7 Tipe Orang yang Lebih Berisiko Mengalami Kecanduan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Jika seseorang mengalami ketagihan atau kecanduan, itu artinya mereka telah kehilangan kendali akan apa yang mereka lakukan, hingga ia melakukan hal tersebut secara berlebihan atau bahkan sampai taraf membahayakan.

Apa yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami ketagihan?

Munculnya rasa ketagihan dapat berasal dari berbagai hal, mulai dari zat yang menimbulkan efek ketergantungan seperti alkohol dan rokok, hingga kebiasaan seperti berjudi, penggunaan gadget, bermain video games, aktivitas seksual, hingga olahraga.

Proses munculnya kecanduan pada seseorang merupakan sesuatu yang rumit. Namun, terdapat karakteristik tertentu yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami ketagihan, di antaranya:

1. Faktor genetik dalam keluarga

Faktor genetik pada seseorang menuntukan bagaimana mereka berperilaku dan merespon suatu hal yang berpotensi menimbulkan efek ketagihan. Sehingga, jika seseorang dilahirkan dari orang tua yang memiliki riwayat seperti alkoholisme, risiko mereka untuk juga mengalami ketagihan alkohol akan meningkat.

Meskipun demikian, orang yang memiliki faktor genetik masih bisa menghindari ketagihan dengan cara meminimalisir paparan terhadap substansi atau perilaku yang dapat menimbulkan ketagihan.

2. Pernah mengalami ketagihan pada usia muda

Otak pada usia muda, seperti pada remaja dan anak-anak, masih dalam masa perkembangan. Namun, hal tersebut menyebabkan mereka untuk mencoba hal baru dan mengambil risiko, karena otak mereka belum memiliki bagian yang sempurna untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan risiko yang dilakukan.

Hal tersebut juga menyebabkan ketergantungan di usia muda, seperti ketagihan rokok atau alkohol, menyebabkan mereka lebih mungkin mengalami ketergantungan lagi pada usia dewasa. Hal ini diperkuat dengan data dari National Institute on Alcohol and Drug Abuse di Amerika yang menunjukan 40% individu yang sudah mencoba konsumsi alkohol saat di bawah usia 15 tahun akan menjadi seorang alkoholik pada usia dewasa.

Selain itu, memiliki salah satu jenis kecanduan juga dapat memicu ketagihan lainnya. Misalnya, orang yang kecanduan rokok akan lebih mudah mengalami ketagihan alkohol di kemudian hari.

3. Memiliki kebiasaan tidak menyelesaikan masalah

Melarikan diri dari masalah tanpa berusaha menyelesaikannya merupakan salah satu penyebab seseorang untuk melakukan perilaku berisiko, seperti merokok dan mengonsumsi alkohol, yang mereka anggap dapat menenangkan dan melupakan masalah mereka. Terlebih lagi, hal tersebut dapat menimbulkan depresi dan kecemasan yang dapat memperburuk suatu ketagihan atau memicu timbulnya ketagihan yang baru.

4. Tinggal di lingkungan keluarga yang bermasalah

Orang tua yang mengalami ketergantungan obat-obatan dan alkohol merupakan salah satu penyebab munculnya disfungsi dalam keluarga, karena akan memicu kekerasan dan suasan keluarga yang tidak kondusif. Lingkungan tersebut juga meningkatkan risiko untuk anak-anak mereka mengalami ketergantungan obat-obatan dan alkoho,l karena dampak psikologis yang dialami seperti kecemasan dan merasa rendah diri.

Selain itu, dampak trauma pada masa kecil juga dapat mempengaruhi susunan kimia otak yang berperan dalam pembentukan perilaku seseorang, sehingga menyebabkan mereka lebih mudah memiliki perilaku ketergantungan.

5. Memiliki riwayat gangguan mental

Individu dengan gangguan mental seperti trauma, gangguan kecemasan, depresi, dan gangguan bipolar cenderung memiliki kemampuan yang buruk untuk menangani stres. Akibatnya, mereka cenderung tidak dapat berpikir panjang dan malah dikendalikan oleh emosi, sehingga lebih berisiko untuk mencoba substansi dan aktivitas yang dapat menimbulkan ketergantungan.

6. Memiliki sifat impulsif

Adanya sifat impulsif menyebabkan seseorang cenderung tidak berpikir panjang akan apa yang dilakukan. Hal ini merupakan sifat yang meningkatkan risiko untuk seseorang mengalami ketagihan, karena saat merasakan suatu keinginan, mereka akan langsung melakukannya tanpa pikir-pikir dulu. Ini dapat berkembang menjadi kebiasaan dan perilaku ketergantungan.

7. Selalu menginginkan sensasi tertentu

Rasa senang yang muncul sebagai reaksi kimia otak akibat peningkatan hormon dopamine, merupakan suatu hal yang dicari seseorang yang mengalami ketagihan. Seseorang yang mudah mengalami ketagihan cenderung merasakan sensasi peningkatan dopamine yang paling kuat ketika mereka mencoba hal yang memicunya untuk pertama kalinya.

Perilaku ketagihan merupakan mekanisme yang mendorong seseorang merasakan sensasi tersebut kembali, namun di saat yang sama, hal tersebut memicu efek toleransi sehingga seseorang membutuhkan jumlah atau intensitas yang lebih untuk merasakan sensasi tersebut.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca