4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sarang nyamuk, nyatanya dengan mudahnya bisa ditemukan di sekitar rumah Anda. Tanpa Anda sadari, nyamuk yang dapat berkembang biak dengan mudah akan menyebabkan masalah tersendiri bagi kesehatan, khususnya terserang demam berdarah.

Pernahkah Anda menyadari, kalau sarang nyamuk yang ada di dekat Anda ternyata difasilitasi oleh Anda? Seperti membiarkan terbuka wadah atau tempat berisi air yang mudah dibuat tempat bertelur, atau Anda malas merapikan baju yang menumpuk bergantung di belakang pintu. Hal-hal tersebut sebetulnya yang memancing nyamuk bersarang di lingkungan Anda. Yuk, simak beberapa cara mencegah sarang nyamuk menjadi berkembang biak di lingkungan Anda.

Hal yang wajib dilakukan untuk mencegah sarang nyamuk berkembang biak

1. Tutup dan musnahkan semua lubang yang terdapat air

Sifat nyamuk yang paling umum adalah, suka bertelur di genangan air yang bersih. Nah, yang paling mengkhawatirkan adalah, ketika di sekitar pekarangan rumah Anda terdapat nampan, kendi ataupun lubang-lubang di tanah yang berisi air. Hal tersebut merupakan surga bagi para nyamuk untuk berkembang biak.

Nyamuk akan lebih mudah berkembang biak ketika musim hujan, di mana tempat atau posisi cekung yang terisi air hujan yang jatuh menetes akan mudah dijadikan sarang bagi nyamuk-nyamuk. Untuk mencegahnya, jika Anda menemukan genangan air di tanah, segera timbun dan tutupi dengan tanah. Bila ada tempat atau nampan yang terisi air, silahkan tutup atau kosongkan air tersebut agar tidak menjadi sarang nyamuk.

2. Jangan suka menggantung baju atau menumpuk barang

Sarang nyamuk jika diperhatikan akan banyak ditemukan, dimana terdapat tumpukan baju atau barang-barang padat dalam jumlah banyak. Nyamuk sifatnya memang menyukai tempat yang lembab dan gelap. Bahkan jika Anda telah menyemprotkan cairan serangga, hal tersebut masih tidak akan menjangkau keseluruhan sela di lemari Anda.

Cara mencegah yang harus Anda lakukan adalah, hindari barang-barang atau baju berlebihan menumpuk jadi satu. Jika ingin dipakai, jangan lupa kebaskan dahulu baju tersebut. Biasakan menutup lemari, dan jauhkan barang-barang Anda yang menumpuk ke tempat yang agak jauh.

3. Potong dan bersihkan tanaman liar di pekarangan rumah Anda

Pekarangan yang ditumbuhi tanaman atau rumput hijau memang sedap dipandang. Tapi tahukah Anda, sarang nyamuk ternyata banyak berada di rumput lebat, panjang, dan tidak terawat? Seperti yang telah dibahas tadi, ketika hujan, tidak semua air terserap ke dalam tanah, kadang masih tersisa terbawa tanaman-tanaman yang tumbuh liar lainnya. Nah, dari situlah nyamuk akan bebas menelurkan ribuan anak untuk membuat penyakit kepada manusia.

Babat rata dan rapikan perkarangan atau tanaman liar di sekitar rumah, jangan lupa juga tutupi lubang-lubang sekitarnya, ratakan dengan tanah. Baiknya, Anda bisa menanam tanaman sepreti lavender, jeruk atau serai yang sekiranya dibenci oleh nyamuk.

4. Tutup jendela di malam hari dan bakar minyak atau alat pengusir nyamuk

Sarang nyamuk di rumah Anda, akan menjadikan nyamuk lebih mudah berkelana mencari makanan di rumah Anda. Coba lapisi celah atau lubang kecil di rumah Anda menggunakan kawat kasa halus, agar nyamuk tidak mudah masuk. Jangan lupa tutup jendela dan pintu di malam hari, karena nyamuk aktif pada malam hari.

Sebelum tidur, oleskan krim anti nyamuk pada tubuh Anda. Bila Anda memiliki bayi, tutup tempat tidur dengan alat penghalang nyamuk. Anda juga bisa membakar serai dan obat nyamuk sebelum tidur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Asam Lambung Naik Bisa Sebabkan Kanker Kerongkongan?

Asam lambung naik atau refluks yang terjadi secara kambuhan, kemungkinan bisa sebabkan kanker kerongkongan. Cari tahu alasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kanker Lainnya 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

8 Tips Menjaga Bakteri Baik dalam Usus

Tahukah Anda bahwa di dalam tubuh terdapat 100 triliun bakteri usus? Bakteri ini baik untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kesehatan Pencernaan 8 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ketika demam, Anda akan memakai termometer untuk mengukur suhu tubuh. Bagaimana cara pakai termometer yang benar sesuai jenisnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

7 Obat Alami untuk Mengatasi Sakit Gigi Berlubang

Masalah gigi berlubang bisa menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan. Coba atasi sakit gigi berlubang dengan obat alami ini!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Gigi dan Mulut 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

setelah cabut gigi

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Cabut Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
posisi tidur

Posisi Tidur Mana yang Lebih Baik: Miring ke Kiri Atau Kanan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
mempercepat haid

5 Cara Aman Supaya Haid Selesai Lebih Cepat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
pedoman makanan anak 1-3 tahun

Pedoman Praktis Makanan untuk Anak Usia 1-3 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit