6 Penyebab Kadar Hemoglobin Dalam Darah Melonjak

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Mungkin Anda baru saja melakukan tes darah lengkap. Di dalam hasil tersebut, disebutkan jika kadar hemoglobin Anda cukup tinggi. Sebenarnya, ada banyak hal yang bisa memengaruhi kadar hemoglobin dalam tubuh. Nah, supaya jelas berikut berbagai penyebab hemoglobin tinggi.

Apa fungsi hemoglobin?

Sebelum mengetahui mengapa kadar hemoglobin tinggi, ada baiknya jika Anda memahami fungsi hemoglobin terlebih dahulu. Hemoglobin adalah molekul protein yang terdapat pada sel darah merah. Molekul ini bertugas untuk mengikat oksigen dari paru-paru menuju ke seluruh jaringan tubuh dan kembali membawa karbon dioksida dari jaringan-jaringan tersebut ke paru-paru.

Hemoglobin juga berperan penting dalam menjaga bentuk dari sel darah merah. Bentuk sel darah merah hampir mirip dengan donat, yaitu bulat dan pipih di bagian tengah, tapi tidak punya lubang di tengahnya. Struktur hemoglobin yang tidak normal dapat mengubah bentuk sel darah merah dan menghambat fungsi dan alirannya pada pembuluh darah.

Kadar hemoglobin tinggi atau rendah mungkin terjadi pada setiap orang. Namun, Anda harus mengetahui terlebih dahulu kisaran hemoglobin normal, yang bergantung pada usia serta jenis kelamin.

  • Bayi yang baru lahir: 17 hingga 22 gm/dL
  • Bayi berumur satu minggu: 15 hingga 20 gm/dL
  • Bayi berumur satu bulan: 11 hingga 15 gm/dL
  • Anak-anak: 11 hingga 13 gm/dL
  • Pria dewasa: 14 hingga 18 gm/dL
  • Wanita dewasa: 12 hingga 16 gm/dL
  • Pria paruh baya: 12.4 hingga 14.9 gm/dL
  • Wanita paruh baya: 11.7 hingga 13.8 gm/dL

Jika hasil tes darah Anda menunjukkan kadar hemoglobin tinggi, maka mungkin Anda mengalami suatu masalah kesehatan tertentu.

Berbagai penyebab hemoglobin tinggi

1. Dehidrasi

Bila selama ini Anda kurang minum, bisa jadi itu penyebab mengapa kadar hemoglobin Anda meningkat. Hal ini disebabkan karena ketika dehidrasi, volume plasma darah akan otomatis meningkat. Nah, ketika volume plasma darah semakin banyak, maka jumlah hemoglobin di dalamnya pun kian meningkat.

Dehidrasi bisa terjadi jika Anda kekurangan cairan atau mengalami diare yang memaksa Anda membuang banyak cairan dalam tubuh. Atasi kondisi ini dengan banyak mengonsumsi cairan. Jika Anda mengonsumsi banyak air dan kebutuhan cairan tubuh sudah terpenuhi, kadar hemoglobin Anda akan kembali normal.

2. Berada di dataran tinggi

Kadar hemoglobin tinggi juga bisa terjadi jika Anda sedang berada di dataran tinggi, contohnya di puncak gunung. Saat berada di dataran yang tinggi, kadar hemoglobin cenderung meningkat karena sel darah merah juga meningkat secara alami.

Peningkatan yang terjadi pada sel darah merah adalah upaya tubuh untuk mengimbangi asupan oksigen yang semakin terbatas di atas sana. Oleh sebab itu, semakin tinggi gunung yang didaki, maka semakin besar pula kemungkinan kadar hemoglobin pada tubuh Anda meningkat saat mendaki gunung.

Namun, tubuh Anda akan mencoba beradaptasi dengan situasi dan kondisi saat berada di dataran tinggi. Jadi, jika Anda berada dalam waktu yang lama di puncak gunung atau di dataran tinggi, kadar hemoglobin pada tubuh sedikit demi sedikit akan berkurang.

3. Merokok

Kebiasaan merokok ternyata juga berdampak pada kadar hemoglobin pada tubuh. Semakin sering Anda merokok, maka semakin tinggi peningkatan kadar hemoglobin pada tubuh.

Hal ini terjadi karena saat merokok, hemoglobin bukannya mengambil oksigen yang dibutuhkan tubuh, malah mengikat karbon monoksida yang ada di dalam rokok. Ketika itu, tubuh pun merasa panik, memberikan sinyal kadar oksigen rendah, karena tak diikat oleh hemoglobin. Maka itu, tubuh akhirnya meningkatkan kadar hemoglobin sebagai respon dari kondisi tersebut.

Perokok pria memiliki kadar hemoglobin yang jauh berbeda dari kadar hemoglobin pada pria yang tidak merokok. Sementara, perokok wanita yang usianya 30 tahunan memiliki kadar hemoglobin yang hampir sama dengan wanita yang tidak merokok.

Namun, perokok wanita yang berusia lebih dari 40 tahun memiliki kadar hemoglobin yang jauh lebih tinggi daripada orang yang tidak merokok.

Meski tidak ada penjelasan yang jelas mengenai hubungan rokok dan kadar hemoglobin, namun terlihat bahwa perokok aktif memiliki rata-rata kadar hemoglobin tinggi dibanding dengan rata-rata kadar hemoglobin pada perokok pasif.

Jika kondisi ini dibiarkan, maka kemampuan hemoglobin untuk mendeteksi anemia pada tubuh semakin menurun. Sebuah studi  menyarankan bahwa untuk menghindari peningkatan kadar hemoglobin pada tubuh, kurangi kebiasaan merokok.

Terlebih lagi, kebiasaan itu tidak hanya meningkatkan kadar hemoglobin saja namun juga memberikan efek topeng, yang membuat hemoglobin kesulitan mendeteksi anemia.

4. Penyakit jantung bawaan

Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan yang terjadi pada struktur jantung, yang sudah dialami oleh penderitanya sejak lahir. Kondisi ini paling banyak terjadi pada bayi yang baru lahir. Kondisi ini terbentuk atau berkembang saat bayi masih ada di dalam perut sang ibu.

Penyakit ini dapat menyebabkan berbagai gangguan pada sirkulasi darah, seperti misalnya darah yang mengalir dari paru-paru terlalu banyak, darah yang dialirkan oleh paru-paru terlalu sedikit, atau darah yang mengalir ke seluruh tubuh terlalu sedikit.

Kondisi ini menyebabkan kemungkinan peningkatan  pada kadar hemoglobin pada tubuh. Hal ini disebabkan tubuh berupaya memaksimalkan kadar oksigen dalam darah yang dibutuhkan oleh tubuh.

5. Mengonsumsi obat penambah hormon

Mayo Clinic menyebutkan bahwa mengonsumsi obat-obatan untuk meningkatkan hormon juga dapat memicu peningkatan kadar hemoglobin pada tubuh. Di antaranya adalah obat-obatan seperti steroid anabolik atau erythropoietin.

Erythropoietin adalah jenis obat yang digunakan untuk meningkatkan hormon yang dapat menyembuhkan anemia pada penderita penyakit ginjal. Erythropoietin dapat meningkatkan produksi sel darah merah dan hemoglobin.

Secara otomatis, mengonsumsi obat ini dapat menyebabkan hemoglobin tinggi karena adanya peningkatan kadar dalam tubuh. Para atlet biasanya mengonsumsi obat ini untuk meningkatkan kadar oksigen pada otot, sehingga memaksimalkan performa mereka dalam berolahraga.

6. Emfisema

Emfisema adalah masalah paru-paru yang menyebabkan napas menjadi pendek. Biasanya, kantung udara penderita emfisema mengalami kerusakan.

Dari waktu ke waktu, dinding bagian dalam dari kantung udara melemah dan membuat lubang besar pada kantung tersebut. Saat penderita menghirup udara yang masuk, kantung udara tidak bekerja sebagaimana mestinya, sehingga udara yang berada di dalam terjebak dan tidak bisa keluar, sementara udara baru yang hendak masuk tidak memiliki ruang.

Hal ini menyebabkan jumlah oksigen yang sampai di aliran darah penderitanya menjadi berkurang. Akhirnya, supaya tubuh tidak kekurangan oksigen, secara alami kadar hemoglobin pun akan meningkat.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca