Waspada, Ini 5 Jenis Pewarna Makanan Paling Berbahaya!

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/03/2018
Bagikan sekarang

Makanan terkadang memang terlihat lebih menarik jika memiliki warna yang cerah atau berwarna-warni. Industri makanan sendiri tidak bisa dipisahkan dari pengawet dan pewarna makanan. Ini karena zat pewarna dibutuhkan untuk meningkatkan harga jual serta mengurangi risiko rusaknya makanan.

Nah, jika hampir semua produk makanan olahan menggunakan zat pewarna makanan, Anda pasti bingung untuk mengenali mana bahan pewarna makanan berbahaya dan mana yang tidak. Jangan khawatir, artikel ini akan memberi tahu Anda mengenai zat pewarna mana yang berbahaya.

Lima jenis pewarna makanan yang harus Anda hindari

Menurut American Chemical Society, ada beberapa permen cokelat yang terbuat dari petroleum alias minyak mentah. Tidak hanya itu, beberapa makanan dan minuman mungkin saja mengandung pewarna yang dapat memicu kanker. Nah, itulah sebabnya, Anda harus waspada setiap akan mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang memiliki warna cerah dan menarik hati. 

The Center for Science in the Public Interest atau CSPI di Amerika Serikat menyatakan bahwa ada 5 jenis pewarna makanan yang berbahaya dan harus Anda hindari. Berikut daftarnya.

1. Pewarna karamel

Sekilas, karamel terdengar lezat dan menggoda. Namun, pewarna makanan yang sering ditemukan di dalam produk permen dan cola justru berbahaya. Pasalnya, pewarna ini ketika diproduksi bersama dengan amonia akan mengandung kontaminan penyebab kanker, yaitu 2-methylimidazole (2-MI) dan 4-methylimdiazole (4-MI).

Efek samping tersebut sebenarnya bergantung pada jenis pewarna karamel yang Anda konsumsi. Namun, batas maksimal yang diperbolehkan Foods and Drugs Administration atau FDA di Amerika Serikat (setara dengan Badan POM di Indonesia) adalah 200 miligram per kilogram berat badan Anda.

2. Allura red

Pewarna allura red alias Red 40 mengandung benzidene, yang disinyalir bersifat karsinogen atau pemicu kanker. Di restoran cepat saji (setidaknya di Amerika), allura red digunakan sebagai campuran bahan pembuatan es krim stroberi. Tidak hanya itu, nyata pewarna ini juga dapat bersembunyi di mana saja termasuk minuman ringan dan permen.

Menurut FDA, takaran aman untuk allura red adalah 7 miligram (mg) per kilogram berat badan.

3. Sunset yellow

Sunset yellow alias Yellow 6 dicurigai bisa menyebabkan tumor testis dan adrenal. Selain itu, pewarna ini juga berpotensi menyebabkan reaksi alergi dan asma bertambah parah, hiperaktif, dan kegelisahan. Di Amerika Serikat, telah dilaporkan sejumlah kasus di mana konsumsi pewarna ini secara berlebihan bisa memicu ADHD.

Menurut FDA, takaran yang aman untuk pewarna ini adalah 3,75 miligram (mg) per kilogram berat badan.

4. Biru berlian

Biru berlian, juga dikenal dengan sebutan Blue 1, adalah salah satu perwarna makanan yang paling banyak digunakan. Umumnya pewarna ini terkandung dalam permen, camilan, hingga produk pembersih gigi dan mulut. Bahkan, pewarna ini juga dapat ditemukan pada makanan atau bahan apa pun yang warnanya tidak biru sekalipun.

Pewarna biru berlian dapat menembus sawar darah otak. Sawar darah otak sendiri adalah perisai pelindung yang bertugas untuk menghalangi masuknya zat-zat berbahaya ke dalam otak. Pewarna biru berlian juga dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan sel-sel saraf dan kanker, kerusakan kromosom, reaksi alergi, dan perubahan perilaku.

Menurut FDA, takaran yang aman untuk pewarna ini adalah 12 miligram (mg) per kilogram berat badan.

5. Yellow 5

Yellow 5 yang juga dikenal sebagai tartazine berbahaya bagi kesehatan karena dapat menyebabkan reaksi alergi parah dan merusak sistem informasi sel. Bahkan menurut Feingold Association, pewarna Yellow 5 mungkin dapat menurunkan jumlah sperma Anda. Pada anak-anak, zat pewarna ini diketahui dapat menghambat penyerapan zinc sehingga menyebabkan penurunan pertumbuhan, peningkatan risiko infeksi dan flu, melemahnya memori atau daya ingat, serta menurunnya kemampuan untuk berkonsentrasi. Pewarna ini sering dikombinasikan dengan pewarna biru berlian (Blue 1) untuk menghasilkan warna hijau.

Menurut FDA, takaran yang aman untuk pewarna ini adalah 5 miligram (mg) per kilogram berat badan.

Lantas, bagaimana cara menghindari pewarna makanan yang berbahaya?

Cara menghindari pewarna makanan yang berbahaya adalah dengan membaca label kemasan makanan dan minuman secara teliti agar Anda terhindar dari segala efek seperti yang sudah disebutkan di atas.

Cara terbaik lainnya adalah dengan membatasi konsumsi berbagai makanan dan minuman kemasan yang berwarna-warni. Konsumsilah makanan sehat kaya akan nutrisi yang alami. Ini tidak hanya mencegah Anda terkena efek berbahaya dari pewarna makanan berbahaya saja, tapi juga dapat menjaga kesehatan Anda secara keseluruhan.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Dua Vitamin dan Mineral yang Paling Diperlukan Tubuh Selama Puasa

Ketika bulan puasa, banyak orang yang mudah sakit dan merasa cepat lemas. Karena itu, Anda butuh minum vitamin C dan zinc untuk mengatasinya. Mengapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hari Raya, Ramadan 01/05/2020

Yang Terjadi Dalam Tubuh Saat Kita Berpuasa

Saat puasa kita tidak boleh makan dan minum. Penasaran tidak, apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh saat kita berpuasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Maizan Khairun Nissa
Hari Raya, Ramadan 28/04/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

Tak Hanya Melepas Dahaga, Ini 4 Kebaikan Buah Blewah bagi Kesehatan

Menjelang bulan Ramadan, biasanya banyak penjual es buah blewah dadakan. Kira-kira, apa saja manfaat buah blewah untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hari Raya, Ramadan 25/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020
minum madu saat sahur

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
selain untuk mandi, banyak fungsi antiseptik cair yang bermanfaat untuk kesehatan

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020
ngantuk saat puasa

Kenapa Kita Sering Ngantuk Saat Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020