Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Semua orang pasti pernah terluka. Entah itu luka kecil, luka goresan atau bahkan luka pasca operasi. Selain menimbulkan rasa nyeri, seringkali luka akan menimbulkan rasa gatal. Tak jarang, bagi Anda yang tidak sabar dan geregetan, akan berujung dengan menggaruk luka tersebut.

Di mana luka yang digaruk akan membuat lapisan kulit kering terbuka kembali dan memperlambat proses penyembuhannya. Lalu, mitos yang beredar, kondisi luka gatal tersebut menandakan kalau luka tersebut hendak sembuh dalam beberapa waktu kedepan. Benarkah luka gatal itu menandakan kalau mau sembuh? Simak faktanya berikut.

Kalau gatal, jangan digaruk

Gatal bisa disebabkan oleh berbagai hal. Entah itu karena adanya peradangan akibat terkena zat asing, atau bahkan alergen (penyebab alergi). Kemudian, ketika merasa gatal, Anda secara reflek akan menggaruknya. Pada awalnya memang rasa gatal akan hilang dan terasa nyaman. Namun beberapa saat kemudian, Anda akan merasakan sakit pada tempat yang sebelumnya gatal itu akibat menggaruk.

Nah, karena timbul rasa sakit, tubuh secara alami mengeluarkan serotonin. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan. Namun, tidak hanya mengatur rasa sakit saja, serotonin juga memberikan rasa “puas” saat menggaruk. Sehingga, semakin banyak serotonin yang dihasilkan akibat rasa sakit, Anda juga akan semakin merasa semakin ingin menggaruk.

Rasa gatal selanjutnya bisa mengiritasi yang sedang tergores atau luka, menghilangkan jaringan yang tumbuh, memperlambat proses pemulihan dan memperburuk jaringan parut.  Selain itu, menggaruk luka dapat menyebabkan bakteri berbahaya di tangan berpindah ke luka, dan bisa menyebabkan risiko infeksi yang lebih tinggi.

makanan untuk menyembuhkan luka

Benarkah kondisi luka gatal tandanya mau sembuh?

Gatal pada saat proses penyembuhan luka merupakan suatu yang normal dan biasa terjadi. Pada umumnya, gatal pada kasus ini akan mereda dengan sendirinya. Kalau gatalnya tidak kunjung hilang sendiri, Anda bisa jadi mengalami luka keloid atau luka hipertrofik.

Biasanya rasa gatal pada bekas luka terjadi akibat rangsangan fisik, rangsangan kimia, dan juga regenerasi atau proses perbaikan saraf. Beberapa contoh rangsangan fisik dapat berbentuk rangsangan mekanik, listrik, atau panas.

Rangsangan kimia yang menyebabkan gatal pada luka mungkin disebabkan oleh histamin. Histamin banyak terdapat pada luka keloid dan luka hipertrofik dan hal ini terjadi beriringan dengan pembentukan jaringan kolagen baru.

Di sisi lain, regenerasi saraf terjadi pada semua proses penyembuhan luka. Pada saat regenerasi saraf ini, terdapat serat saraf yang memiliki selubung myelin tipis dan serat saraf C yang tidak memiliki selubung. Jumlah keduanya tidak seimbang sehingga dapat meningkatkan rasa gatal. Semua faktor di atas inilah yang berkontribusi dalam menimbulkan rasa gatal pada luka saat penyembuhan.

Beberapa terapi yang dapat diberikan untuk mengurangi rasa gatal adalah pelembab, obat antiradang seperti kortikosteroid topikal yang dapat langsung dioles ke area gatal, interferon, asam retinoid topikal, dan gel silikon dalam bentuk lembaran atau krim.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Sederet Bahan Herbal yang Berpotensi Sebagai Obat untuk Psoriasis

Lidah buaya dan cuka apel adalah dua obat alami yang sering digunakan untuk penyakit psoriasis. Seberapa efektif kerja obat herbal psoriasis ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Kulit, Psoriasis 25 September 2020 . Waktu baca 9 menit

Obat Paling Ampuh untuk Menghilangkan Cacing Kremi

Ada sejumlah pilihan obat cacing kremi yang bisa Anda coba, mulai dari obat kimia atau obat dari bahan alami. Baca selengkapnya dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Tips Sehat 25 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Psoriasis kulit kepala

Psoriasis pada Kulit Kepala

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit
psoriasis kuku

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit