Menguak Kandungan dan Bahaya Overdosis Obat PCC

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 September 2017 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tercatat hingga tanggal 14 September 2017 lalu, 61 orang dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Kendari, Sulawesi Tenggara akibat overdosis obat PCC. Kebanyakan dari korban ini merupakan siswa SD dan SMP. Ada yang langsung tak sadarkan diri bahkan juga meninggal setelah mengonsumsi obat itu. Beberapa pasien yang selamat dilaporkan menunjukkan kondisi mental yang terganggu sehingga harus diikat agar tak mengamuk. Apa yang sebenarnya terkandung dalam obat PCC, narkoba jenis baru yang dipasarkan untuk anak-anak sekolah ini?

Apa yang terkandung dalam obat PCC?

PCC itu sendiri adalah kepanjangan dari Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol. Mari kita bahas satu-persatu kandungannya, dan apaefek samping yang mungkin terjadi jika kombinasi obat-obatan ini disalahgunakan.

Paracetamol

Paracetamol atau disebut acetaminophen termasuk ke dalam jenis obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas. Paracetamol biasanya digunakan untuk mengurangi gejala rasa sakit ringan hingga sedang seperti sakit kepala, flu, nyeri karena haid, sakit gigi, hingga nyeri sendi. Tablet paracetamol 500mg diminum setiap 6 jam sekali untuk mencapai efek penghilang rasa nyeri ini.

Ada beberapa efek samping paracetamol, seperti mual, sakit perut bagian atas, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap serta feses pucat hingga warna kulit dan mata menjadi kuning. Namun, gejala-gejala seperti di atas tidak umum dirasakan oleh orang banyak tentu dengan mengonsumsi sesuai aturan.

Caffeine (kafein)

Caffeine atau kafein adalah zat yang terdapat pada kopi, teh ataupun cola untuk meningkatkan kesadaran, fokus, dan waspada. Makanya, ketika sehabis minum kopi rasa ngantuk Anda akan hilang atau berkurang. Atlet bahkan menjadikan kafein sebagai stimulan karena kemampuannya yang hebat serta kafein merupakan stimulan yang diizinkan penggunaannya oleh asosiasi atlet Amerika Serikat atau disebut National Collegiate Athletic Association (NCAA).

Dalam dunia medis, kafein biasa digunakan sebagai kombinasi dari painkiller. Dalam hal ini, kafein bisa ditambahkan bersama dengan paracetamol. Kafein juga digunakan untuk asma, infeksi kandung kemih, hingga tekanan darah rendah.

Kafein bekerja dengan memberi stimulasi pada sistem syaraf pusat, jantung dan otot pada tubuh. Efek dari kafein adalah meningkatkan tekanan darah serta melancarkan aliran urin. Namun, efek ini bisa jadi tidak akan terjadi pada orang yang sudah rutin meminum kafein.

Kafein juga memiliki aturan dalam penggunannya. Konsentrasi kafein yang terdapat pada urin tidak boleh mencapai 16mcg/mL. Untuk mencapai angka tersebut, dibutuhkan meminum 8 gelas kopi. Sehingga, pada umumnya kafein adalah zat yang relatif aman untuk rutin dikonsumsi.

Jika berlebihan, kafein bisa menyebabkan beberapa efek samping seperti cemas, serangan panik, naiknya asam lambung, peningkatan tekanan darah dan insomnia. Bagi Anda yang memang memiliki masalah kesehatan seperti maag atau hipertensi, efek ini bisa dengan mudah terjadi.

Carisoprodol

Jika paracetamol dan kafein adalah zat yang umum dikonsumsi dan relatif aman sehingga dijual bebas, berbeda halnya dengan carisoprodol. Carisoprodol adalah obat terbatas yang hanya bisa digunakan berdasarkan resep dokter. Obat ini termasuk jenis obat muscle relaxer atau obat yang membuat relaks otot yang akan memotong rasa sakit yang mengalir dari syaraf ke otak di kepala. Carisoprodol digunakan bersama untuk terapi fisik seperti otot dan tulang, misalnya pada cedera.

Mengonsumsi obat ini dapat menyebabkan ketergantungan. Karena efek ini, obat ini sebenarnya tidak dijual bebas dan hanya boleh dibeli dengan resep dokter. Efek sampingnya akan memengaruhi syaraf dan reaksi tubuh. Jika diminum bersama alkohol, obat ini akan membuat Anda merasakan kantuk yang amat parah hingga rasa pusing. 

Ada beberapa efek samping yang dapat muncul dari konsumsi carisoprodol. Jika Anda mengalami gejala ini, segera hentikan penggunaan obat ini.

  • Kehilangan kesadaran
  • Merasa sangat lemah hingga koordinasi tubuh yang buruk
  • Detak jantung sangat cepat
  • Kejang-kejang
  • Kehilangan penglihatan

Apa yang terjadi jika ketiga obat ini diminum bersamaan?

Jika seseorang mencampur dan mengonsumsi ketiga obat ini secara bersamaan, sebagai obat PCC, efek masing-masing obat akan saling bekerja sama. Obat PCC pada akhirnya merusak susunan saraf pusat di otak. Perwujudan kerusakan saraf pusat otak bisa beragam, namun obat PCC secara spesifik memunculkan efek halusinasi yang tampak pada beberapa korban.

Perubahan mood yang signifikan juga sering terjadi, begitu juga dengan gangguan perilaku dan emosi juga dapat terjadi pada pengguna obat PCC. Gangguan ini sering disebut dengan istilah “bad trip” yaitu gejala cemas, ketakutan, dan panik yang terjadi pada pengguna obat. Selain itu, penyalahgunaan obat ini dapat menyebabkan overdosis hingga kematian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ini Dampaknya Jika Anda Minum Antihistamin Setiap Malam Sebelum Tidur

Antihistamin merupakan kandungan obat yang menyebabkan kantuk. Bolehkah diminum setiap malam sebelum tidur? Apa saja efek samping antihistamin yang terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Fakta Unik 20 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit

Daftar Obat yang Efek Sampingnya Menyebabkan Gangguan Mata

Setiap obat memiliki efek samping beragam. Salah satunya adalah gangguan mata. Ap saja obat yang menyebabkan efek samping demikian? Lihat di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 4 Maret 2019 . Waktu baca 3 menit

Apakah Harus Setop Minum Obat Saat Efek Sampingnya Muncul?

Semua obat memiliki efek samping. Terkadang, munculnya efek samping obat membuat Anda berhenti meminumnya. Namun, haruskah seperti itu?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Tips Sehat 26 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Apa, Sih, Obat Diuretik Itu? Apa Saja Gunanya?

Ternyata ini jenis obat yang membuat Anda jadi buang air kecil lebih sering. Katanya, obat diuretik akan mengeluarkan cairan tubuh Anda. Yuk simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Hidup Sehat, Fakta Unik 5 Oktober 2018 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat yang aman untuk ibu menyusui

Jangan Sembarang Minum, Ini Daftar Pilihan Obat yang Aman untuk Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
ranitidin ditarik

Berpotensi Sebabkan Kanker, BPOM Perintahkan Penarikan Ranitidine dari Peredaran

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2019 . Waktu baca 4 menit
efek samping obat fenitoin phenytoin

Efek Samping Obat Fenitoin (Phenytoin), Obat Kejang yang Biasa Diresepkan Dokter

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 September 2019 . Waktu baca 5 menit
berat badan naik karena obat

5 Cara Menurunkan Berat Badan yang Naik Akibat Efek Samping Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 April 2019 . Waktu baca 3 menit