Microgreens, Sayuran Hijau Mungil yang Punya Segudang Nutrisi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 01/05/2018 . 3 mins read
Bagikan sekarang

Membeli sayur-sayuran di tukang sayur atau di pasar dekat rumah memang lebih praktis, tapi pernahkah terbayang untuk menanam sendiri sayuran di rumah? Tidak perlu lahan yang luas, karena beberapa jenis sayuran hijau ukurannya amat mini sehingga bisa Anda tanam di pot kecil cantik. Sayuran hijau mungil itu disebut dengan microgreens alias vegetables confetti atau micro herb. Yuk, berkenalan lebih lanjut dengan geng sayuran mungil ini!

Apa itu microgreens?

Microgreens adalah bibit sayuran yang dipanen saat masih sangat muda, berkisar 7-14 hari setelah mulai berkecambah dan muncul daun mudanya. Tergantung dari jenisnya, sayuran microgreen umumnya memiliki rasa yang eksotis dan menyengat — bisa netral, pedas, pahit, asam, atau bahkan bercita rasa rempah yang kuat.

Yang umumnya termasuk sayuran microgreens adalah bayam, arugula, lobak, kemangi, seledri, selada air, ketumbar, peterseli, seledri, kucai, daun bawang, kubis, kembang kol, bit, dan brokoli. Beberapa jenis kacang, seperti kacang polong dan kacang Arab juga termasuk microgreens.

Karena ukurannya mini, microgreen dapat Anda tanam sendiri di rumah sekaligus menjadi tanaman penghias ruangan. Sayuran mungil ini juga bisa dibeli versi siap olahnya di pasar atau supermarket terdekat.

Manfaat kesehatan dari microgreens

Sayuran hijau mungil ini dipercaya lebih bergizi daripada versi sayuran dewasanya yang dipanen ketika “cukup umur”. Selain itu, sayuran hijau mini ini juga kaya akan enzim, sehingga lebih mudah untuk dicerna. Pada sayuran dewasa, sejumlah kandungan nutrisi ini bisa menyusut porsinya karena terus dipakai selama sayuran tersebut bertumbuh.

Sayuran muda masih mengandung vitamin, mineral, antioksidan, betakaroten, minyak nabati, dan protein yang lebih lengkap daripada sayuran dewasa. Kandungan antioksidan tinggi dalam sumber makanan nabati telah terbukti bermanfaat untuk kesehatan dan mencegah berbagai penyakit kronis — seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga kanker. Ambil contoh antioksidan polifenol yang dapat menurunkan kadar LDL dan trigliserida, serta menurunkan risiko penyakit Alzheimer.

Terlebih, risiko kontaminasi bakteri pada sayuran microgreens lebih kecil dibandingkan kecambah atau tanaman dewasa lainnya. Microgreen tidak tumbuh di media air yang mengurangi potensi perkembangan bakteri. Bagian sayur yang dikonsumsi juga sebatas daun dan batangnya saja, tidak sampai ke akar.

Meski begitu, masih diperlukan lebih banyak lagi penelitian mengenai manfaat microgreen untuk kesehatan.

Bagaimana mengolah microgreens untuk menu makan sehari-hari?

Ada banyak cara memasukkan microgreens dalam menu makan Anda, misalnya:

  • Menambahkannya sebagai taburan untuk salad, sup, dan omelet.
  • Mencampurnya menjadi smoothies atau jus.
  • Menggunakannya sebagai hiasan (garnish) di hidangan utama.
  • Menambahkannya ke dalam burger, sandwich, atau taco.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Makan Sayur yang Sama Setiap Hari?

Makan sayur yang sama setiap hari mungkin kerap dilakukan oleh Anda yang hanya gemar beberapa jenis sayuran. Namun, apakah itu baik untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Nutrisi, Hidup Sehat 07/03/2020 . 4 mins read

Tak Hanya Kaya Vitamin, Ini 5 Manfaat Labu Air Bagi Kesehatan

Rasanya yang tawar membuat labu air tidak banyak digemari. Padahal, konsumsi labu air juga dapat memberikan banyak manfaat bagi kesehatan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 21/02/2020 . 4 mins read

Siomay vs Batagor: Mana yang Lebih Sehat Dimakan?

Siomay dan batagor memang memanjakan lidah. Namun, pernahkah Anda terpikir mana yang lebih sehat dari kedua makanan ini? Yuk, cari tahu di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 06/02/2020 . 4 mins read

Sudah Osteoporosis, Masih Bisakah Minum Susu untuk Menguatkan Tulang?

Susu disebut sebagai minuman wajib untuk menjaga kesehatan tulang. Namun jika tulang sudah telanjur keropos, apakah susu masih efektif untuk menguatkannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Osteoporosis, Health Centers 12/01/2020 . 6 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

sayur untuk anak 1 tahun

5 Jenis Sayur yang Cocok untuk Anak Usia 1 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . 4 mins read

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . 5 mins read
makan sayuran

Tips Makan Sayuran Agar Mudah Dicerna oleh Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . 4 mins read
makanan sahur untuk ibu hamil

6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 5 mins read