Awas, Keseringan Pakai Obat Kumur Dapat Tingkatkan Risiko Diabetes

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Selain menyikat gigi, menggunakan obat kumur mungkin juga menjadi bagian dari rutinitas Anda untuk memelihara kebersihan gigi. Namun sepertinya Anda harus lebih berhati-hati lagi. Pasalnya, beberapa penelitian melaporkan bahwa terlalu sering berkumur dengan obat kumur dapat meningkatkan risiko Anda terkena diabetes. Lho, kenapa?

Hubungan antara obat kumur dan risiko diabetes

Dirangkum dari survey The San Juan Overweight Adults Longitudinal Study (SOALS) yang dimuat dalam laman NCBI, kebiasaan menggunakan obat kumur 2 kali sehari dilaporkan meningkatkan risiko diabetes hingga sebesar 55% ketimbang hanya berkumur satu kali sehari.

Temuan ini diperoleh setelah mengamati 1.206 orang obesitas yang berusia 40-65 tahun. Peneliti juga memperhitungkan jenis kelamin, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, ukuran lingkar pinggang, konsumsi alkohol, tensi darah (apakah masih prahipertensi atau sudah memiliki hipertensi), riwayat diabetes dan penyakit kardiovaskuler, status sosial ekonomi, pola makan, pola tidur, kondisi kesehatan gigi dan mulut, hingga obat-obatan yang sedang dikonsumsi.

Sebuah penelitian lain yang dilakukan oleh Rakesh P. Patel dan rekannya dari Department of Pathology and Centre for Free Radical Biology di University of Alabama, Birmingham melaporkan bahwa orang-orang yang obesitas dan berisiko terkena diabetes dapat memperburuk kondisinya apabila rutin menggunakan obat kumur.

Mengapa keseringan pakai obat kumur dapat meningkatkan risiko diabetes?

Banyak produk obat kumur di pasaran yang mengandung bahan-bahan antibakteri seperti berikut ini:

  • Chlorhexidine
  • Cetylpyridinium chloride
  • Triclosan
  • Alkohol
  • Fluoride
  • Peroxide

Bahan-bahan aktif ini bekerja membunuh bakteri yang menyebabkan radang gusi dan kerusakan gigi. Namun di sisi lain, senyawa kimia tersebut juga sekaligus menghancurkan bakteri baik dalam mulut yang penting untuk membentuk nitrat monoksida (NO). Dalam tubuh, nitrat monoksida membantu mengatur produksi insulin.

Ketika koloni bakteri baik ini dimatikan, kerja tubuh untuk memproduksi insulin dan mengatur kadar gula dalam darah dapat terganggu. Resistensi insulin adalah salah satu faktor risiko dari perkembangan diabetes.

Pakai obat kumur jangan berlebihan

Sejumlah penemuan ini cukup mengkhawatirkan karena begitu banyak orang yang rutin menggunakan obat kumur untuk menjaga kebersihan mulut dan giginya. Terlebih, obat kumur termasuk mudah dibeli dan dijual di mana saja. Meski begitu, tidak ada bukti yang benar-benar dapat menunjukkan hubungan sebab-akibat antara berkumur dengan mouthwash otomatis membuat Anda terkena diabetes. Penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan.

Satu hal yang pasti, faktor risiko terbesar dari diabetes adalah gaya hidup tidak sehat. Pola makan tinggi lemak, gula, dan garam serta minimnya aktivitas fisik dapat mengacaukan metabolisme tubuh yang berpengaruh pada pengaturan kadar gula darah.

Akan tetapi, selalu lebih baik untuk mencegah daripada mengobati. British Dental Association menyarankan bahwa menggunakan obat kumur cukup sehari sekali, dan sebenarnya tidak perlu setiap hari. Yang harus lebih ditekankan adalah bagaimana Anda memelihara kesehatan gigi Anda dengan:

  • Menggosok gigi dua kali sehari, pagi hari setelah makan dan malam hari menjelang tidur
  • Menggunakan pasta gigi yang mengandung flourida untuk melindungi gigi
  • Menggosok gigi dengan teknik yang benar, bersihkan juga bagian lidah

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca