Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

4 Tips Mencegah Rumah Menjadi Sarang Nyamuk

Sarang nyamuk ternyata dengan mudahnya bisa ditemukan di sekitar rumah Anda. Tanpa Anda sadari, nyamuk yang dapat berkembang biak dengan mudah akan menyebabkan masalah tersendiri bagi kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk tahu cara mencegah perkembangbiakan nyamuk di rumah agar terhindar dari penyakit.

Cara yang wajib dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk

Pernahkah Anda menyadari, kalau sarang nyamuk yang ada di dekat Anda ternyata secara tak langsung difasilitasi oleh Anda?

Salah satu contohnya adalah membiarkan terbuka wadah atau tempat berisi air yang mudah dibuat tempat bertelur, atau Anda malas merapikan baju yang menumpuk bergantung di belakang pintu.

Hal-hal tersebut sebetulnya yang memancing nyamuk bersarang di lingkungan Anda. Jika sudah begini, risiko terkena penyakit menular akibat gigitan nyamuk jadi semakin besar, mulai dari DBD hingga chikungunya.

Yuk, simak beberapa cara mencegah perkembangbiakan sarang nyamuk terbentuk di lingkungan Anda:

1. Tutup dan musnahkan semua lubang yang terdapat air

Cara pertama yang bisa Anda mulai sebagai pencegahan perkembangbiakan nyamuk yaitu menutup semua lubang atau genangan air.

Sifat nyamuk yang paling umum adalah suka bertelur di genangan air yang bersih. Nah, yang paling mengkhawatirkan adalah ketika di sekitar pekarangan rumah Anda terdapat nampan, kendi ataupun lubang-lubang di tanah yang berisi air.

Lingkungan yang terisi air bersih tersebut merupakan surga bagi para nyamuk untuk berkembang biak.

Nyamuk akan lebih mudah berkembang biak ketika musim hujan, di mana tempat atau posisi cekung yang terisi air hujan yang jatuh menetes akan mudah dijadikan sarang bagi nyamuk-nyamuk.

Untuk mencegahnya, jika Anda menemukan genangan air di tanah, segera timbun dan tutupi dengan tanah.

Bila ada tempat atau nampan yang terisi air, segera tutup atau kosongkan air tersebut agar tidak menjadi sarang nyamuk.

2. Jangan suka menggantung baju atau menumpuk barang

Selanjutnya, menyimpan pakaian dan barang dengan baik adalah cara lain yang efektif mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Sarang nyamuk jika diperhatikan akan banyak ditemukan di tumpukan baju atau barang-barang padat dalam jumlah banyak.

Nyamuk sifatnya memang menyukai tempat yang lembab dan gelap. Bahkan, jika Anda telah menyemprotkan cairan serangga, hal tersebut masih tidak akan menjangkau keseluruhan sela di lemari Anda.

Cara mencegah yang harus Anda lakukan adalah, hindari barang-barang atau baju berlebihan menumpuk jadi satu.

Jika ingin dipakai, jangan lupa kebaskan dahulu baju tersebut. Biasakan menutup lemari, dan jauhkan barang-barang Anda yang menumpuk ke tempat yang agak jauh.

3. Potong dan bersihkan tanaman liar di pekarangan rumah Anda

Menjaga kebersihan rumah, terutama di bagian pekarangan, juga termasuk cara yang tepat dalam mencegah perkembangbiakan nyamuk.

Pekarangan yang ditumbuhi tanaman atau rumput hijau memang sedap dipandang. Tapi tahukah Anda, sarang nyamuk ternyata banyak berada di rumput lebat, panjang, dan tidak terawat?

Seperti yang telah dibahas tadi, ketika hujan, tidak semua air terserap ke dalam tanah, kadang masih tersisa terbawa tanaman-tanaman yang tumbuh liar lainnya.

Nah, dari situlah nyamuk akan bebas menelurkan ribuan anak untuk membuat penyakit kepada manusia.

Babat rata dan rapikan pekarangan atau tanaman liar di sekitar rumah. Jangan lupa juga tutupi lubang-lubang sekitarnya dan ratakan dengan tanah.

Akan lebih baik jika Anda bisa menanam tanaman pengusir nyamuk seperti lavender, jeruk atau serai.

4. Tutup jendela di malam hari dan bakar minyak atau alat pengusir nyamuk

Sarang nyamuk di rumah Anda, akan menjadikan nyamuk lebih mudah berkelana mencari makanan di rumah Anda.

Coba lapisi celah atau lubang kecil di rumah Anda menggunakan kawat kasa halus, agar nyamuk tidak mudah masuk.

Jangan lupa tutup jendela dan pintu di malam hari karena nyamuk aktif pada malam hari. Sebelum tidur, oleskan krim anti nyamuk pada tubuh Anda.

Bila Anda memiliki bayi, tutup tempat tidur dengan alat penghalang nyamuk. Anda juga bisa membakar serai dan obat nyamuk sebelum tidur.

Demikian 4 cara yang bisa Anda ikuti untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk yang membandel.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Control Mosquitoes Inside Your Home – CDC. (2019). Retrieved April 13, 2021, from https://www.cdc.gov/mosquitoes/mosquito-control/athome/inside-your-home.html 

Prevent Mosquitoes From Breeding – Hesperian Health Guides. (n.d.). Retrieved April 13, 2021, from https://en.hesperian.org/hhg/New_Where_There_Is_No_Doctor:Prevent_Mosquitoes_From_Breeding 

How to prevent mosquito breeding sites in and around your home – Pan American Health Organization. (n.d.). Retrieved April 13, 2021, from https://www.who.int/mediacentre/infographic/zika-virus/mosquito-breeding.pdf 

Prevent Mosquito Breeding Sites Around Your Home – Rachel Carson Council. (n.d.). Retrieved April 13, 2021, from https://rachelcarsoncouncil.org/prevent-mosquito-breeding-sites-around-home/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 11/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x