Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda membayangkan seperti apa rasanya berada dalam kondisi koma? Di berbagai film atau novel, pasien koma kerap digambarkan seperti orang yang sedang tertidur panjang. Ada juga kisah-kisah yang menggambarkan pasien koma masih bisa mendengar dan memahami kejadian di sekitarnya. Entah karena pasien koma masih sadar atau rohnya keluar dari tubuh. Namun, apakah dunia medis sependapat dengan kisah-kisah tersebut? Ini dia penjelasannya.

Sebenarnya, apa itu koma?

Dilihat dari sudut pandang sains, koma adalah kondisi hilangnya kesadaran dalam waktu yang lama. Koma biasanya disebabkan oleh cedera atau trauma serius, penyakit, atau racun. Hal-hal tersebut mengakibatkan pembengkakan atau perdarahan jaringan otak. Karena pembengkakan tersebut, otak dalam tengkorak jadi terhimpit sehingga tekanan dalam otak meningkat drastis. Darah dan oksigen pun jadi terhambat masuk ke otak.

Pada tahap ini, fungsi otak sudah terganggu. Otak jadi tak mampu membuang sisa cairan dan zat beracun keluar dari tubuh. Akibatnya, cairan tersebut akan menggenang di otak. Inilah yang menyebabkan seseorang hilang kesadaran dan koma, tetapi masih hidup.

Bagaimana keadaan pasien saat sedang koma?

Berbeda dengan tidur, pasien koma tak bisa dibangunkan. Ini karena pasien tidak dapat merasakan atau merespon rangsangan dari luar (misalnya suara dan sentuhan) maupun kebutuhan jasmaninya sendiri (seperti makan dan buang air kecil).

Akan tetapi, perlu diingat bahwa cara kerja kesadaran manusia begitu rumit dan misterius. Kesadaran manusia tidak bisa diukur secara konkret dan belum ada teknologi yang bisa membaca benak maupun kesadaran seseorang.

Meski ada sebagian kecil penyintas koma yang melaporkan bahwa ia bisa mengingat dan menyadari yang terjadi di sekitarnya ketika koma, tak ada cara untuk membuktikan kesaksian tersebut. Namun, belum terbukti bukan berarti hal itu mustahil.

Jadi, mungkinkah pasien koma masih sadar?

Definisi kesadaran sendiri masih diperdebatkan para dokter dan ilmuwan. Sederhananya, kesadaran bisa diartikan sebagai ada atau tidaknya (atau seberapa banyaknya) aktivitas otak. Pasien yang menunjukkan tanda kesadaran berarti otaknya masih berfungsi dan beraktivitas, walaupun sangat minim.

Bisa jadi pasien hanya bisa sebatas mendengar hal-hal di sekitarnya, tapi otaknya tak mampu memahami mengapa ia berada di situ dan apa yang terjadi pada dirinya. Pada kasus yang berbeda, pasien koma menunjukkan adanya pergerakan jari atau produksi suara yang sangat lirih.

Dalam kasus-kasus tersebut, kesadaran pasien mungkin sudah mulai kembali, tetapi belum sepenuhnya mampu merespon seperti membuka mata atau bicara. Menurut para ahli, ini karena tak ada batasan yang jelas antara kesadaran penuh dan hilangnya kesadaran. Jadi, sangat sulit untuk membedakan apakah pasien koma masih sadar atau tidak.

Apa yang bisa dilakukan dokter untuk membantu pasien koma?

Kunci dari kesembuhan (atau nyawa) pasien adalah kesembuhan otaknya. Sebagai organ vital, otak adalah pusat dari segala fungsi tubuh. Maka yang bisa dilakukan dokter pada otak pasien adalah mencegah pembengkakan lebih lanjut, menyedot cairan, menyuplai oksigen, memperbaiki jaringan yang rusak, dan menindak bagian yang kerusakannya sudah terlalu parah.

Harapan hidup pasien koma

Setiap pasien memiliki komplikasi dan kondisi fisik yang berbeda-beda. Maka, tidak ada angka pasti yang bisa menentukan harapan hidup pasien. Biasanya harapan hidup semakin besar bila cedera atau trauma yang dialami tak terlalu parah, tidak terlambat ditangani, dan tubuh pasien merespon pengobatan dan tindakan medis yang diberikan dengan baik.

Dokter akan mengedukasi keluarga dan kerabat dekat soal kondisi serta harapan hidup pasien. Jadi, sebaiknya selalu konsultasikan langsung pada dokter jika Anda punya pertanyaan terkait kondisi pasien.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, ada pemicu reaksi alergi lain yaitu golongan obat antibiotik. Cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Cara Mengatasi Alergi Obat yang Tepat dan Perawatannya

Jangan biarkan alergi mengganggu aktivitas harian Anda. Ketahui cara cepat mengatasi alergi obat yang kambuh sekaligus perawatan kondisinya di rumah.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

terapi urine minum air kencing

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit
efek samping paracetamol ibuprofen

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Mendengarkan Suara Hujan Bikin Mengantuk?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Gladys Mangkuliguna
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 3 menit
alergi paracetamol

Alergi Paracetamol

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit