Jarang Menguap Bisa Jadi Ciri-ciri Psikopat, Kok Bisa?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/09/2017
Bagikan sekarang

Kata orang, menguap itu menular. Mungkin Anda pernah ikut-ikutan menguap beberapa detik setelah orang di hadapan Anda menguap. Bagaimana jika ini tak pernah terjadi pada Anda? Maka Anda bisa jadi memiliki ciri psikopat. Dalam sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan, diketahui bahwa seseorang yang tidak mempan dengan menguap yang menular cenderung mempunyai kecenderungan psikopat dan anti sosial. Mengapa ini bisa terjadi?

Tahan untuk tidak menguap saat melihat yang lain menguap adalah salah satu ciri psikopat

Ketika Anda sedang bersantai di rumah, menonton televisi di ruang tamu, kemudian Anda menguap. Lalu pasangan Anda yang melihat Anda menguap secara tidak sengaja ikut menguap beberapa saat. Ya, menguap itu menular, bahkan sudah dibahas dan dibuktikan  dalam beberapa penelitian. Walaupun begitu, kenapa menguap itu menular memang masih menjadi misteri besar dalam ilmu pengetahuan. Sampai saat ini, para ahli belum dapat memastikan apa yang menyebabkan menguap bisa ditularkan dari satu orang ke yang lainnya.

Namun, sebuah penelitian baru, menunjukkan bahwa orang yang memiliki ciri  psikopat lebih kebal dan tidak menguap walaupun melihat orang lain menguap di depannya. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences dan mengambil data 135 mahasiswa. Dalam penelitian tersebut, peneliti memberikan tes psikologi untuk mengetahui sifat dan perilaku responden. Kemudian, peneliti juga melakukan pengamatan terkait kegiatan menguap yang dilakukan oleh 135 responden tersebut.

Lalu, dari hasil penelitian diketahui bahwa memang mahasiswa yang memiliki rasa empati sosial rendah, emosi cenderung labil, dan impulsif (yang merupakan ciri psikopat) lebih jarang menguap dibandingkan dengan teman-teman lainnya. Jarang menguap ini juga dianggap sebagai tanda bahwa mereka tahan dan kebal untuk tidak menguap ketika yang lainnya menguap.  

Mengapa tidak menguap dianggap sebagai ciri psikopat?

Memang hal ini tidak bisa dijadikan patokan untuk mengetahui apakah seseorang benar-benar mempunyai ciri psikopat atau tidak. Tapi dalam penelitian ini, para peneliti menyimpulkan bahwa rasa empati yang rendah adalah sifat dasar dari seseorang yang dianggap bertanggung jawab atas menguap yang menular. Sehingga, ketika seseorang kebal akan menguap yang menular tersebut, ini dikaitkan dengan rasa empati yang rendah.

Sementara itu, psikopat sendiri adalah kondisi di mana seseorang memiliki tingkat empati sosial yang rendah. Tidak hanya hal itu saja, psikopat juga ditandai dengan gaya hidup antisosial, cenderung egois, manipulatif, impulsif, tidak kenal takut, dan dominan.

Hubungan antara rendahnya rasa empati sosial dengan kebal akan menguap yang menular telah dibuktikan dalam beberapa penelitian. Seperti pada sebuah penelitian yang dilakukan pada kelompok anak autis, menunjukkan bahwa anak autis cenderung tahan dan kebal terhadap menguap yang menular tersebut. Sehingga, mereka jarang menguap walaupun melihat seseorang di sekitarnya menguap. Hal ini bisa terjadi karena anak dengan autisme biasanya memang memiliki rasa empati yang kurang dibandingkan dengan anak-anak seusianya.

Lalu, apakah saya psikopat karena jarang menguap?

Anda atau teman Anda ada yang tidak menguap ketika melihat orang lain menguap, bukan berarti dia seorang psikopat. Mungkin saja orang yang menguap tersebut adalah orang asing sehingga, ia tidak memiliki empati sosial yang kuat terhadap orang tersebut.

Walaupun begitu, memang masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait menguap yang menular dengan kecenderungan seseorang untuk memiliki ciri psikopat. Selain itu, telah dikatakan pula bahwa hal ini tidak dapat membuktikan bahwa seseorang adalah seorang psikopat. Perlu pemeriksaan psikologi lebih lanjut untuk mengetahuinya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020