanan hewani, Anda tidak memvariasikan makanan Anda sehari-hari dan hanya mau makan yang itu-itu saja. Sebagai tambahan, para vegetarian umumnya harus meluangkan waktu lebih banyak dalam mengatur pola makan karena harus mempersiapkan makanan dan berhati-hati dalam menentukan jenis makanan yang akan dibeli.

Hello Health Group tidak menyediakan saran, diagnosis, maupun perawatan medis.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Buah Selain Kurma yang Baik untuk Berbuka Puasa

Kurma bukan satu-satunya buah yang baik dimakan saat berbuka puasa. Lihat berbagai pilihan lainnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Monika Nanda
Hari Raya, Ramadan 14/05/2020

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Antiseptik mampu memusnahkan atau menghambat perkembangan bakteri pada jaringan hidup. Yuk, baca 5 fungsi antiseptik cair untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro

Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Baru-baru ini masyarakat dikejutkan dengan foto Adele yang terlihat langsing di akun Instagramnya. Nyatanya, penyanyi terkenal ini menjalani sirtfood diet.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

7 Cara Menjaga Tubuh Agar Tetap Fit Saat Puasa

Jangan sampai karena puasa Anda jadi lemas, lesu, dan mudah sakit. Simak rutinitas yang bisa dilakukan agar tetap fit saat puasa.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hari Raya, Ramadan 09/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
makanan lebaran sehat

3 Rumus Menjalani Lebaran Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020