Resistensi Antibiotik: Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 7 April 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda pernah mengonsumsi antibiotik sebagai salah satu pengobatan untuk mengatasi sebuah penyakit. Namun apa yang terjadi bila antibiotik tidak dapat berfungsi dalam tubuh? Hal ini mungkin terjadi apabila Anda mengalami resistensi antibiotik. Bakteri dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit dan jika antibiotik tidak dapat mencegah pertumbuhan bakteri dalam tubuh, Anda berada dalam kondisi berbahaya.

Penyebab Anda mengalami resistensi antibiotik

Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention), infeksi yang disebabkan bakteri yang resisten terhadap antibiotik sulit bahkan terkadang mustahil untuk disembuhkan. Pengidap resistensi antibiotik yang mengalami infeksi seringkali membutuhkan durasi tinggal di rumah sakit lebih lama, kunjungan dokter berkelanjutan, dan pengobatan alternatif yang memakan biaya cukup tinggi.

Resistensi antibiotik bukan berarti tubuh kebal terhadap antibiotik, tetapi jenis bakteri tertentu menjadi resisten atau kebal terhadap antibiotik yang dirancang untuk membunuh mereka.

Karena resistensi antibiotik berbahaya, Anda perlu menghindarinya dengan tahu apa saja penyebabnya. Berikut beberapa di antaranya:

Pemberian antibiotik secara berlebihan

tubuh sudah kebal antibiotik

Terlalu berlebihan menggunakan antibiotik dalam upaya mengatasi sebuah infeksi atau penyakit merupakan penyebab resistensi antibiotik utama yang sering ditemukan. Penting untuk Anda ketahui bahwa antibiotik digunakan ketika benar-benar dibutuhkan.

Semakin sering Anda mengonsumsi antibiotik, semakin besar kemungkinan bakteri menjadi resisten. Artinya, antibiotik tidak akan lagi mampu mengatasi jenis bakteri tertentu di kemudian hari.

Salah satu contoh pemberian antibiotik yang berlebihan adalah ketika Anda mengalami pilek, antibiotik tidak diperlukan jika disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Akan tetapi, antibiotik masih sering digunakan untuk mengatasi pilek.

Kurang menjaga kebersihan

debu dalam rumah

Menjaga kebersihan penting untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk dalam upaya mencegah berkembangnya bakteri yang memiliki sifat resisten. Sayangnya, tidak semua orang dapat melakukan hal ini.

Padahal, dengan kebiasaan sederhana seperti rutin mencuci tangan dengan benar dapat membantu mencegah penyebaran bakteri yang resisten terhadap antibiotik.

Mutasi atau bakteri resisten secara alami

Bakteri dapat resisten terhadap antibiotik secara alami dan mengonsumsi antibiotik dapat membuat bakteri semakin kebal. Hal ini terjadi karena:

  • Proses resistensi terjadi akibat dipicu oleh antibiotik
  • Menerima gen resistensi dari bakteri lain

Sulit memang untuk mencegah resistensi antibiotik yang disebabkan proses alami ini.

Selain ketiga hal di atas, resistensi antibiotik juga mungkin disebabkan oleh:

  • Pasien tidak menuntaskan pengobatan
  • Rumah sakit dan klinik kurang mengontrol penyebaran infeksi
  • Kurangnya pengembangan jenis antibiotik baru

Mencegah dan mengontrol resistensi antibiotik

Antibiotik

Semua orang sebenarnya tidak dapat sepenuhnya menghindari risiko resistensi antibiotik, tetapi beberapa orang lebih rentan mengalami masalah ini. Contohnya jika memiliki penyakit kronis. Jika antibiotik sudah tidak efektif, Anda akan sulit mengatasi infeksi dan mengontrol ancaman berbagai macam penyakit.

Dilansir dari laman resmi World Health Organization, Anda dapat melakukan upaya pencegahan penyebaran dengan cara:

  • Hanya menggunakan antibiotik ketika direkomendasikan oleh ahli medis profesional
  • Tidak perlu meminta antibiotik ketika Anda tidak dianjurkan
  • Selalu patuhi anjuran ahli medis dalam menggunakan antibiotik
  • Jangan pernah berbagi atau mengonsumsi antibiotik sisa
  • Cegah infeksi dengan rutin mencuci tangan, menjaga jarak dengan orang sakit, dan mendapat vaksin terbaru.
  • Menyiapkan makanan dengan higienis dan memilih makanan yang tumbuh/diproduksi tanpa penggunaan antibiotik.

Resistensi antibiotik mengalami peningkatan di semua bagian dunia. Lakukan upaya pencegahan seperti yang direkomendasikan WHO agar Anda tidak memiliki resistensi antibiotik sekaligus mencegah penyebarannya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Minum Antibiotik

Bagaimana sebenarnnya penggunaan antibiotik yang baik dan benar? Berikut beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat sedang minum antibiotik.

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Bolehkah Menebus Resep Obat Antibiotik yang Sama Berulang Kali?

Obat antibiotik bukanlah "obat dewa" yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Ada aturan minum antibiotik yang aman untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kencing

Antibiotik adalah pilihan pertama untuk obat infeksi saluran kencing. Akan tetapi, dari sekian banyak jenis antibiotik yang ada, apa saja yang digunakan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Urologi, Urologi Lainnya 7 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Ragam Obat dan Pengobatan untuk Mengatasi Anyang-anyangan

Anyang-anyangan bikin kita harus bolak-balik ke WC sehingga jadi tidak nyaman beraktivitas. Psstt... Intip di sini pilihan obat anyang-anyangan yang ampuh!

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat kusta

Daftar Obat Kusta yang Kerap Diresepkan Dokter

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit
minum antibiotik saat hamil

Amankah Minum Antibiotik Saat Hamil? Ini Penjelasannya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 3 menit
antibiotik untuk jerawat

Daftar Antibiotik yang Ampuh untuk Mengobati Jerawat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 1 November 2020 . Waktu baca 7 menit
alergi obat antibiotik

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit