Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Membedakan Gejala Masuk Angin Pada Anak-Anak dan Orang Dewasa

Membedakan Gejala Masuk Angin Pada Anak-Anak dan Orang Dewasa

Katanya, sering keluar malam, hujan-hujanan, terlalu lama di ruangan ber-AC, dan telat makan bisa bikin masuk angin. Lantas, apakah gejala masuk angin cuma badan meriang dan serta perut kembung saja? Belum tentu, lho!

Masuk angin itu “penyakit”nya orang Indonesia saja

Masuk angin sering didefinisikan sebagai rasa “tidak enak badan” akibat banyaknya angin yang masuk ke dalam tubuh. Faktanya, tidak ada penyakit “masuk angin” dalam dunia medis lokal dan internasional.

Dilansir dari Kompas, dr. Mulia Sp. PD, spesialis penyakit dalam yang berpraktek di Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk mengungkapkan bahwa masuk angin hanya istilah awam yang dipakai orang Indonesia untuk mewakili kumpulan gejala yang muncul dari dua jenis penyakit, yaitu maag (gastritis) dan flu biasa (common cold).

Apa saja gejala masuk angin yang paling umum?

Masuk angin biasanya menyebabkan munculnya gejala maag seperti perut kembung, begah karena bergas, sering sendawa, dan mual akibat Sementara gejala flunya bisa berupa demam, badan pegal dan lemas, menggigil, sakit kepala, hidung tersumbat atau meler, dan batuk.

Meski begitu, ternyata ada beberapa perbedaan gejala masuk angin pada anak-anak dengan orang dewasa. Yuk, kita kupas satu per satu supaya Anda bisa mengatasinya dengan tepat.

Gejala masuk angin anak

penyebab anak demam

Jangan salah, anak-anak juga bisa terkena masuk angin, lho. Biasanya, anak yang terkena masuk angin akan tampak lebih rewel, nafsu makan menurun, dan mengeluh kedinginan atau tidak enak badan.

Selain itu, masuk angin pada anak cenderung mirip dengan gejala flu, di antaranya hidung pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan sakit kepala. Jika anak mengalami demam yang terus meningkat lebih dari dua hari, maka segera bawa anak Anda ke dokter terdekat.

Gejala masuk angin pada orang dewasa

gejala flu

Gejala masuk angin pada orang dewasa tidak jauh berbeda dengan anak-anak.

Masuk angin biasa ditandai dengan munculnya gejala flu seperti menggigil kedinginan, demam, sakit tenggorokan, dan hidung meler. Badan pun akan terasa pegal-pegal. Namun, kebanyakan orang dewasa yang masuk angin juga bisa jadi lebih sering buang angin dan sendawa setelah dipijat.

Meski “cuma” masuk angin, tetap harus cek ke dokter kalau…

Sebaiknya segera ke dokter bila Anda mengalami gejala-gejala di atas yang disertai demam tinggi hingga 38,5º Celsius selama lebih dari lima hari. Ini bisa jadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang perlu penanganan lebih lanjut.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Masuk Angin, Penyakit yang Cuma Ada di Indonesia. http://health.kompas.com/read/2016/02/29/175617123/Masuk.Angin.Penyakit.yang.Cuma.Ada.di.Indonesia. Diakses pada 15 Agustus 2018.

Common Cold. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/symptoms-causes/syc-20351605. Accessed 15/8/2018.

Common Cold. https://www.medicinenet.com/common_cold/article.htm#common_cold_facts. Accessed 15/8/2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 31/05/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x