4 Manfaat Herbal Kava Kava dan Bahaya Efek Samping yang Mungkin Timbul

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Kava kava (juga dikenal sebagai kava) adalah salah satu jenis obat herbal yang sudah cukup dikenal khasiatnya. Tanaman yang berasal dari kepulauan di Pasifik Selatan ini diambil akarnya kemudian dikeringkan dan dihancurkan. Setelah dihancurkan, serbuknya bisa dicampur dengan air atau teh untuk diminum.

Akan tetapi, efek samping dan bahaya dari herbal ini juga sudah banyak dikenal masyarakat. Jadi, apakah kava kava berkhasiat buat kesehatan atau justru membahayakan? Berikut jawabannya.

Manfaat kava kava

Sejak dahulu kala, kava kava sudah digunakan oleh masyarakat di Fiji, Selandia Baru, Papua Nugini, dan negara-negara Pasifik Selatan lainnya. Ini dia beragam kegunaan dan manfaatnya.

1. Pereda nyeri

Herbal yang satu ini diketahui dapat membantu redakan nyeri otot atau kram. Pasalnya, senyawa kavalakton yang terkandung pada akar tanaman ini mampu melemaskan otot-otot yang kaku atau kram.

2. Mengurangi kecemasan

Menurut berbagai penelitian, salah satunya dalam Canadian Medical Association Journal, tanaman herbal ini mampu mengurangi kecemasan, membuat Anda merasa lebih tenang, dan memperbaiki suasana hati (mood).

Bahkan sebuah penelitian dalam jurnal Psychopharmacology menunjukkan kalau tanaman ini bisa membantu mengendalikan berbagai gejala gangguan cemas atau generalized anxiety disorder (GAD).

3. Obat insomnia

Kava kava dipercaya mampu mengatasi insomnia atau susah tidur karena efeknya yang menenangkan pikiran. Mengonsumsi herbal ini akan membuat Anda lebih tenang dan rileks sehingga lebih mudah terlelap. Terutama kalau Anda susah tidur karena stres atau cemas.

4. Mencegah kanker

Selain meredakan nyeri dan menenangkan pikiran, kava diyakini mampu mencegah pertumbuhan kanker dalam tubuh. Ini karena kandungan bernama flavokavain yang diduga bisa menghentikan proses pembentukan sel kanker.

Akan tetapi, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan efek tanaman herbal ini dalam melawan kanker.  

Efek samping kava kava

Meskipun kava kava tampaknya menawarkan manfaat yang baik bagi tubuh, tanaman herbal ini sering mengundang kontroversi. Inilah dua risiko utama konsumsi kava.

1. Dapat menyebabkan kerusakan hati

Pada awal tahun 2000-an, muncul sebuah penelitian dari Eropa yang menguak bahwa herbal unik ini mungkin menimbulkan efek samping yaitu kerusakan organ hati (liver) hingga kematian. Pasalnya, kava diduga bisa membunuh sel-sel pada liver.

Namun menurut laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2007, hanya jenis herbal kava yang sudah dicampur dengan zat kimia bernama etanol dan aseton yang bisa menyebabkan kerusakan hati. Maka sampai saat ini belum ada kepastian dari para ahli apakah kava kava sendiri berbahaya bagi liver.

2. Mengandung psikotropika

Di Indonesia sendiri belum ada dasar hukum yang mengatur kava kava. Pasalnya, penelitian seputar efeknya bagi otak masih sangat terbatas. Namun para ahli telah melihat adanya potensi kandungan psikotropika yang bisa memberikan efek psikoaktif pada tanaman ini.

Meskipun tidak bisa menyebabkan kecanduan, biasanya efek kava akan memudar kalau Anda sering mengonsumsinya. Anda jadi harus mengonsumsi lebih banyak untuk mendapatkan efek yang cukup kuat. Inilah mengapa herbal ini jadi rentan disalahgunakan.

Jadi, amankah mengonsumsi kava kava?

Karena secara medis belum ada kesimpulan yang bulat seputar manfaat, efek samping, dan dosis aman jenis herbal ini, para ahli tidak menganjurkan konsumsinya, apalagi untuk penggunaan dalam jangka panjang. Lebih bahaya lagi kalau Anda tidak yakin dengan keamanan produk yang Anda beli. Bisa saja kandungannya sudah dicampur dengan zat kimia berbahaya atau produknya ternyata palsu.  

Bila Anda memang punya gangguan kecemasan, depresi, insomnia, atau gangguan nyeri kronis, lebih baik berkonsultasi langsung dengan dokter. Dibandingkan dengan pengobatan herbal yang belum pasti efek sampingnya, pengobatan atau terapi dari dokter sudah teruji klinis dan terbukti aman.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020