Menguak Penyebab dan Jenis-jenis Hipertensi Paru yang Umum

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anda mungkin sudah sangat familier mendengar penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Bagaimana dengan hipertensi paru? Meski jarang dialami orang, kondisi ini tak boleh dianggap remeh. Bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, penderitanya berisiko tinggi mengalami berbagai komplikasi berbahaya. Lantas, apa penyebab hipertensi paru?

Penyebab hipertensi paru

Hipertensi paru adalah jenis tekanan darah tinggi yang spesifik memengaruhi pembuluh darah paru-paru (arteri pulmonal) dan sisi kanan jantung. Hipertensi paru disebut juga dengan hipertensi pulmonal.

Kondisi ini terjadi ketika arteri pulmonal yang membawa darah kurang oksigen dari jantung ke paru-paru terhambat. Hambatan ini terjadi karena dinding arteri pulmonal menyempit dan menebal. Akibatnya, aliran darah tidak lancar dan tekanan di dalam arteri paru-paru meningkat.

Saat tekanan meningkat, bilik kanan bawah jantung (ventrikel kanan) harus bekerja lebih keras untuk memompa darah menuju paru-paru. Seiring waktu, otot jantung Anda melemah dan bisa menyebabkan gagal jantung.

Kalau sudah begini, Anda membutuhkan pertolongan medis segera. Jika dibiarkan akan terjadi komplikasi yang berbahaya dan fatal untuk kesehatan Anda.

Jenis-jenis hipertensi paru

tanda hipertensi paru

Penting dipahami bahwa hipertensi paru bukanlah kondisi yang berdiri sendiri. Dalam banyak kasus, kondisi muncul akibat beberapa masalah kesehatan yang sudah dimiliki lebih dulu (alias muncul sebagai komplikasi penyakit). Inilah yang menyebabkan hipertensi paru seringkali tidak menunjukkan gejala khusus.

Nah, tergantung penyebab yang mendasarinya, hipertensi paru-paru dibedakan dalam beberapa kategori, yaitu:

Kelompok 1

Hipertensi paru yang masuk dalam kelompok 1 disebut juga dengan hipertensi paru idiopatik. Penyebab hipertensi paru jenis ini tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli percaya bahwa kondisi ini bisa disebabkan karena:

  • Riwayat genetik yang diturunkan dari keluarga.
  • Efek samping penggunaan obat resep dan narkoba seperti metamfetamin.
  • Kelainan jantung bawaan.
  • Riwayat medis tertentu, seperti lupus, scleroderma, penyakit hati kronis (sirosis), dan infeksi HIV.

Pada prinsipnya, hipertensi paru idiopatik bisa menyerang usia siapa saja. Namun, memang sering kali kondisi ini ditemukan pada wanita dewasa. Wanita muda di usia subur juga lebih mungkin terkena hipertensi paru jenis ini.

Kelompok 2

Penyebab hipertensi paru kelompok 2 berhubungan dengan penyakit jantung. Terutama penyakit yang hanya menyerang sisi kiri jantung, seperti:

  • Penyakit katup mitral atau katup aorta.
  • Penyakit gagal jantung yang hanya menyerang bagian bilik kiri bawah jantung (ventrikel kiri)
  • Tekanan darah tinggi jangka panjang.

Kelompok 3

Penyebab hipertensi paru kelompok 3 berkaitan dengan sejumlah kondisi yang menyerang paru-paru. Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan hipertensi paru:

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Emfisema
  • Fibrosis

Sleep apnea dan gangguan pernapasan ketika tidur juga bisa menyebabkan hipertensi paru. Bukan hanya itu saja. Tinggal di dataran tinggi juga bisa menyebabkan hipertensi arteri pulmonal. Kenapa begitu?

Pasalnya, semakin tinggi datarannya, semakin rendah pula tekanan udaranya. Nah, hal inilah yang menyebabkan paru-paru Anda pun harus bekerja lebih keras.

Kelompok 4

Penyebab hipertensi paru kelompok 4 dihubungkan dengan penyakit pembekuan darah. Entah itu pembekuan darah secara umum atau pembekuan darah yang hanya terjadi di paru-paru (emboli paru).

Kelompok 5

Hipertensi paru yang masuk kelompok 5 sering dipicu oleh masalah medis tertentu. Sayangnya, sampai saat ini tidak diketahui pasti kenapa berbagai masalah medis di bawah ini bisa menyebabkan hipertensi paru.

  • Kelainan darah polycythemia vera dan thrombocythemia esensial.
  • Gangguan sistemik seperti sarkoidosis dan vaskulitis.
  • Gangguan metabolisme seperti tiroid dan penyakit penyimpanan glikogen.
  • Penyakit ginjal dan tumor yang menekan arteri paru.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca