home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa Saja Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif untuk Parkinson?

Apa Saja Obat Herbal dan Pengobatan Alternatif untuk Parkinson?

Hingga saat ini belum diketahui obat atau pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakit Parkinson. Oleh karena itu, penderita penyakit ini kerap mencari berbagai cara untuk pengobatannya. Salah satu cara yang kerap dilakukan, yaitu mengobati Parkinson secara alami menggunakan obat herbal, tradisional, atau pengobatan alternatif lainnya. Lantas, apakah benar pengobatan alami ini aman untuk penderita penyakit Parkinson? Apa saja obat dan pengobatan alami yang biasa dilakukan?

Apakah obat herbal aman dikonsumsi penderita Parkinson?

Obat herbal adalah jenis obat-obatan yang terbuat dari tanaman atau ekstrak tanaman yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit tertentu. Biasanya, jenis obat ini tersedia dalam bentuk kapsul, bubuk, teh, atau krim untuk dioleskan ke area tubuh yang mengalami gejala.

Obat herbal bisa sangat ampuh pada sebagian orang. Namun, mengonsumsi jenis obat ini juga mungkin bisa membahayakan kesehatan sebagian orang lainnya.

Pasalnya, sama seperti obat-obatan medis, obat herbal juga bisa menimbulkan efek samping yang mungkin tak sama pada setiap orang. Bahkan, beberapa obat herbal pun bisa berinteraksi dengan obat dan pengobatan Parkinson yang sedang Anda jalani.

Meski beberapa obat herbal sudah diuji dalam penelitian, sebagian besar diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitasnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan herbal ini.

Berbagai obat herbal untuk penderita penyakit Parkinson

obat herbal dan tradisional untuk patah tulang

Mengonsumsi obat herbal untuk membantu mengatasi Parkinson memang boleh saja dilakukan. Namun, perlu diingat, selain memperhatikan keamanannya, Anda pun perlu tahu bahwa tidak ada satu obat herbal pun yang dapat menyembuhkan penyakit Parkinson.

Sama seperti obat-obatan medis, jenis obat ini hanya membantu mengatasi gejala yang Anda alami. Berikut beberapa obat herbal yang mungkin bisa membantu mengatasi gejala Parkinson:

  • Mucuna Pruriens

Mucuna pruriens adalah tanaman yang ekstraknya sering digunakan untuk pengobatan tradisional Ayurveda di India. Namun, tanaman ini juga dapat ditemukan di Indonesia dan seringkali digunakan sebagai obat untuk penyakit Parkinson. Di Indonesia, mucuna pruriens lebih dikenal dengan nama tanaman kara benguk.

Tanaman kara benguk diketahui mengandung levodopa (L-DOPA), yaitu senyawa yang dapat menggantikan dopamin di otak. Mengonsumsi ekstrak tanaman ini diyakini dapat menggantikan zat dopamin yang berkurang atau hilang di otak, yang menjadi penyebab penyakit Parkinson. Dengan demikian, kekakuan otot dan tremor yang kerap dialami penderita Parkinson dapat berkurang. Bahkan, beberapa penelitian pun menemukan, efektivitas L-DOPA dari tanaman mucuna pruriens tidak kalah dengan obat medis levodopa yang sering dikonsumsi penderita Parkinson.

  • Bacopa Monnieri atau Brahmi

Tanaman Brahmi atau dengan nama ilmiah bacopa monnieri mungkin sering dijadikan sebagai salah satu tanaman hias untuk aquascape di rumah Anda. Namun siapa sangka, tanaman yang berasal dari India ini juga dapat dijadikan sebagai salah satu obat herbal atau tradisional untuk mengobati penyakit Parkinson secara alami.

Adapun bukti menunjukkan, peradangan (inflamasi) saraf berperan dalam perkembangan Parkinson. Selain itu, gumpalan protein alpha-synuclein yang tidak biasa juga ditemukan di sel saraf otak penderita penyakit ini. Berdasarkan studi yang dipublikasikan jurnal Metabolic Brain Disease, bacopa monnieri dapat menekan tingkat sitokin pro-inflamasi dan menurunkan tingkat protein alpha-synuclein.

  • Jahe

Jahe memang sudah terkenal akan khasiatnya untuk membantu mengatasi berbagai gejala penyakit. Tak hanya itu, manfaat jahe juga ternyata dapat bermanfaat bagi penderita Penyakit Parkinson.

Sebuah penelitian di Jepang pada tikus dengan penyakit Parkinson menemukan bahwa zingerone, yaitu senyawa yang terkandung di jahe, mungkin memiliki efek perlindungan sel saraf yang menghasilkan dopamin. Selain itu, jahe juga dapat mengatasi mual dan muntah yang mungkin muncul sebagai efek samping dari pengobatan.

  • Akar valerian

manfaat akar valerian

Valerian adalah obat herbal yang diperoleh dari akar berbagai tanaman pada spesies valeriana, termasuk valeriana officinalis, valeriana wallichii, dan valeriana edulis. Obat herbal ini telah lama digunakan sebagai obat untuk gangguan tidur dan kecemasan.

Selain itu, penelitian juga telah menemukan fakta bahwa valerian dapat mengurangi gerakan saat tidur pada pasien dengan penyakit Parkinson. Dengan demikian, obat ini diyakini dapat meningkatkan kualitas tidur pada penderita Parkinson.

Selain keempat obat herbal di atas, tanaman serta bahan alami atau tradisional lain juga disebut bermanfaat bagi penderita Parkinson, seperti teh hijau, minyak ikan, ektrak dari tanaman St. John’s Wort (Hypericum Perforatum), atau bahkan coklat hitam dari tanaman kakao. Meski beberapa diantaranya aman, tetapi sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter tentang efektivitas dan kemungkinan risikonya.

Apalagi, ektrak tanaman St. John’s Wort yang diyakini bisa mengobati depresi, justru dapat berinteraksi dengan obat MAO-B inhibitor yang dikonsumsi penderita Parkinson. Oleh karena itu, sebaiknya Anda selalu berhati-hati dalam mengonsumsi berbagai obat tradisional ini.

Pengobatan tradisional alami yang dapat dilakukan oleh penderita Parkinson

Selain obat herbal, pengobatan Parkinson secara tradisional juga sering dilakukan dengan cara-cara alami. Namun, sebagaimana obat herbal, Anda pun sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani pengobatan ini, untuk mengetahui keamanan dan efektivitasnya sesuai kondisi Anda. Berikut adalah beberapa cara pengobatan alami lainnya yang bisa Anda coba.

  • Akupunktur

Sebuah penelitian telah menemukan, akupunktur dapat meningkatkan kelangsungan hidup sel saraf otak penghasil dopamin, yang berperan dalam perkembangan Parkinson. Bukti lain juga menunjukkan, akupunktur mengarah pada pelepasan endorfin atau bahan kimia otak yang dapat memicu rasa sehat, mengurangi peradangan, serta meningkatkan faktor pertumbuhan saraf.

Adanya faktor-faktor tersebut menjadi bukti penguat bahwa akupunktur dapat meringankan berbagai gejala Parkinson, baik yang terkait dengan motorik maupun nonmotorik. Misalnya, tremor, kesulitan berjalan, kekakuan otot, nyeri, kelelahan, kecemasan, dan gangguan tidur.

  • Meditasi dan teknik relaksasi

Meditasi dan teknik relaksasi mungkin juga dapat membantu gejala Parkinson yang Anda miliki. Pasalnya, cara mengobati secara alami ini telah terbukti dapat mengurangi rasa nyeri, stres, depresi, gangguan kecemasan, serta masalah tidur atau insomnia, yang kerap terjadi pada penderita Parkinson.

  • Pijat

teknik pijat

Beberapa penelitian menunjukkan pijat dapat membantu mengurangi rasa sakit, stres, kecemasan, dan depresi, meski tidak ada bukti yang meyakinkan. Namun, dilansir dari Parkinson’s UK, sebagian besar penderita Parkinson yang melakukan terapi pijat mengaku, pengobatan tradisional ini sangat bermanfaat untuk kesehatannya dan menjadi cara yang efektif untuk merilekskan diri.

  • Yoga

Yoga adalah salah satu jenis terapi yang menggabungkan antara gerakan dan pikiran. Manfaat yoga diklaim sebagai salah satu cara pengobatan alami yang paling bermanfaat untuk penderita Parkinson.

Pasalnya, yoga dapat membantu meningkatkan gerakan dan fleksibilitas, memperbaiki postur tubuh, mengendurkan otot tegang atau myalgia, sekaligus membangun kembali kepercayaan diri. Terapi ini juga dapat memberi energi pada tubuh dan pikiran, meningkatkan konsentrasi, dan mengurangi stres. Adapun hal-hal tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita Parkinson.

Selain yoga, ada pula yang disebut dengan mindfullness yoga, yaitu terapi yang menggabungkan yoga dengan meditasi dan teknik pernapasan. Pada sebuah uji coba di Hong Kong, mindfullness yoga diketahui dapat meredakan kecemasan dan depresi pada penderita Parkinson. Adapun kecemasan dan depresi kerap menjadi hal yang memperburuk gejala motorik.

  • Tai chi

Tai chi adalah olahraga tradisional khas Cina yang menggabungkan teknik gerakan lembut yang lambat, pernapasan dalam, dan relaksasi. Jenis olahraga ini telah terbukti dapat meningkatkan kekuatan, keseimbangan, postur, dan fungsi fisik (termasuk kemampuan berjalan) tubuh. Dengan demikian, pengobatan tradisional ini dapat memperbaiki gejala motorik serta mengurangi risiko terjatuh pada penderita Parkinson.

Selain cara-cara di atas, berbagai pengobatan alternatif lainnya juga disebut dapat membantu mengobati penyakit Parkinson secara alami, seperti aromaterapi, pijat refleksi, Qigong dari Cina, Reiki dari Jepang, dan sebagainya. Beberapa terapi untuk Parkinson yang disarankan medis juga perlu menjadi pertimbangan. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pengobatan yang tepat sesuai kondisi Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mayo Clinic. 2020. Parkinson’s disease. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/parkinsons-disease/symptoms-causes/syc-20376055. Accessed November 20, 2020.

Michigan Health. 2020. Exploring Alternative Therapies for Parkinson’s Disease. https://healthblog.uofmhealth.org/brain-health/exploring-alternative-therapies-for-parkinsons-disease. Accessed November 20, 2020.

Parkinson’s UK. 2020. Complementary Therapies. https://www.parkinsons.org.uk/information-and-support/complementary-therapies. Accessed November 20, 2020.

Parkinson’s Foundation. 2020. Over the Counter & Complementary Therapies. https://www.parkinson.org/Understanding-Parkinsons/Treatment/Over-the-Counter-and-Complementary-Therapies. Accessed November 20, 2020.

Parkinson’s Care & Support UK. 2020. Alternative and Complementary Treatments for Parkinson’s. https://parkinsonscare.org.uk/alternative-complementary-therapies/. Accessed November 20, 2020.

Parkinson’s Care & Support UK. 2020. Acupuncture. https://parkinsonscare.org.uk/acupuncture/. Accessed November 20, 2020.

Parkinson’s Care & Support UK. 2020. Tai Chi for Parkinson’s Disease. https://parkinsonscare.org.uk/tai-chi-2/. Accessed November 20, 2020.

Cilia, R., Laguna, J., Cassani, E., Cereda, E., Pozzi, N. G., Isaias, I. U., Contin, M., Barichella, M., & Pezzoli, G. (2017). Mucuna pruriens in Parkinson disease: A double-blind, randomized, controlled, crossover study. Neurology89(5), 432–438. https://doi.org/10.1212/WNL.0000000000004175.

Katzenschlager, R., Evans, A., Manson, A., Patsalos, P. N., Ratnaraj, N., Watt, H., Timmermann, L., Van der Giessen, R., & Lees, A. J. (2004). Mucuna pruriens in Parkinson’s disease: a double blind clinical and pharmacological study. Journal of neurology, neurosurgery, and psychiatry75(12), 1672–1677. https://doi.org/10.1136/jnnp.2003.028761.

Singh, B., Pandey, S., Rumman, M. et al. (2020). Neuroprotective effects of Bacopa monnieri in Parkinson’s disease model. Metab Brain Dis. 35517–525. https://doi.org/10.1007/s11011-019-00526-w.

Mulyani, L., Kartadarma, E., & Fitrianingsih, S.P. (2016). Manfaat dan Kandungan Kacang Kara Benguk (Mucuna Pruriens L.) sebagai Obat Herbal. Prosiding Farmasi. 2(2). http://dx.doi.org/10.29313/.v0i0.4293.

Taibi, D. M., & Landis, C. A. (2009). Chapter 4 – Valerian and Other CAM Botanicals in Treatment of Sleep Disturbances. Complementary and Alternative Therapies and the Aging Population. 57-81. https://doi.org/10.1016/B978-0-12-374228-5.00004-4.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ihda Fadila Diperbarui 16/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri