Semua Hal Penting yang Perlu Anda Ketahui Seputar Meningitis (Radang Selaput Otak)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Radang selaput otak, atau disebut juga dengan meningitis adalah penyakit menular yang bisa berakibat fatal. Namun jika cepat ditangani, infeksi ini bisa disembuhkan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mewaspadai gejala penyakit ini sejak dini guna mengurangi risiko komplikasi. Simak semua informasi dasar seputar penyakit ini  dari mulai gejala, penyebab, serta cara mencegah dan mengobatinya di bawah ini.

Apa itu penyakit meningitis (radang selaput otak)?

Meningitis (radang selaput otak) adalah infeksi yang menyerang meninges, selaput pelindung yang menyelimuti otak, dan saraf tulang belakang. Infeksi ini paling sering disebabkan oleh virus. Akan tetapi dalam beberapa kasus dapat juga disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Radang selaput otak yang disebabkan oleh virus umumnya dapat sembuh tanpa pengobatan. Sementara radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri umumnya lebih serius sehingga membutuhkan pengobatan antibiotik untuk mempercepat pemulihan pasien.

Menunda pengobatan radang selaput otak yang disebabkan karena bakteri dapat meningkatkan risiko kerusakan otak permanen dan efek berbahaya permanen lainnya.

Meningitis adalah penyakit yang dapat terjadi pada setiap usia. Namun, paling sering menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti bayi, lansia, dan orang dengan HIV/AIDS. Selain itu, beberapa faktor yang jadi penyebab meningitis adalah:

  • Tidak melakukan vaksin meningitis
  • Orang yang baru saja menjalani transplantasi sumsum tulang.
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes.
  • Sedang hamil. Jika Anda sedang hamil, Anda meningkatkan risiko tertular listeriosis (infeksi yang disebabkan oleh bakteri listeria, yang juga dapat menyebabkan penyakit ini).

Apa penyebab penyakit ini?

Secara umum, penyebab radang selaput dibagi di bagi menjadi empat jenis, yaitu:

1. Infeksi virus

Infeksi virus adalah penyebab meningitis yang paling umum terjadi. Virus penyebab infeksi ini pun ada beragam jenisnya. Namun hampir 85 persen kasus radang selaput otak disebabkan oleh enterovirus, diikuti oleh coxsackievirus A, coxsackievirus B, dan echoviruses.

Virus herpes simplex, HIV, gondong, virus West Nile dan lainnya juga dapat menyebabkan radang selaput otak. Infeksi ini biasanya ringan dan dapat hilang dengan perawatan rumahan.

2. Infeksi bakteri

Infeksi bakteri juga bisa jadi penyebab radang selaput otak. Bakteri yang memasuki aliran dan darah berkembang di  otak serta sumsum tulang belakang dapat menyebabkan radang selaput otak.

Namun dalam beberapa kasus, bakteri juga dapat langsung menyerang meninges (selaput pelindung otak) akibat infeksi telinga atau sinus, patah tulang tengkorak, ataupun efek samping setelah operasi yang berhubungan dengan organ kepala.

Beberapa strain bakteri yang dapat menyebabkan radang selaput otak di antaranya:

Streptococcus pneumoniae (pneumokokus)

Bakteri ini adalah penyebab paling umum radang selaput otak pada bayi, anak-anak dan orang dewasa. Bakteri ini lebih sering menyebabkan penyakit pneumonia atau infeksi telinga atau sinus. Melakukan vaksin meningitis dapat mengurangi Anda terkena risiko infeksi ini.

Neisseria meningitidis (meningokoks)

Bakteri ini juga jadi penyebab meningitis pada remaja dan orang dewasa yang paling sering terjadi. Dalam banyak kasus, bakteri ini biasanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas tetapi dapat menyebabkan meningitis meningokokus ketika mereka masuk ke aliran darah. Melakukan vaksin meningitis dapat mengurangi Anda terkena risiko infeksi ini.

Haemophilus influenzae (haemophilus)

Infeksi bakteri haemophilus influenzae tipe b (Hib) paling umum terjadi pada bayi dan anak-anak. Vaksin Hib dapat mengurangi Anda terkena risiko infeksi ini.

Listeria monocytogenes (listeria)

Bakteri ini dapat ditemukan dalam susu atau produk olahan susu (keju) yang tidak dipasteurisasi serta produk olahan daging. Wanita hamil, bayi baru lahir, lansia, dan orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah paling rentan terhadap infeksi bakteri ini.

3. Infeksi jamur

Radang selaput otak yang disebabkan oleh jamur sebenarnya relatif jarang terjadi dan bukanlah infeksi yang menular. Meski begitu, infeksi ini dapat mengancam jiwa jika tidak diobati dengan pengobatan yang tepat, seperti obat antijamur.

4. Penyebab  lainnya

Tidak hanya itu, dalam beberapa kasus, penyebab penyakit ini juga bisa karena infeksi parasit (seperti meningitis babi), efek samping obat-obatan tertentu, atau sebagai komplikasi dari trauma fisik (seperti pasca operasi kepala atau operasi otak, pukulan serius di kepala) ataupun suatu penyakit (misalnya kanker, lupus, atau rheumatoid arthritis).

Jenis radang selaput otak ini termasuk non-infeksi, sehingga tidak menular. Tidak ada cara untuk mengetahui apa jenis penyebab meningitis Anda atau anak Anda tanpa konsultasi ke dokter.

Entah itu disebabkan karena bakteri, virus, ataupun parasit infeksi ini bisa menular dari manusia ke manusia melalui saluran pernapasan ataupun air liur. Misalnya, seseorang yang sedang terinfeksi batuk atau bersin tidak menutup mulutnya, sehingga percikan air liurnya terhirup oleh orang-orang di sekitar yang sehat.

Atau, lewat sentuhan apabila mereka tidak mencuci tangannya setelah bersin atau batuk, kemudian bersentuhan dengan orang lain. Ciuman juga bisa jadi penyebab meningitis karena sekresi tenggorokan orang yang terinfeksi, seperti dahak dan air liur, mengandung partikel infeksi.

Bagaimana penyakit ini menginfeksi tubuh?

Masa inkubasi penyakit meningitis adalah 3-4 hari (rentang waktu 2-10 hari) setelah mikroba penyebab meningitis masuk ke dalam tubuh. Di dalam tubuh, virus atau bakteri menginfeksi otak, sumsum tulang belakang, atau meninges (selaput pelindung otak dan saraf tulang belakang).

Saat infeksi terjadi, meninges membengkak dan menekan otak serta sumsum tulang belakang. Tekanan terhadap organ tersebut akan menyebabkan gejala sementara, seperti sakit kepala dan saraf, serta menghambat aliran darah ke otak sehingga bisa menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sistem saraf dan otak. Pada banyak kasus, penyakit meningitis berakhir kematian.

Apa saja gejala meningitis?

kena demam berdarah dan tipes sekaligus

Satu gejala meningitis paling khas dari penyakit meningitis adalah pasien sering mengalami sakit kepala parah yang tak kunjung membaik disertai dengan nyeri leher. Sayangnya, gejala meningitis tersebut sama dengan beberapa penyakit lain. Itu sebabnya, segera konsultasi ke dokter jika Anda mengalami sakit kepala parah yang disertai dengan nyeri.

Sebenarnya gejala meningitis akan bervariasi tergantung pada usia dan penyebab infeksinya. Meski begitu secara umum gejala meningitis adalah:

  • Demam dan menggigil
  • Sakit kepala parah yang tak kunjung membaik
  • Mual dan muntah
  • Merasa lemas, lelah, dan tidak bertenaga
  • Leher kaku dan nyeri
  • Nyeri sendi dan otot
  • Kaki dan tangan terasa dingin
  • Napas cepat (ngos-ngosan)
  • Jadi lebih peka terhadap cahaya (fotofobia)
  • Perubahan kondisi mental seperti kebingungan, mudah marah, sulit konsentrasi
  • Sering pingsan
  • Kram perut jika virus atau bakteri sudah menginfeksi darah
  • Pada kasus yang serius, radang selaput otak bisa ditunjukkan dengan gejala kejang atau koma

Gejala meningitis pada bayi dan anak-anak sedikit berbeda dari yang sudah disebutkan di atas. Beberapa gejala meningitis pada bayi dan anak-anak di antaranya:

  • Demam tinggi, menggigil
  • Muncul ikterus (warna kekuningan ke kulit)
  • Tubuh dan leher bayi kaku
  • Terlihat bingung, lemas, dan kurang responsif
  • Rewel dan bahkan menangis dengan teriakan tinggi secara terus menerus
  • Menolak makan atau menyusu
  • Muncul benjolan di pucuk kepala bayi
  • Tidur terus atau sulit dibangunkan
  • Muncul benjolan di pucuk kepala bayi

Jika Anda atau anak Anda memiliki salah satu gejala meningitis seperti yang disebutkan di atas, segera berkonsultasi ke dokter. Ini dilakukan untuk memastikan penyebab gejala meningitis yang sedang dialami.

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi dari penyakit meningitis?

Jika gejala-gejala meningitis diabaikan begitu saja, terutama pada bayi dan anak kecil, kemungkinan terjadinya komplikasi pun meningkat. Beberapa komplikasi yang yang mungkin terjadi dari penyakit meningitis adalah:

  • Hilang pendengaran
  • Gangguan belajar
  • Kejang
  • Kerusakan otak
  • Syok (gangguan sirkulasi darah)
  • Gagal ginjal
  • Kematian

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit ini?

Jika dokter mencurigai Anda memiliki penyakit ini, dokter akan memeriksa riwayat medis Anda, melakukan pemeriksaan fisik serta tes diagnostik tertentu. Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa ada tidaknya tanda-tanda infeksi di sekitar kepala, telinga, tenggorokan, dan kulit di sepanjang tulang belakang.

Untuk mencari tahu penyebab meningitis yang dialami pasiennya secara spesifik, dokter biasanya akan melakukan serangkaian tes diagnostik. Beberapa tes yang mungkin dilakukan dokter untuk menegakkan diagnosis penyakit meningitis adalah:

  • Tes darah. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tahu penyebab meningitis yang Anda alami berasal dari infeksi virus, bakteri, atau mikroorganisme lainnya.
  • Tes pecintraan. MRI ataupun CT Scan kepala, dada, dan sinus juga dapat dilakukan dokter guna menunjukan kemungkinan adanya infeksi lain yang berhubungan dengan infeksi ini.
  • Tes pungsi lumbar. Tes ini dilakukan untuk mengambil sampel cairan di tulang belakang untuk memeriksa kadar glukosa (gula darah), protein, dan sel darah. Tes ini juga membantu dokter untuk mengetahui bakteri penyebab meningitis.
  • Tes  Polymerase Chain Reaction (PCR). Jika dokter Anda terkena radang selaput otak karena virus, ia dapat melakukan tes ini. PCR merupakan pemeriksaan yang menggunakan teknologi real-time untuk mendeteksi dan menghitung muatan virus penyebab meningitis dalam tubuh Anda.

Bagaimana cara mengobati penyakit ini?

Pengobatan radang selaput otak pada dasarnya tergantung pada penyebabnya. Radang selaput otak yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik infus ataupun obat kortikosteroid untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi risiko komplikasi, seperti pembengkakan otak dan kejang.

Jangan gunakan antibiotik secara sembarang tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak sembarang dapat memperburuk kondisi Anda.

Jika Anda terkena radang selaput otak yang disebabkan oleh virus, antbiotik tidak dapat mengobati infeksi jenis ini. Dalam banyak kasus, pasien yang terkena radang selaput otak jenis ini kondisinya akan membaik dalam beberapa minggu.

Pengobatan untuk kondisi ini pun tergolong ringan dan dapat dilakukan di rumah seperti bed rest (istirahat total), mengonsumsi banyak cairan, serta minum obat pereda nyeri tanpa resep untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri di tubuh. Jika kondisi Anda tidak membaik selama beberapa minggu, segera hubungi dokter.

Penanganan yang tepat dapat menekan risiko kematian hingga di bawah 15 persen menurut National Institutes of Health.

Suntik meningitis, cara terbaik mencegah penularan penyakit radang selaput otak

vaksin influenza flu

Cara paling utama untuk mencegah penularan penyakit ini adalah dengan suntik meningitis. Vaksin meningitis ACWY135 bisa sekaligus melindungi Anda dari penyakit meningokokus, meningitis pneumokokus, dan Haemophilus Influenzae Type b.

Selain itu, vaksin campak dan rubela (MMR) dan vaksin cacar air dapat melindungi anak-anak dari radang selaput otak yang disebabkan oleh virus.

Badan kesehatan di seluruh dunia sepakat untuk merekomendasikan semua para remaja dan orang dewasa muda yang ingin melakukan perjalan jauh ke daerah berisiko agar melakukan suntik meningitis. Tidak semua orang dapat melakukan suntik meningitis. Beberapa kondisi yang menyebabkan seseorang tidak boleh melakukan suntik meningitis adalah:

  • Memiliki reaksi alergi yang parah dan mengancam nyawa terhadap komponen yang terkandung dalam vaksin meningitis atau pada salah satu komponen vaksin lainnya.
  • Pernah mengalami sindrom Guillain-Barre.
  • wanita yang sedang hamil bisa suntik meningitis, akan tetapi prosedur ini hanya direkomendasikan untuk mereka yang memiliki masalah kekebalan tertentu atau mereka yang berisiko tinggi terkena infeksi ini.

Sementara beberapa berapa orang yang sangat dianjurkan untuk melakukan suntik meningitis adalah:

  • Orang yang akan bepergian atau tinggal di negara di mana penyakit meningitis mewabah, seperti Arab Saudi dan sebagian negara-negara di Afrika. Di Indonesia, pemerintah sendiri sudah mewajibkan calon peserta umroh dan ibadah haji untuk suntik meningitis terlebih dahulu sebelum berangkat ke sana.
  • Memiliki gangguan sistem imun, misalnya HIV.
  • Mengalami kerusakan limpa atau sudah tidak memiliki limpa.
  • Memiliki jenis gangguan langka tertentu (complement component deficiency).
  • Mengonsumsi obat Soliris.
  • Memiliki riwayat infeksi ini sebelumnya.
  • Bekerja di labolatorium yang rutin bersinggungan langsung dengan bakteri Neisseria meningitidis.

Tidak semua rumah sakit menyediakan pelayanan vaksin meningitis. Itu sebabnya, selalu konsultasi terlebih dahulu ke dokter Anda sebelum melakukan vaksin meningitis. Dokter dapat merekomendasikan rumah sakit atau penyedia layanan kesehatan lainnya yang menyediakan vaksin meningitis

Memahami efek samping setelah suntik meningitis

Efek samping vaksin meningitis sebenarnya sama dengan vaksinasi pada umumnya, seperti kemerahan, memar, gatal, bengkak, nyeri, atau sakit kepala. Efek samping vaksin meningitis ini umumnya bersifat ringan dan dapat hilang tanpa perawatan khusus.

Efek samping yang serius jarang terjadi. Jika terjadi, gejala yang sering muncul termasuk demam tinggi, lemah dan lesu, serta perubahan perilaku. Selain itu, reaksi alergi yang parah juga bisa terjadi dalam hitungan menit atau jam setelah vaksinasi selesai dilakukan.

Beberapa orang mungkin akan memunculkan gejala yang tidak disebutkan di atas. Namun, jika Anda mengalami beberapa tanda-tanda di atas, Anda harus segera ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan infeksi ini

Meski penularan infeksi ini lewat udara tidak semudah penularan flu, risiko Anda juga akan meningkat apabila Anda mengalami kontak langsung dalam waktu lama dengan orang yang terinfeksi, seperti berbagi alat makan atau makan dan minum dari sumber yang sama secara berbarengan. Oleh sebab itu, jika Anda tinggal bersama atau sedang merawat orang yang terinfeksi, sebisa mungkin hindari kontak langsung. Berikut beberapa contohnya:

  • Jangan berbagi makanan, gelas, botol air, atau peralatan makan dengan orang yang terinfeksi
  • Jangan berbagi tisu atau handuk
  • Jangan berbagi lip gloss atau lipstik
  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan fasilitas umum

Selain itu, penting juga bagi Anda untuk menjaga sistem kekebalan tubuh supaya tetap sehat sehingga Anda dapat terlindungi dari berbagai virus dan penyakit. Hal ini bisa Anda lakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Anda dapat memulainya dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, istirahat yang cukup, aktif bergerak atau berolahraga teratur, serta hindari gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan mengonsumsi alkohol.

Jika Anda sedang hamil, hindari mengonsumsi makanan mentah. Penyakit meningitis seringnya terjadi karena kebiasaan mengonsumsi makanan setengah matang atau mentah.

Oleh karena, itu sangat disarankan agar Anda memasak dengan cara yang benar dan pastikan jika masakan Anda benar-benar matang secara keseluruhan. Hindari pula produk susu atau produk turunan susu yang tidak dipasteurisasi karena risiko infeksi bakteri.

Sementara untuk mencegah penyakit meningitis jamur, Anda usahakan untuk menghindari paparan terhadap lingkungan yang cenderung mengandung unsur jamur (misalnya kotoran burung dan debu).

Jika Anda memiliki hewan peliharaan di rumah, pastikan selalu menjaga kebersihan kandang dengan rutin membersihkan minimal seminggu sekali. Pakailah sarung tangan dan sepatu boots jika ingin membersihkan kandang. Jangan lupa, pastikan Anda mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir setiap kali selesai melakukan kontak dengan binatang peliharaan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca