Masuk Angin Sebenarnya Penyakit Apa, Sih?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Siapa sih yang tidak tahu “penyakit” satu ini? Meski tidak ada istilah medisnya dan tidak dikenal di dunia kedokteran, masuk angin adalah “penyakit” paling terkenal di Indonesia. Para dokter pun menganggap ini sebagai mitos, meskipun banyak sekali orang yang mengaku sering menderitanya. Anda bisa mengeceknya di internet atau bertanya ke teman-teman Facebook Anda dari belahan dunia lain, dan Anda akan menemukan bahwa masuk angin itu cuma ada di Indonesia.

Masuk angin sendiri sering didefinisikan sebagai rasa “tidak enak badan” akibat banyaknya angin yang masuk ke dalam tubuh. Bisa karena terlalu lama di ruangan ber-AC, sering menghabiskan waktu untuk kegiatan outdoor, atau sering hujan-hujanan.

Kondisi ini diyakini banyak orang Indonesia sebagai penyakit sungguhan, tapi sampai sekarang belum ada bukti medis yang cukup untuk mendukung klaim ini. Belum lagi masuk angin ini mirip penyakit flu/influenza, karena memiliki gejala dan penyebab yang sama.

Masuk angin menurut dokter

Meskipun dalam dunia kedokteran dianggap mitos, secara medis menurut ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, dr. Mulia Sp. PD seperti dikutip dari Kompas.com, istilah masuk angin ini merupakan kondisi di mana seseorang merasa pegal, kembung, atau perut terasa penuh, tidak bisa berhenti buang angin, mual, batuk, flu, merasa kedinginan, serta demam.

Menurut dr. Mulia, orang Indonesia biasanya mulai merasa masuk angin apabila salah satu dari gejala tersebut muncul. “Istilah masuk angin tidak ada dalam literatur kedokteran. Jadi masuk angin itu hanya sebutan orang Indonesia bagi kumpulan gejala tadi,” ujarnya.

Karena gejala dan penyebabnya bermacam-macam, cara penanganannya pun beragam. Tidak bisa disamakan antara gejala satu dan lainnya.

Umumnya ketika kita merasa masuk angin, cara menanganinya adalah dengan kerokan. Kalau kata orang-orang supaya anginnya “keluar”. Sayangnya dari sudut pandang medis, kerokan tidak begitu membantu dan malah membuka dan memperlebar pori-pori tubuh. Belum lagi kalau gejala yang dirasakan seperti perut kembung gara-gara telat makan, kerokan jadi tidak membantu sama sekali, karena hanya dilakukan pada bagian kulit.

Mulia pun menjelaskan, sebagai pengobatan masuk angin, kerokan tidak dianjurkan dalam standar kedokteran medis. “Harus dicari dulu penyebabnya baru diberi penanganan yang sesuai. Apabila gejala masuk angin masih ada setelah beberapa hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter,” tandasnya.

Masuk angin bisa jadi tanda penyakit lainnya

Dalam sebuah blog yang ditulis seorang dokter umum di Rengat, Provinsi Riau, yang bernama Dr. Kosasi pada 2015 lalu, berdasarkan hasil pengamatan dan pengalamannya sebagai tenaga medis, bukan penelitian yang bersifat ilmiah, penyakit masuk angin itu memang tidak ada.

Gejala atau kondisi yang sudah dijelaskan sebelumnya memang membuat seseorang merasa kalau dirinya masuk angin. Tapi menurut dr. Kosasi, kondisi atau gejala tersebut mempunyai penyebab tersendiri dan bisa jadi tanda penyakit lainnya.

Yang paling sering kita rasakan ketika masuk angin adalah demam ringan dan di saat bersamaan kita pilek. Biasanya, sih, karena terlalu lama di ruangan ber-AC atau berlama-lama di outdoor. Menurut dr. Kosasi, kondisi ini sebenarnya adalah awal dari penyakit influenza atau flu.

Sendawa yang keluar setelah ada bagian-bagian tubuh yang dipijat juga jadi tanda mengapa kita merasa masuk angin, seperti ketika memijat lengan atas atau bawah dan bagian tubuh lainnya.

“Fenomena unik ini tentu membuat kita sangat yakin bahwa kita sedang ‘masuk angin’. Apa sesungguhnya penyebab keluhan ini? Keluhan sendawa jika badan kita dipijat bisa disebabkan beberapa kemungkinan penyakit. Pertama, terjepitnya urat saraf di daerah punggung dekat tulang belikat. Lalu, kelebihan kadar lemak darah atau trigliserid (hipertrigliseridemia),” tulis dr. Kosasi dalam blognya di Kompasiana.com.

Beliau pun juga menyarankan, berhubung masuk angin tidak dikenal dan tidak pernah diajarkan dalam ilmu kedokteran pada umumnya, maka para dokter perlu bertanya lebih lanjut dan detail saat berhadapan dengan pasien yang mengeluh masuk angin, ketika memeriksakan diri ke dokter.

“Informasi yang lengkap dan rinci tentang apa saja yang Anda alami, sangat berguna bagi Anda dan dokter untuk menyimpulkan apa sesungguhnya penyakit yang membuat Anda ‘masuk angin’,” tandasnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

4 Jenis Obat Meriang yang Bisa Dibeli di Apotek

Meriang atau tidak enak badan memang bisa terjadi pada siapa pun secara tiba-tiba. Untuk mengatasinya, lihat pilihan obat meriang di apotek berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 14 Agustus 2020 . Waktu baca 5 menit

Cara Alami Atasi Demam Anak Sebelum Pergi ke Dokter

Demam pada anak adalah tanda tubuh sedang melawan bakteri. Anda cukup melakukan cara alami ini untuk mengatasi demam pada anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Kesehatan Anak, Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Kejang Demam (Step) pada Anak, Apa yang Harus Dilakukan?

Wajar bila orangtua panik saat bayi atau balitanya mendadak step alias kejang saat demam. Tapi sebenarnya, kondisi ini tak seburuk kelihatannya, kok.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Tips Parenting 21 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Benar Kena Air Hujan Bisa Bikin Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
bra kawat

Mana yang Lebih Sehat Buat Payudara: Bra Biasa Atau Berkawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
sinusitis kronis

Berbagai Tips Seputar Pencegahan Sinusitis yang Wajib Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
obat yang aman untuk ibu menyusui

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit