Saat Bayi Terlahir Dengan Penis dan Vagina di Tubuh yang Sama

Oleh

Sebanyak dua persen manusia di dunia lahir dengan kelainan interseks, namun banyak orang yang masih tidak tahu apapun mengenai kondisi medis yang cukup umum ini. Orang yang lahir dengan kondisi intersex bisa memiliki dua alat kelamin berbeda — satu penis dan satu vagina.

Apa itu interseks?

Interseks, dulu dikenal dengan nama hermaprodit, adalah kondisi di mana seseorang lahir dengan dua alat kelamin, atau lahir dengan alat kelamin yang tidak dapat dikategorikan sebagai laki-laki atau perempuan.

Seseorang yang lahir dengan interseks bisa memiliki karakteristik fisik perempuan, namun memiliki alat kelamin dan organ reproduksi laki-laki di dalam tubuhnya, atau malah kebalikannya. Atau, seseorang mungkin dilahirkan dengan bentuk alat kelamin yang “ambigu” — misalnya, perempuan yang lahir dengan ukuran klitoris yang besar (sehingga tampak seperti penis) atau tidak memiliki bukaan vagina, atau anak laki-laki yang lahir dengan penis kecil, atau dengan buah zakar yang terbagi dua sehingga membentuk menyerupai bibir vagina (labia).

Atau seseorang mungkin dilahirkan dengan genetika mosaik, sehingga beberapa sel-nya memiliki kromosom XX dan yang lainnya memiliki XY. Gangguan ini tidak menyebabkan adanya perbedaan pada alat reproduksinya, namun, mungkin ada masalah dengan tingkat hormon seks, perkembangan seksual secara keseluruhan, dan perubahan kromosom seks.

Meski demikian, interseks tak selalu disadari pada saat lahir. Kadang, seseorang bisa tidak tahu bahwa dirinya memiliki interseks sampai ia menginjak usia puber, atau saat menyadari bahwa dirinya mandul begitu ia dewasa, atau bahkan sampai ia menutup usia dan diautopsi oleh tim dokter. Beberapa orang bisa hidup dengan anatomi tubuh intersex tanpa diketahui oleh siapapun, termasuk dirinya sendiri.

Mengapa seseorang bisa lahir dengan dua alat kelamin?

Penyebab seseorang lahir dengan kondisi interseks cukup beragam, dan kebanyakan alasannya berhubungan dengan pengaruh hormon. Penyebab interseks yang paling umum adalah hiperplasia adrenal kongenital (CAH),sebuah kondisi yang membuat kelenjar adrenal janin mengalami over-produksi sehingga menciptakan dua alat kelamin yang ambigu.

Penyebab lain dari kondisi interseks adalah sindrom insensitivitas androgen lengkap dan parsial. Sindrom insensitivitas androgen parsial menyebabkan alat kelamin ambigu, sedangkan sindrom lengkap berarti ada vagina tetapi tidak ada rahim, namun juga memiliki testis yang tidak turun.

Proses tumbuh kembang semua janin dimulai sejak pembuahan sampai pada minggu ke-7 kehamilan. Kemudian, janin perempuan dan laki-laki berkembang di jalur yang berbeda, di bawah pengaruh hormon. Jika janin memiliki tingkat hormon tertentu yang tidak biasa, atau kemampuan yang abnormal untuk menanggapi hormon, maka interseks dapat terjadi. Interseks juga sering terjadi secara acak tanpa alasan yang jelas.

Apakah memiliki dua alat kelamin sama dengan transgender?

Orang-orang interseks biasanya berbeda dengan transgender. Interseks adalah kondisi biologis yang menyebabkan seseorang tidak bisa diidentifikasi sebagai salah satu dari dua jenis kelamin. Orang interseks memiliki karakteristik luar atau dalam tubuh tertentu yang membuat mereka secara medis tidak dapat ditempatkan secara pasti apakah mereka laki-laki atau perempuan, meski mereka mungkin sering mengidentifikasikan diri sebagai salah satu jenis kelamin.

Kebanyakan orang dengan interseks menjadi perhatian medis karena dokter atau orangtua melihat sesuatu kejanggalan tentang tubuh mereka.Di sisi lain, transgender adalah kelompok orang yang memiliki identitas gender yang tidak sesuai dengan karakteristik fisiknya saat lahir. Orang-orang transgender memiliki persepsi atas identitas gender yang berbeda dari orang-orang pada umumnya — memiliki ciri fisik perempuan namun yakin bahwa ia adalah laki-laki, misalnya.

Kesamaan di antara keduanya adalah, baik transgender maupun pemilik intersex biasanya memilih satu identitas gender, dan kadang-kadang pilihan itu memerlukan perawatan hormonal dan/atau operasi. Beberapa orang yang memiliki kondisi interseks juga bisa memutuskan untuk mengubah jenis kelaminnya, sehingga beberapa orang dengan kondisi interseks mungkin juga mengidentifikasi diri mereka sebagai transgender atau transseksual.

Namun, terlepas dari kesamaan ini, kondisi interseks tidak boleh dan tidak dapat disamaratakan dengan transgender dan/atau transseksual.

Kondisi bawaan lahir dengan dua kelamin dapat diperbaiki, tapi…

Di masa lalu, pendapat yang berlaku adalah bahwa solusi terbaik untuk mengatasi kondisi anak yang lahir dengan dua kelamin adalah melakukan operasi ganti kelamin secepat mungkin. Seringnya, prosedur bedah ini didasari oleh penampilan alat kelamin eksternal, bukannya melihat kromosom jenis kelamin pada gen dalam tubuh.

Dalam operasi ganti kelamin untuk anak interseks, dokter pada umumnya akan mengangkat jaringan testis dan organ kemaluan laki-laki lainnya. Ini dilakukan karena upaya rekonstruksi alat kelamin perempuan dianggap lebih mudah daripada “membangun kembali” sebuah organ seks laki-laki yang berfungsi penuh. Sehingga jika kepastian pilihan gender bayi “tidak jelas”, anak tersebut sering dijadikan anak perempuan.

Seiring perkembangan zaman, semakin banyak pakar medis yang menyatakan keberatan atas operasi ganti kelamin di bawah umur tanpa sepengetahuan dan persetujuan penuh dari si empunya tubuh. Mereka mendesak orangtua untuk menunda operasi ganti kelamin anak mereka selama anak sehat secara fisik dan mental, dan idealnya melibatkan anak dalam keputusan gender mereka. Karena, jika orang tua yang memutuskan gender anaknya, salah-salah, anak dapat mengalami kebingungan atas identitas sejatinya dan mungkin berujung pada depresi dan masalah perilaku lainnya, karena anak merasa identitas gender yang dipilih oleh orangtuanya bukanlah siapa mereka sebenarnya.

The Intersex Society Of North America menyarankan operasi normalisasi gender anak interseks tidak boleh dilakukan sampai anak cukup dewasa untuk membuat penilaian dan keputusan bertanggungjawab untuk dirinya sendiri.

Menurut Dr. Shubha Srinivasan, dokter endrikologi anak di The Children’s Hospital Westmead Sydney, dilansir dari News, operasi normalisasi gender terutama dilakukan jika anak mengamali masalah medis tertentu. “Ada berbagai kondisi medis yang menyebabkan gangguan perkembangan seks, dan masing-masing dari kondisi tersebut adalah unik dan memiliki beragam isu yang berbeda pula,” katanya. Misalnya, anak interseks mungkin perlu dioperasi jika ditemukan sel-sel prakanker ditemukan di gonad atau jika ada masalah aliran urin yang dapat menyebabkan infeksi.

Tapi yang juga penting untuk dipertimbangkan adalah bahwa operasi normalisasi dua alat kelamin untuk anak-anak dan orang dewasa interseks tidak semuanya tentang membuat mereka terlihat “normal” dan diterima dalam masyarakat — operasi juga dapat berkaitan dengan masalah kesuburan, fungsi usus dan kandung kemih, dan juga fungsi seksual.

Baca Juga:

Sumber