Manfaat Gerakan Salat dan Ibadah Lain Bagi Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Siapa bilang rajin beribadah cuma akan baik bagi keselamatan dunia dan akhirat sekaligus menyegarkan hati dan jiwa? Ternyata ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa semakin rajin Anda beribadah, tubuh Anda juga akan menjadi semakin sehat.

Di Indonesia, agama yang paling banyak dianut adalah Islam. Jadi mungkin kita bahas dulu sedikit tentang manfaat salat untuk kesehatan tubuh kita, seperti dirangkum secara singkat dari International Journal of Health Sciences & Research di bawah ini:

  • Memperlancar peredaran darah. Dalam salat ada gerakan takbiratul ihram, di mana kita berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Gerakan ini memperlancar aliran darah dan juga getah bening, serta memperkuat otot lengan. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang dan membuat aliran darah kaya oksigen menjadi lancar dan otot jadi tidak kaku.
  • Menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang. Lewat gerakan rukuk, di mana kita seperti berlutut tetapi kepala lurus dengan tulang belakang, kita mengurangi risiko terkena cedera atau sakit di punggung dan pinggang berkurang. Lewat rukuk, kemih akan terlatih mencegah gangguan prostat.
  • Memperlancar pencernaan. Saat i’tidal atau bangun dari rukuk, gerakan ini melibatkan perut dan organ pencernaan lainnya, maka organ pencernaan ini mengalami pemijatan dan pelonggaran sehingga kerjanya jadi lebih lancar.
  • Aliran darah ke otak lebih baik. Saat bersujud, alias gerakan yang seperti menungging tapi kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi menempel di lantai secara bersamaan, aliran darah menuju otak meningkat, dan aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Lalu karena posisi jantung di atas otak, darah yang kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak dan mempengaruhi daya pikir seseorang. Efek ini juga terjadi dalam gerakan ibadah agama Hindu, Vandanam, yaitu berbakti kepada Tuhan dengan jalan melakukan sujud dan kebaktian. Karena ada gerakan sujud, maka aliran darah ke otak juga lebih baik.
  • Menghilangkan nyeri. Saat duduk di antara dua sujud, tubuh kita akan bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius, yang membuat tubuh kita terhindar dari nyeri pangkal paha. Selain itu, posisi duduk ini membuat kita terhindar dari masalah prostat.
  • Merelaksasi otot sekitar leher dan kepala. Saat melakukan salam di akhir salat, otot di sekitar leher dan kepala akan lebih rileks dan menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini bisa mencegah sakit kepala dan menjaga kulit tetap kencang.
  • Kecerdasan meningkat. Menurut beberapa penelitian, setelah salat kecerdasan kita bisa meningkat. Ini disebabkan gerakan sujud yang memudahkan pasokan oksigen mengalir secara optimal. Menurut penelitian yang dilakukan beberapa peneliti di Harvard University, Amerika Serikat, ini karena posisi jantung yang berada di atas kepala, sehingga darah mampu mengalir dengan sangat baik ke otak.

Studi membuktikan orang rajin ibadah lebih sehat

Secara umum, hampir setiap agama memiliki gerakan ritual ibadah yang tidak jauh berbeda dengan yang sudah dijelaskan di atas. Akan tetapi, manfaat ibadah ternyata lebih dari itu. Khususnya pada kesehatan mental dan psikologi, seperti yang dipaparkan Harold Koenig, MD, profesor obat dan psikiater dari Duke seperti dipaparkan di WebMD.com.

Menurut Koenig, yang juga penulis Handbook of Religion and Health, sekitar 1.200 studi baru membuktikan efek-efek ibadah pada kesehatan. Orang-orang yang rajin ibadah dapat hidup lebih lama dan juga lebih sehat.

“Mereka terlihat tidak atau sangat jarang merokok dan minum-minum,,” kata Koenig.

Faktanya orang-orang yang rajin beribadah jarang sakit, berdasarkan hasil studi yang berbeda di universitas Duke, Dartmouth, dan Yale. Berikut ini beberapa hasil penelitiannya:

  • Orang yang jarang ke gereja atau beribadah, ketika sakit dan dirawat di rumah sakit akan memakan waktu rata-rata tiga kali lebih lama dibandingkan orang yang rajin ke gereja.
  • Jantung seorang pasien yang jarang atau tidak pernah ke gereja atau beribadah, 14 kali lebih terancam mati saat operasi.
  • Orang tua yang jarang atau tidak pernah ke gereja atau beribadah 2 kali lebih berisiko terkena stroke, dibandingkan yang rajin.
  • Di Israel, orang-orang Yahudi yang religius memiliki tingkat kematian lebih rendah 40% dari penyakit kardiovaskular dan kanker.

Koenig juga mengatakan, orang-orang yang lebih religius lebih jarang mengalami depresi. “Dan ketika mereka merasa depresi, mereka bisa sembuh dengan cepat dari depresi tersebut. Itu bisa memiliki konsekuensi bagi kesehatan fisik dan kualitas hidup mereka,” paparnya.

Mungkin Anda yang belum merasakan dampaknya, bisa langsung memulai ibadah Anda sesuai kepercayaan Anda masing-masing. Tidak cuma membuat Anda lebih tenang, ternyata Anda juga lebih sehat secara lahir dan batin.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Kanker mulut menandakan sel abnormal yang menyerang gusi, lidah, bibir, atau area lain di mulut. Yuk, pelajari mengenai gejala, penyebab, dan obatnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Penyakit Kanker Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit

Penyakit Mental

Pahami semua tentang penyakit mental mulai dari penyebab, faktor risiko, gejala, hingga bagaimana cara mengatasinya dalam ulasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 17 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker esofagus kanker kerongkongan

Kanker Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
gejala kanker lidah

Kanker Lidah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit