6 Penyakit di Indonesia yang Paling Sering Menular Lewat Gigitan Nyamuk

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 April 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Demam berdarah dengue (DBD) mungkin adalah yang pertama kali terlintas di benak Anda ketika membicarakan soal penyakit menular lewat gigitan nyamuk. Tapi bukan cuma dbd, lho, penyakit di Indonesia yang bisa menular lewat perantara nyamuk nakal. Psstt… Sebelum baca artikel ini lebih lanjut, ada baiknya Anda oleskan dulu lotion anti nyamuk di seluruh badan Anda.

Beragam penyakit di Indonesia yang menular lewat gigitan nyamuk

Berikut adalah beberapa penyakit di Indonesia yang menular lewat gigitan nyamuk, selain demam berdarah dengue:

1. Chikungunya

Chikungunya adalah penyakit yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti. Ciri-ciri jika Anda terserang penyakit lewat nyamuk ini sebetulnya mirip dengan gejala DBD, mulai dari demam, menggigil, sakit kepala, dan bintik kemerahan yang menyebar di kulit. Tapi umumnya, yang membedakan adalah adanya rasa nyeri di persendian tubuh. Orang yang sakit chikungunya lebih rentan mengalami nyeri sendi di bagian lutut dan siku.

2. Demam kuning

Selain chikungunya, ada pula yellow fever atau biasa dikenal sebagai demam kuning. Penyakit ini biasanya dibawa dan ditularkan oleh spesies nyamuk Aedes atau Haemagogus. Biasanya, orang yang terkena demam kuning akan merasakan demam, sakit kepala, dan nyeri otot.

Setelah Anda digigit nyamuk, lama-lama infeksi akan menyebabkan kulit berubah warna kuning dan beberapa organ tubuh gagal berfungsi. Penyakit ini bisa dicegah dengan cara vaksin di rumah sakit ataupun di lembaga kesehatan pemerintah.  

3. Malaria

Malaria adalah sebagai penyakit berbahaya yang disebabkan oleh parasit dari nyamuk Anopheles. Jika Anda digigit nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi, parasit Plasmodium penyebab malaria dapat dilepaskan ke dalam aliran darah Anda. Infeksi gigitan nyamuk ini kemudian menyebabkan tubuh terus menggigil dan muncul demam yang umumnya berlangsung selama 2-3 hari. Jika berkembang parah tanpa diobati, malaria dapat menyebabkan koma.

4. Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah atau filariasis adalah penyakit yang disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria seperti Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Penyakit lewat nyamuk ini  yang ditularkan oleh semua jenis nyamuk seperti Culex, Anopheles, Mansonia, dan Aedes.

Penyakit kaki gajah bisa berlangsung dalam waktu yang lama, bahkan hingga bertahun-tahun. Jika tak segera diobati, infeksi gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan demam, pembengkakan kelenjar getah bening, hingga tungkai kaki, lengan, buah dada, dan buah zakar yang ikut membengkak dan terlihat agak kemerahan serta terasa panas. 

5. Zika

Beberapa tahun belakangan ini, dunia digemparkan oleh virus zika yang menular lewat gigitan nyamuk Aedes aegepty. Virus zika sendiri bukan merupakan sebuah penyakit yang baru. Virus ini pertama kali ditemukan di Nigeria pada 1953.

Hanya 1 dari 5 orang yang terinfeksi Zika menunjukkan gejala, antara lain: demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan, dan terjadi peradangan konjungtiva. Pada beberapa kasus zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun.

Beberapa laporan kasus menyatakan virus zika bisa ditularkan dari ibu ke janin dalam kandungan, atau lewat hubungan seksual. Zika dapat menyebabkan cacat lahir pada janin, seperti mikrosepalus (kepala bayi lebih kecil daripada ukuran tubuh akibat kelainan saraf).

6. Japanese encephalitis

Japanese encephalitis adalah penyakit radang otak akibat virus golongan flavivirus yang menular lewat gigitan nyamuk Culex, terutama Culex tritaeniorhynchus. Kejadian penyakit japanese encephalitis pada manusia biasanya meningkat pada musim penghujan.

Sebagian besar penderita japanese encephaltiis hanya menunjukkan gejala yang ringan atau bahkan tidak bergejala sama sekali. Gejala dapat muncul 5-15 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi virus. Gejala awal yang muncul dapat  berupa demam, menggigil, sakit kepala, lemah, mual, dan muntah. Pada anak, infeksi Japanese encephalitis umumnya menyebabkan kejang. Jika tidak cepat-cepat ditangani, infeksi gigitan nyamuk ini dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana cara menghindari penyakit lewat gigitan nyamuk?

Banyak penyakit yang menular lewat gigitan nyamuk dapat begitu parah hingga menyebabkan kematian. Cara yang paling tepat mencegah risiko tersebut adalah dengan menghindari gigitan nyamuk, berikut tipsnya:

  • Lakukan 3M (menguras, menutup dan mengubur genangan air). Hindari dan jauhkan segala bentuk genangan berair yang bisa menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak
  • Jaga kebersihan. Upayakan rumah Anda bebas dari tumpukan sampah yang berbau dan jaga lingkungan agar selalu bersih.
  • Jauhi dan hindari wilayah persebaran nyamuk. Jika Anda sedang berada atau akan berkunjung ke daerah yang banyak nyamuknya, gunakan lotion pengusir nyamuk tiap saat. Pakai krim anti nyamuk yang mengandung bahan aktif Deet sebanyak 10–30 persen.
  • Gunakan pendingin atau kipas angin saat tidur. Nyamuk pada dasarnya sulit terbang ketika ada angin yang berhembus. Ini adalah suatu trik yang bisa menghindari Anda dari gigitan nyamuk. Nyalakan kipas angin ataupun air conditioning saat sedang tidur, agar nyamuk enggan mendekat.
  • Ajukan permintaan fogging di lingkungan rumah Anda pada ketua RT/RW/Kecamatan/Dinas Kesehatan setempat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Anda suka nekat makan daging ayam belum matang? Awas, akibatnya bisa fatal. Ini dia berbagai bahaya dan ciri-ciri daging ayam yang belum dimasak sempurna.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin MMR: Manfaat, Jadwal, dan Efek Samping

MMR adalah singkatan dari tiga macam penyakit infeksi fatal yang paling rentan menyerang anak-anak di tahun pertama kehidupannya. Kapan harus vaksin MMR?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah seks pada pria

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
pekerjaan rumah tangga saat hamil

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit