Yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Mengalami Peradangan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/02/2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Hal paling pertama yang mungkin terlintas dalam benak ketika mendengar peradangan adalah rasa sakit. Tidak salah, karena entah itu radang tenggorokan atau radang usus, pasti menyebabkan sakit. Memang enar bahwa peradangan adalah respon tubuh terhadap suatu bahaya, seperti stres, infeksi organisme asing (seperti bakteri dan virus), serta bahan kimia beracun. Akan tetapi, tahukah Anda apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika mengalami peradangan?

Peradangan adalah mekanisme pertahanan tubuh

Inflamasi atau peradangan adalah bagian dari sistem imun tubuh. Ketika tubuh mengenali adanya bahaya, sistem kekebalan tubuh akan merespon dengan melepaskan sel darah putih dan senyawa kimia lainnya ke dalam darah untuk melindungi sel dan jaringan tubuh yang terancam.

Pelepasan sel darah putih ini kemudian meningkatkan aliran darah ke daerah yang mengalami cedera atau infeksi, sehingga area ini akan terasa hangat dan terlihat kemerahan. Beberapa zat kimia yang dilepas sistem imun juga dapat mengakibatkan kebocoran cairan ke dalam jaringan sehingga area tersebut membengkak. Pelepasan zat-zat kimia tersebut juga dapat merangsang serabut saraf dan menyebabkan nyeri. Peradangan memang akan menimbulkan rasa tidak nyaman, tetapi hal ini penting dalam proses penyembuhan.

Namun, mekanisme ini harusnya hanya muncul di situasi tertentu dan berlangsung dalam waktu singkat. Misalnya ketika suatu bagian tubuh mengalami luka terbuka, mekanisme inflamasi akan membantu menghilangkan sel yang rusak dan mempercepat proses penyembuhan. Sebaliknya, saat peradangan terjadi dalam waktu yang lebih lama dari yang dibutuhkan, hal tersebut cenderung bersifat merugikan.

Yang terjadi pada tubuh jika peradangan terjadi terlalu lama

Mekanisme peradangan yang terjadi dalam waktu yang lama dapat merusak tubuh. Peradangan bisa berubah menjadi kronis (menetap lama) ketika tubuh tidak dapat menghilangkan penyebab inflamasi, terpapar penyebab peradangan secara terus-menerus, dan juga bentuk respon autoimun di mana sistem imun menyerang jaringan yang sehat.

Penyakit yang sering berkaitan dengan peradangan kronis diantaranya:

  • Inflamasi pada jantung (miokarditis), dapat menyebabkan sesak napas atau retensi cairan.
  • Inflamasi pada ginjal (nefritis), dapat menyebabkan tekanan darah tinggi atau gagal ginjal.
  • Inflamasi pada tabung kecil yang mengangkut udara ke paru-paru bisa menyebabkan sesak napas dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
  • Peradangan usus dapat menyebabkan Inflammatory Bowel Disease (IBD).
  • Peradangan sendi dapat menyebabkan rematik.
  • Peradangan tulang meningkatkan risiko tulang keropos.
  • Peradangan pada kulit, menyebabkan psoriasis atau penuaan dini
  • Peradangan pada gusi, bisa menyebabkan periodontitis (penyakit yang membuat gusi surut dan struktur rangka di sekitar gigi menjadi lemah atau rusak).

Selain mempengaruhi organ tubuh bagian dalam, inflamasi juga dapat memengaruhi tubuh Anda dengan cara lainnya.

Studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam JAMA Psychiatry menyebutkan bahwa peradangan pada otak dapat terkait dengan gangguan mood, seperti depresi, yang kemudian jadi menyebabkan kurang nafsu makan dan pola tidur yang buruk. Bahkan, studi sebelumnya menemukan bahwa orang yang depresi cenderung memiliki tingkat zat peradangan dalam darah yang lebih tinggi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . 4 mins read

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . 5 mins read

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . 5 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . 3 mins read
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . 5 mins read
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . 3 mins read
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . 4 mins read