Kenapa Perempuan Mudah Sakit Saat Sedang Menstruasi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menstruasi selalu dialami semua wanita setiap bulannya. Namun, setiap bulan itu pula menstruasi selalu diiringi dengan nyeri perut bahkan terkadang membuat tubuh lemas sehingga mudah terserang penyakit. Jika hal ini sering Anda alami, pasti akan timbul pertanyaan dalam benak Anda: sebenarnya, apa penyebab seorang wanita bisa jadi mudah sakit saat haid?

Kenapa wanita jadi mudah sakit saat haid?

Bagi kebanyakan wanita, menstruasi bisa dengan mudah mengubah suasana hati dalam sekejap. Bagaimana tidak? Saat Anda mengalami menstruasi, tubuh mendadak lemas, perut terasa nyeri, bahkan tak jarang sampai menurunkan kesehatan tubuh alias jadi mudah terserang penyakit.

Sakit kepala, demam, flu, dan batuk, adalah beberapa kondisi yang sering kali dialami wanita saat sedang menstruasi. Akhirnya, hal ini membuat Anda uring-uringan seharian karena mengganggu semua rencana yang telah tersusun rapi.

Jika Anda mengalami hal ini, jangan panik dulu. Menurut Dr. Nieca Goldberg, seorang direktur medis di Joan H. Tisch Center for Women’s Health di NYU Langone Medical Center, kondisi tubuh yang melemah hingga mengakibatkan sakit saat haid dilatarbelakangi oleh adanya perubahan hormon dalam tubuh.

Pasalnya, memasuki periode menstruasi maka kadar hormon estrogen di dalam tubuh mengalami penurunan. Padahal, estrogen berperan dalam membantu mengaktifkan bagian otak yang mengatur rasa sakit. Itu sebabnya, semakin rendah kadar estrogen dalam tubuh, maka semakin lemah pula kemampuan otak dalam meredakan rasa sakit.

Disamping itu, ada pendapat lain yang mengatakan kalau penyebab seorang wanita mudah sakit saat haid yakni karena adanya pelepasan prostaglandin, yakni zat kimia yang mengakibatkan kontraksi pada uterus guna mengeluarkan darah selama menstruasi.

Produksi prostaglandin dalam tubuh biasanya akan meningkat memasuki masa menstruasi, tujuannya untuk mendorong darah keluar dari rahim. Nah, peningkatan prostaglandin inilah yang dapat memicu kram perut, diare, mual, muntah, dan rasa tidak nyaman lainnya.

Selain itu, prostaglandin juga diyakini memiliki andil terhadap naik turunnya suhu tubuh Anda. Mungkin ini salah satu alasan yang menyebabkan wanita terserang demam saat sedang menstruasi.

Bagaimana cara untuk mencegah sakit saat haid?

Sebenarnya, sakit yang hanya muncul saat sedang menstruasi akan pulih dan hilang sendirinya setelah masa haid berakhir. Namun, tidak ada salahnya bila Anda ingin mencegah datangnya penyakit agar tubuh tetap fit selama menstruasi. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan yaitu:

1. Kenali waktu menstruasi Anda

telat haid

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk mencegah sakit memasuki masa haid, adalah dengan mengenali pola menstruasi Anda. Jadi, Anda harus mengetahui kapan siklus menstruasi Anda dimulai, dan kapan biasanya tubuh mulai melemah hingga kemudian Anda jatuh sakit.

Dr. Rashmi Halker seorang asisten profesor neurologi di Mayo Clinic Arizona, menjelaskan bahwa wanita dengan siklus menstruasi yang teratur akan lebih mudah untuk diprediksi mulai muncul rasa sakit, sehingga Anda bisa lebih bersiap-siap sebelum tubuh lemas mendadak.

2. Makan makanan yang bergizi

kulit sehat, awet muda

Saat Anda makan sumber makanan yang sehat, tidak hanya akan memberi energi bagi tubuh, tapi juga menyediakan nutrisi yang baik bagi sel-sel dan organ dalam tubuh. Singkatnya, zat gizi yang terpenuhi dengan baik dari makanan bisa membantu menjaga kesehatan tubuh Anda menjelang masa menstruasi.

Tidak hanya itu, dengan memerhatikan makanan yang dikonsumsi, bisa membantu Anda untuk mencegah kemungkinan terserang penyakit yang berasal dari makanan – misalnya sakit perut dan diare.

3. Konsumsi vitamin

vitamin kecantikan

Minum vitamin bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah sakit saat haid. Pasalnya, vitamin bisa membantu mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh yang mungkin belum dapat terpenuhi dari sumber makanan.

Selain itu, beberapa jenis vitamin – seperti vitamin C dan E – juga bisa membantu memperkuat ketahanan sistem kekebalan tubuh, sehingga bisa mendukung pencegahan penyakit.

4. Istirahat yang cukup

tidur siang saat puasa

Tidak dapat dipungkiri kalau tidur yang berkualitas menempati peran penting tidak hanya dalam kinerja harian, tapi juga untuk menjaga tubuh dalam kondisi yang sehat.

Sebab, tanpa disadari ternyata  tidur membantu tubuh dalam menjaga keseimbangan hormon yang mungkin berubah-ubah menjelang masa haid, hingga menjaga sistem kekebalan tubuh guna melindungi tubuh dari serangan infeksi dan zat berbahaya lainnya.

Maka itu, penting untuk mulai tidur dan bangun tepat waktu, tidak hanya menjelang masa menstruasi, tapi juga setiap harinya.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca