Waspada, Ini 5 Jenis Pewarna Makanan Paling Berbahaya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Makanan terkadang memang terlihat lebih menarik jika memiliki warna yang cerah atau berwarna-warni. Industri makanan sendiri tidak bisa dipisahkan dari pengawet dan pewarna makanan. Ini karena zat pewarna dibutuhkan untuk meningkatkan harga jual serta mengurangi risiko rusaknya makanan.

Nah, jika hampir semua produk makanan olahan menggunakan zat pewarna makanan, Anda pasti bingung untuk mengenali mana bahan pewarna makanan berbahaya dan mana yang tidak. Jangan khawatir, artikel ini akan memberi tahu Anda mengenai zat pewarna mana yang berbahaya.

Lima jenis pewarna makanan yang harus Anda hindari

Menurut American Chemical Society, ada beberapa permen cokelat yang terbuat dari petroleum alias minyak mentah. Tidak hanya itu, beberapa makanan dan minuman mungkin saja mengandung pewarna yang dapat memicu kanker. Nah, itulah sebabnya, Anda harus waspada setiap akan mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang memiliki warna cerah dan menarik hati. 

The Center for Science in the Public Interest atau CSPI di Amerika Serikat menyatakan bahwa ada 5 jenis pewarna makanan yang berbahaya dan harus Anda hindari. Berikut daftarnya.

1. Pewarna karamel

Sekilas, karamel terdengar lezat dan menggoda. Namun, pewarna makanan yang sering ditemukan di dalam produk permen dan cola justru berbahaya. Pasalnya, pewarna ini ketika diproduksi bersama dengan amonia akan mengandung kontaminan penyebab kanker, yaitu 2-methylimidazole (2-MI) dan 4-methylimdiazole (4-MI).

Efek samping tersebut sebenarnya bergantung pada jenis pewarna karamel yang Anda konsumsi. Namun, batas maksimal yang diperbolehkan Foods and Drugs Administration atau FDA di Amerika Serikat (setara dengan Badan POM di Indonesia) adalah 200 miligram per kilogram berat badan Anda.

2. Allura red

Pewarna allura red alias Red 40 mengandung benzidene, yang disinyalir bersifat karsinogen atau pemicu kanker. Di restoran cepat saji (setidaknya di Amerika), allura red digunakan sebagai campuran bahan pembuatan es krim stroberi. Tidak hanya itu, nyata pewarna ini juga dapat bersembunyi di mana saja termasuk minuman ringan dan permen.

Menurut FDA, takaran aman untuk allura red adalah 7 miligram (mg) per kilogram berat badan.

3. Sunset yellow

Sunset yellow alias Yellow 6 dicurigai bisa menyebabkan tumor testis dan adrenal. Selain itu, pewarna ini juga berpotensi menyebabkan reaksi alergi dan asma bertambah parah, hiperaktif, dan kegelisahan. Di Amerika Serikat, telah dilaporkan sejumlah kasus di mana konsumsi pewarna ini secara berlebihan bisa memicu ADHD.

Menurut FDA, takaran yang aman untuk pewarna ini adalah 3,75 miligram (mg) per kilogram berat badan.

4. Biru berlian

Biru berlian, juga dikenal dengan sebutan Blue 1, adalah salah satu perwarna makanan yang paling banyak digunakan. Umumnya pewarna ini terkandung dalam permen, camilan, hingga produk pembersih gigi dan mulut. Bahkan, pewarna ini juga dapat ditemukan pada makanan atau bahan apa pun yang warnanya tidak biru sekalipun.

Pewarna biru berlian dapat menembus sawar darah otak. Sawar darah otak sendiri adalah perisai pelindung yang bertugas untuk menghalangi masuknya zat-zat berbahaya ke dalam otak. Pewarna biru berlian juga dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan sel-sel saraf dan kanker, kerusakan kromosom, reaksi alergi, dan perubahan perilaku.

Menurut FDA, takaran yang aman untuk pewarna ini adalah 12 miligram (mg) per kilogram berat badan.

5. Yellow 5

Yellow 5 yang juga dikenal sebagai tartazine berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan reaksi alergi parah dan merusak sistem informasi sel. Bahkan menurut Feingold Association, pewarna Yellow 5 mungkin dapat menurunkan jumlah sperma Anda. Pada anak-anak, zat pewarna ini diketahui dapat menghambat penyerapan zinc sehingga menyebabkan penurunan pertumbuhan, peningkatan risiko infeksi dan flu, melemahnya memori atau daya ingat, serta menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi. Pewarna ini sering dikombinasikan dengan pewarna biru berlian (Blue 1) untuk menghasilkan warna hijau.

Menurut FDA, takaran yang aman untuk pewarna ini adalah 5 miligram (mg) per kilogram berat badan.

Lantas, bagaimana cara menghindari pewarna makanan yang berbahaya?

Cara menghindari pewarna makanan yang berbahaya adalah dengan membaca label kemasan makanan dan minuman secara teliti agar Anda terhindar dari segala efek seperti yang sudah disebutkan di atas.

Cara terbaik lainnya adalah dengan membatasi konsumsi berbagai makanan dan minuman kemasan yang berwarna-warni. Konsumsilah makanan sehat kaya akan nutrisi yang alami. Ini tidak hanya mencegah Anda terkena efek berbahaya dari pewarna makanan berbahaya saja, tapi juga dapat menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Gejala Alergi Dingin Ringan Hingga Berat yang Wajib Anda Kenali

Kulit mendadak memerah, hidung meler, dan bersin-bersin di ruangan ber-AC? Ini mungkin pertanda gejala alergi dingin. Simak ciri-ciri alergi dingin lainnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Aroma menyengat spidol mungkin menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Padahal, kebiasaan mencium spidol menyimpan segudang bahaya untuk tubuh.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

risiko kesehatan akibat terlalu lama menatap layar komputer

Risiko Kesehatan Setelah Menatap Layar Komputer Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepribadian introvert ekstrovert kesehatan

Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 30 September 2020 . Waktu baca 4 menit
teh tanpa kafein

3 Jenis Teh yang Tidak Mengandung Kafein

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit