5 Penyebab Dada Terasa Nyeri Saat Makan

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan

Jika Anda sedang membaca tulisan ini, kemungkinan besar Anda pernah merasakan nyeri dada saat makan, minum, atau menelan. Nyeri dada biasanya terjadi pada bagian tengah dada, persisnya di atas lambung atau perut Anda. Beberapa orang juga mengeluhkan sakitnya terasa pada punggung. Kondisi ini bisa menyerang siapa pun tanpa memandang jenis kelamin atau rentang usia tertentu. Banyak orang langsung merasa takut kalau nyeri dada tersebut disebabkan oleh gangguan pada jantung. Padahal, ada berbagai alasan lain mengapa dada bisa terasa sakit, terutama saat Anda menelan makanan atau minuman. Untuk mencari tahu berbagai kemungkinan penyebabnya, simak penjelasan di bawah ini.  

BACA JUGA: Langkah-langkah Menolong Orang yang Tersedak

Penyebab nyeri dada saat makan

Apabila rasa nyeri muncul ketika Anda menelan makanan, kemungkinan terbesarnya adalah adanya gangguan pada kerongkongan Anda. Kerongkongan, yang juga dikenal dengan istilah esofagus, menghubungkan tenggorokan Anda dengan lambung. Gangguan pada organ-organ tubuh tersebut bisa menimbulkan rasa sakit yang membakar pada dada. Cari tahu selengkapnya soal berbagai penyebab nyeri dada saat makan berikut ini.

1. Penyakit asam lambung

Penyakit yang juga dikenal dengan istilah gastroesophageal reflux disease atau GERD ini cukup umum terjadi. Saat Anda makan, makanan akan masuk ke lambung melalui saluran kerongkongan. Supaya makanan di lambung tidak naik lagi, kerongkongan akan menutup sendiri dengan serat-serat otot. Apabila serat-serat otot tidak menutup lambung dengan sempurna, isi lambung pun akan naik kembali menuju kerongkongan setelah ditelan dan inilah yang menyebabkan nyeri dada saat makan. Salah satu penyebab serat otot tidak menutup dengan sempurna adalah kelebihan asam lambung.

2. Radang kerongkongan

Penyakit ini disebabkan oleh iritasi atau peradangan pada kerongkongan. Penyebabnya pun bermacam-macam, mulai dari virus dan bakteri hingga efek samping obat-obatan. Dalam beberapa kasus, radang kerongkongan juga bisa diakibatkan oleh penyakit asam lambung. Perhatikan kalau Anda mengalami nyeri dada saat makan yang disertai dengan sakit tenggorokan, mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, dan demam. Jika rasa sakitnya tak kunjung hilang dan Anda bahkan tak bisa meneguk air sedikit pun, sebaiknya segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

3. Akalasia

Otot-otot pada kerongkongan seharusnya berkontraksi dan mengendur sesuai dengan aktivitas pencernaan. Jika otot kerongkongan tidak mengendur untuk membiarkan makanan yang ditelan masuk ke lambung, makanan pun akan tersangkut pada kerongkongan dan menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa. Inilah yang terjadi saat Anda menderita penyakit akalasia. Biasanya penyakit ini ditandai dengan gejala seperti napas bunyi, mual, muntah, dan batuk.

4. Kanker esofagus

Pada tahap awal, kanker esofagus belum begitu tampak gejalanya. Namun, seiring berjalannya waktu nyeri dada saat makan akan muncul lebih sering dan lebih menyakitkan. Ini karena kerongkongan Anda akan terus menyempit. Pada tahap lanjut, bahkan untuk minum pun sangat sulit. Untuk membantu makanan masuk melalui kerongkongan, tubuh pun memproduksi air liur lebih banyak sehingga pasien kanker esofagus biasanya mengeluhkan produksi air liur berlebihan. Gejala lainnya meliputi batuk yang tak kunjung sembuh, nyeri tulang, muntah, cegukan, dan perdarahan kerongkongan.  

5. Asma

Penyakit asam lambung berkaitan erat dengan penyakit asma. Ini karena sistem pernapasan (mulut, hidung, paru-paru, dan tenggorokan) saling berhubungan atau terletak dekat dengan kerongkongan. Orang yang mengidap penyakit asam lambung memiliki kemungkinan tinggi menderita asma, begitu juga sebaliknya. Maka, pada beberapa kasus nyeri dada saat menelan akan diikuti dengan sesak napas atau bahkan serangan asma.

Saat ada terlalu banyak asam lambung dalam tubuh, saraf-saraf pada ujung kerongkongan yang bersentuhan dengan faring (tenggorokan) akan ikut terganggu. Akibatnya, otak pun menangkap sinyal ini dan memerintahkan paru-paru untuk memproduksi lebih banyak lendir pada saluran pernapasan. Akhirnya lendir tersebut menghalangi aliran oksigen menuju paru-paru dan menyebabkan serangan asma.

BACA JUGA: Mengungkap Manfaat Udara dan Air Laut Bagi Penderita Asma 

Mungkinkah serangan jantung?

Kadang nyeri dada saat makan sering disalahartikan sebagai angina atau serangan jantung. Untuk membedakan keduanya, perhatikan gejala yang Anda alami. Rasa nyeri dari serangan jantung biasanya akan menyebar hingga ke lengan dan pundak kiri, leher, bahkan rahang. Serangan jantung juga bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika Anda sedang tidak makan atau minum sesuatu.

BACA JUGA: 6 Gejala Serangan Jantung pada Wanita

Sementara itu, nyeri dada saat makan biasanya terpicu saat Anda makan makanan pedas, berlemak, atau keras. Nyeri dada karena masalah kerongkongan juga bisa muncul kalau Anda berganti posisi yang menyebabkan pergerakan pada isi lambung, misalnya berbaring atau membungkuk. Anda juga akan merasakan sensasi asam pada mulut. Namun, jika rasa sakitnya tak tertahankan dan Anda tidak yakin apa penyebabnya, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat atau pergi ke instalasi gawat darurat.

Share now :

Direview tanggal: Desember 15, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 7, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca