Daftar Tes Laboratorium yang Mesti Dilakukan Jika Demam Tak Kunjung Reda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Demam bukanlah suatu penyakit, melainkan respons alami tubuh saat melawan infeksi bakteri, virus, ataupun penyebab penyakit lainnya. Kondisi ini bisa menjadi gejala dari sejumlah gangguan kesehatan sehingga diperlukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebabnya. Inilah mengapa dokter biasanya menyarankan pemeriksaan laboratorium guna memperoleh diagnosis yang tepat.

Pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab demam

Uji laboratorium sangat bermanfaat untuk mendiagnosis penyakit karena melibatkan berbagai aspek tubuh yang tidak tampak dari luar. Berikut adalah pemeriksaan yang umumnya dilakukan saat seseorang mengalami demam.

1. Tes darah lengkap

Tes darah lengkap bertujuan untuk mengetahui jumlah setiap komponen penyusun darah. Nilai di luar rentang normal pada komponen-komponen ini dapat menandakan adanya masalah pada kondisi tubuh.

Berikut adalah beragam komponen yang dipantau pada pemeriksaan laboratorium ini:

  • jumlah sel darah merah (WBC)
  • jumlah sel darah putih (RBC). Jika sel darah putih Anda tinggi, kemungkinan penyebab demam yang Anda alami adalah karena infeksi bakteri. 
  • kadar hemoglobin (Hb), yaitu sejenis protein pada sel darah merah yang mengikat oksigen
  • hematokrit (Hct), yaitu banyaknya sel darah merah dalam darah
  • trombosit, yaitu sel darah yang berperan dalam pembekuan darah

2. Tes panel metabolisme lengkap

Tes panel metabolisme lengkap bertujuan untuk mengetahui kondisi berbagai komponen yang terlibat dalam metabolisme tubuh, termasuk kesehatan ginjal dan hati. Pemeriksaan laboratorium ini mencakup aspek-aspek berikut:

  • kadar gula darah
  • kalsium
  • protein, yang terdiri dari pemeriksaan albumin dan protein total
  • elektrolit, yang terdiri dari natrium, kalium, karbon dioksida, dan klorida
  • ginjal, yang terdiri dari kadar nitrogen urea darah dan kreatinin
  • hati, yang terdiri dari enzim alkali fosfatase (ALP), alanine aminotransferase (ALT/SGPT), aspartate aminotransferase (AST/SGOT), dan bilirubin

SGPT dan SGOT adalah dua komponen yang sering diperiksa saat seseorang mengalami demam. Keduanya merupakan enzim yang banyak terdapat di hati. Jumlah SGPT dan SGOT rendah pada orang yang sehat. Sebaliknya, nilai SGPT dan SGOT yang tinggi menunjukkan adanya gangguan pada hati.

3. Tes urine (urinalisis)

Pemeriksaan laboratorium pada urine dilakukan dengan mengamati penampilan, konsentrasi, dan kandungan urine. Hasil abnormal dapat menandakan sejumlah penyakit seperti infeksi saluran kemih, penyakit ginjal, dan diabetes. Selain itu, pemeriksaan urine juga bermanfaat untuk memantau kondisi kesehatan pasien.

Urinalisis dilakukan dalam dua tahap, yaitu:

  • menggunakan strip khusus (dipstick test) untuk mengetahui tingkat keasaman (pH), konsentrasi, penanda infeksi, adanya darah, serta kadar gula, protein, bilirubin, dan keton
  • uji mikroskopis untuk mengamati keberadaan sel darah merah, sel darah putih, bakteri, jamur, kristal batu ginjal, atau protein khusus yang menandakan gangguan ginjal

Pemeriksaan laboratorium bila dicurigai terdapat penyakit khusus

Bila Anda mengalami demam disertai gejala khusus yang menandakan penyakit tertentu, dokter pun dapat menyarankan pemeriksaan yang lebih spesifik seperti berikut.

1. Demam tifoid (tifus)

Pemeriksaan untuk mendiagnosis demam tifoid dilakukan menggunakan sampel dari tubuh pasien. Sampel dapat berasal dari darah, jaringan, cairan tubuh, atau feses. Sampel yang telah diambil kemudian diamati dengan mikroskop untuk mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella typhi.

2. Demam berdarah

Demam adalah salah satu gejala yang paling sering muncul pada penderita demam berdarah. Guna menegakkan diagnosis, dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan laboratorium. Rangkaian pemeriksaan terdiri dari tes darah lengkap, tes panel metabolisme lengkap, tes antibodi untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM dan IgG, serta tes molekuler untuk mendeteksi keberadaan virus demam berdarah.

3. Tuberkulosis

Pemeriksaan tuberkulosis amat disarankan jika demam disertai batuk lebih dari tiga minggu atau mengeluarkan darah, nyeri dada, sesak napas, berkeringat pada malam hari, serta rasa lelah.

Selain tes darah, pemeriksaan laboratorium untuk mendiagnosis tuberkulosis umumnya menggunakan tes sputum (dahak). Dokter akan mengambil sampel dahak pasien, lalu mengamatinya untuk mendeteksi keberadaan bakteri tuberkulosis.

Demam biasanya akan berangsur hilang dengan sendirinya. Namun, demam yang tinggi atau berlangsung terus-menerus bisa menandakan penyakit yang lebih serius. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium seringkali diperlukan agar dokter dapat memastikan penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca