3 Macam Gangguan Pendengaran yang Paling Sering Terjadi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Hal yang wajar jika kemampuan pendengaran menurun seiring dengan bertambahnya usia. Namun, jika Anda tidak begitu memerhatikan kesehatan telinga sejak dini, bukan tidak mungkin Anda mengalami gangguan pendengaran ketika masih muda. Pasalnya, ada beberapa jenis gangguan pendengaran yang bisa menyerang siapapun, tak hanya lansia saja.

Walaupun obat atau operasi hampir bisa mengatasi masalah pendengaran. Jika masalah pendengaran bersifat permanen, satu-satunya solusi adalah menggunakan alat bantu dengar. Supaya bisa mencegahnya, yuk, pelajari lebih dalam mengenai jenis-jenis gangguan pendengaran berikut ini.

Jenis gangguan pendengaran yang mungkin belum diketahui

Ada tiga jenis gangguan pendengaran yang dibagi berdasarkan penyebabnya, antara lain:

1. Gangguan pendengaran konduktif

mengatasi telinga tersumbat

Gangguan pendengaran ini biasanya terjadi ketika getaran suara tidak dapat masuk ke dalam bagian telinga dalam. Kondisi ini bisa diakibatkan adanya gangguan pada bagian ossicles (stapes, malleus, dan incus) atau bagian telinga lainnya yang menghambat aliran suara mencapai koklea. Masalah gendang telinga yang tidak bisa menggetarkan gelombang suara dengan benar juga bisa jadi penyebab tuli konduktif ini.

Penyebab lain dari jenis gangguan pendengaran konduktif ini yaitu:

  • Kotoran telinga yang menumpuk. Telinga Anda menghasilkan lilin yang berbau dan membuat telinga gatal ketika sudah cukup banyak. Membersihkan kotoran telinga dengan cotton buds, sering kali mendorong kotoran lebih ke dalam, membuat kotoran menumpuk dan menggumpal sehingga menghalangi suara yang masuk.
  • Swimmer’s ear. Air yang masuk ke telinga membuat telinga jadi lembap dan menimbulkan infeksi. Kondisi ini disebut juga dengan otitis eksterna. Infeksi menyebabkan pembengkakan sehingga mengganggu pendengaran Anda.
  • Telinga tersumbat. Potongan kapas dari cotton buds dapat lepas dan tertinggal di dalam telinga. Kondisi ini bisa menyumbat telinga sehingga suara yang masuk jadi kurang terdengar.
  • Adanya cairan di telinga tengah. Flu, alergi, infeksi telinga, atau penyakit pada saluran pernapasan bisa menyebabkan cairan menumpuk dan mengganggu kerja tabung eustachius yang harus membuka dan menutup.
  • Cacat. Saluran telinga luar yang tidak sempurna saat lahir bisa menyebabkan pendengaran Anda terganggu. Kondisi ini disebut dengan atresia dan bisa diatasi dengan operasi rekonstruksi telinga.
  • Otosklerosis. Pertumbuhan bentuk tulang yang tidak normal di bagian tengah telinga bisa membuat telinga tidak responsif dan tidak bergetar. Akibatnya, Anda jadi tidak bisa mendengar suara dengan baik.
  • Cholesteatoma. Pertumbuhan tumor jinak pada telinga bagian tengah akibat infeksi telinga berulang. Jika tumor yang ada lebih dari satu, kondisi ini bisa merusak telinga dan menyebabkan gangguan pendengaran.

2. Gangguan pendengaran sensorineural

telinga terasa tersumbat

Gangguan pendengaran ini paling umum terjadi. Jika Anda memiliki kondisi ini, suara jadi sulit untuk didengar dan tidak jelas. Masalah pada telinga ini terjadi pada bagian telinga dalam, saraf koklea, atau gangguan pada silia (rambut kecil di dalam telinga).

Jenis gangguan pendengaran sensorineural biasanya disebabkan oleh berbagai hal dan masalah medis tertentu, seperti:

  • Penuaan. Semakin tua, kemampuan telinga untuk mendengar akan semakin menurun. Kondisi ini disebut juga dengan presbiakusis.
  • Trauma akustik. Kondisi ini terjadi akibat paparan suara keras dalam waktu yang lama. Lingkungan yang bising dengan suara musik keras, bunyi mesin, atau suara keras lainnya bisa meningkatkan peluang kerusakan telinga.
  • Penyakit autoimun yang menyerang telinga bagian dalam. Kelainan sistem imun bisa memengaruhi kesehatan telinga. Kondisi ini dapat memburuk kesehatan telinga sehingga telinga jadi berdengung atau bindeng.
  • Penyakit meniere. Kondisi kronis ini menyebabkan gangguan pendengaran seperti gejala vertigo dan tinnitus.
  • Perubahan tekanan udara mendadak. Kegiatan seperti scuba diving, naik pesawat, atau terjun payung bisa meningkatkan risiko kerusakan saraf telinga bagian dalam. Saat mendarat atau kembali ke darat, cairan pada telinga bagian dalam dapat bergeser, bocor, dan pecah.
  • Neuroma akustik. Tumor non-kanker ini bisa memengaruhi saraf yang mengirim sinyal suara ke telinga bagian dalam dan otak. Pendengaran yang terganggu menjadi tanda awal kondisi ini.

3. Gangguan pendengaran kombinasi

efek infeksi telinga

Gangguan pendengaran kombinasi adalah gabungan dari gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural. Orang dengan kondisi ini biasanya mengalami gangguan pendengaran sensorineural lebih dulu. Seiring waktu tanpa perawatan, gangguan pendengar jadi bertambah buruk dan menimbulkan gangguan konduktif.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 16, 2018 | Terakhir Diedit: Oktober 8, 2018

Sumber
Yang juga perlu Anda baca