Anda Mudah Memar? Awas, Bisa Jadi Gejala Penyakit Tertentu

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update April 20, 2020
Bagikan sekarang

Memar mungkin adalah salah satu kondisi yang sering disepelekan banyak orang. Pasalnya, memar bisa muncul tanpa Anda ketahui sebabnya dan biasanya akan hilang sendiri tanpa diobati. Padahal, beberapa orang cenderung lebih mudah memar dan ternyata gejala ini tidak bisa disepelekan begitu saja. Memar sendiri adalah gangguan pada kulit yang ditunjukkan dengan munculnya bercak pada permukaan kulit berwarna menjadi biru atau ungu kehitaman. Hal ini terjadi karena pembuluh darah kapiler yang sangat kecil mengalami kerusakan atau cedera sehingga sel darah merah pun merembes keluar. Dalam dunia kedokteran, gangguan ini dikenal dengan istilah kontusio. 

Berbagai penyebab mudah memar

Jika Anda termasuk orang yang mudah mengalami memar-memar, terutama tanpa alasan yang jelas seperti terbentur, Anda mungkin perlu berhati-hati. Mudah memar ternyata berisiko menandakan gejala penyakit tertentu, apalagi jika memar yang muncul disertai dengan keluhan lainnya. Untuk mencari tahu penyebab Anda mudah mengalami memar, perhatikan berbagai kondisi berikut ini.

1. Penuaan

Faktor usia bisa jadi salah satu penyebab Anda mudah memar. Semakin bertambah usia Anda, kulit akan semakin kehilangan lapisan lemak yang bisa melindungi Anda dari benturan. Kulit pun jadi semakin menipis karena produksi kolagen mulai menurun. Akibatnya, kulit Anda jadi lebih sensitif. Anda tidak harus terbentur cukup keras sampai memar muncul, tersenggol sedikit saja mungkin sudah menimbulkan memar sehingga Anda tidak menyadari dari mana memar tersebut berasal.

2. Leukimia

Penyakit kanker ini menyerang sel darah merah. Salah satu gejala yang ditimbulkan adalah munculnya memar-memar pada tubuh, seperti di punggung. Ini terjadi karena penderita leukimia kekurangan keping darah. Keping darah ini bertugas untuk mengubah darah dari cair menjadi gumpalan. Oleh sebab itu, penderita leukimia jadi sangat mudah berdarah dan memar karena darahnya yang sangat encer. Leukimia adalah salah satu jenis kanker dengan harapan hidup yang relatif rendah, apalagi jika terlambat dideteksi atau tidak segera ditangani.  

3. Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit turunan yang menyebabkan darah seseorang sangat sulit menggumpal karena kekurangan jenis protein tertentu. Pada setiap penderita hemofilia, tingkat keseriusannya berbeda-beda. Ada beberapa orang yang mudah memar tanpa sebab, tapi ada juga yang mudah memar jika tubuhnya menyenggol atau terbentur sesuatu. Penyakit ini termasuk langka di Indonesia. Menurut Yayasan Hemofilia Indonesia, prevalensinya hanyalah 4 dari 1 juta orang. Namun, hemofilia bisa mengancam nyawa.  

4. Kurang keping darah

Kondisi seseorang yang kekurangan keping darah disebut dengan trombositopenia. Biasanya dalam keadaan sehat, Anda akan menampung sekitar 150.000 hingga 450.000 keping darah (trombosit). Jika angka trombosit Anda berada di bawah rentang tersebut, maka Anda mengalami trombositopenia. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, misalnya anemia, infeksi virus, konsumsi alkohol berlebihan, leukimia, obat-obatan kemoterapi, kehamilan, dan faktor keturunan. Jika Anda mengalami trombositopenia, Anda cenderung memiliki memar atau ruam pada kulit karena darah yang encer mudah merembes keluar dari pembuluh darah kapiler.

5. Olahraga atau aktivitas fisik yang berlebihan

Ketika Anda memaksa otot-otot untuk bekerja secara berlebihan, misalnya saat Anda berolahraga berat, pembuluh darah bisa pecah dan timbullah memar-memar pada kulit. Biasanya ini terjadi pada orang yang sering mengangkat beban berat. Serat-serat otot yang sobek karena aktivitas fisik yang berlebihan juga bisa menyebabkan memar. Di samping itu, ketika Anda sedang berolahraga atau beraktivitas secara intens, secara tidak sadar Anda mungkin mengalami benturan dengan benda tumpul.

6. Konsumsi obat

Jenis obat-obatan tertentu bisa menyebabkan Anda mudah memar. Aspirin, obat antikoagulan (mencegah penggumpalan darah), prednison, pil KB, dan obat antiplatelet dapat meningkatkan risiko munculnya memar-memar pada kulit. Ini karena obat-obatan tersebut memberikan efek melemahnya dinding-dinding pembuluh darah. Untuk menghindari efek samping tersebut, sebaiknya konsultasikan kondisi Anda pada dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu.

7. Purpura dermatitis

Gangguan pada pembuluh darah ini umumnya ditemui pada orang lanjut usia (lansia). Memar-memar yang berwarna ungu kemerahan akan muncul, terutama pada permukaan kulit tulang kering. Ini terjadi karena darah merembes keluar dari pembuluh darah kapiler. Pada beberapa lansia, memar yang muncul bisa disertai dengan rasa gatal.

8. Kekurangan vitamin C

Penyakit scurvy disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Salah satu dampak dari kekurangan vitamin C adalah melemahnya dinding-dinding pembuluh darah sehingga Anda jadi lebih mudah mengalami perdarahan dan memar-memar tanpa sebab yang jelas. Produksi kolagen pun akan terhambat dan kulit Anda jadi lebih sensitif terhadap trauma yang disebabkan oleh pukulan atau benturan.

9. Diabetes tipe 2

Penyakit yang biasanya muncul ketika seseorang telah dewasa ini juga dikenal sebagai kencing manis. Untuk mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh, biasanya dokter akan menganjurkan suntik insulin. Hal ini berisiko menyebabkan resistensi terhadap insulin. Salah satu gejalanya adalah muncul memar-memar karena pembuluh darah yang rusak. Selain itu, memar-memar yang dialami penderita diabetes memang lebih sulit sembuh jadi pada tubuh Anda bisa terdapat banyak memar.

BACA JUGA:

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Penjelasan Tentang Munculnya Lebam Pada Tubuh Orang yang Meninggal

    Tubuh mengalami banyak perubahan setelah meninggal, termasuk menunjukkan warna yang menyerupai lebam. Lantas, apakah hal ini wajar?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Diah Ayu
    Hidup Sehat, Fakta Unik Januari 13, 2020

    Sebenarnya, Perlukah Pakai Asam Lemak Esensial untuk Merawat Wajah?

    Minyak yang mengandung asam lemak esensial digunakan sebagai produk perawatan untuk kulit wajah. Sebenarnya, perlukah Anda menggunakannya?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Aprinda Puji
    Hidup Sehat, Kecantikan Desember 1, 2019

    4 Tips Mudah Mengurangi Makan Garam Agar Tak Kena Hipertensi

    Katanya, makanan tanpa garam tak sedap. Namun, jika makan garam terlalu banyak bikin tekanan darah naik. Lalu, bagaimana cara mengurangi makan garam?

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
    Hipertensi, Health Centers November 15, 2019

    10 Cara Mencegah Diabetes yang Bisa Dilakukan Mulai Hari Ini

    Anda bisa mencegah penyakit diabetes. Namun, apa saja tindakan pencegahan diabetes yang bisa Anda lakukan? Baca lebih jelasnya di sini.

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh Risky Candra Swari
    Diabetes, Health Centers November 14, 2019

    Direkomendasikan untuk Anda

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Ihda Fadila
    Tanggal tayang April 22, 2020
    Hati-hati, Kenali Tanda Luka Anda Telah Terinfeksi

    Hati-hati, Kenali Tanda Luka Anda Telah Terinfeksi

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang April 19, 2020
    Jenis-jenis Luka dan Penanganan Pertama yang Sesuai

    Jenis-jenis Luka dan Penanganan Pertama yang Sesuai

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh Winona Katyusha
    Tanggal tayang April 19, 2020
    Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

    Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

    Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh Fidhia Kemala
    Tanggal tayang Februari 16, 2020