Seberapa Ampuh Teknik Hipnotis untuk Mengatasi Gangguan Kecemasan?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 14/03/2018
Bagikan sekarang

Menurut data Riskesdas tahun 2013, gangguan kecemasan dialami oleh hampir 14 juta orang berusia 15 tahun ke atas, atau setara dengan 6 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Angka ini bukanlah jumlah yang sedikit sehingga perlu segera dilakukan penanganan yang tepat. Saat ini sudah banyak pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi kecemasan, salah satunya dengan cara hipnotis atau hipnoterapi. Lantas, seberapa efektif hipnotis untuk mengatasi gangguan kecemasan? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Sekilas tentang metode hipnotis

Tidak sedikit orang yang berpikir bahwa hipnotis (hipnosis atau hipnoterapi) akan menghilangkan kesadaran secara total. Padahal, sesi hipnotis hanya akan membantu Anda lebih rileks dan memfokuskan pikiran Anda. Keadaan ini mirip dengan tidur, yang membedakan adalah pikiran Anda lebih fokus dan mampu memberikan respon. Hipnoterapi biasa digunakan sebagai pendukung untuk psikoterapi tertentu, bukan sebagai perawatan utama. 

Keadaan yang lebih rileks ini diyakini dapat membuat Anda lebih fokus pada pikiran bawah sadar Anda. Inilah yang memungkinkan Anda untuk menjelajahi beberapa masalah secara lebih dalam dan tenang. Sesi hipnoterapi dapat digunakan untuk beberapa hal sebagai berikut:

  • Menetralkan emosi negatif akibat trauma psikologis yang pernah terjadi, terutama di masa lalu.
  • Membantu menurunkan berat badan, caranya dengan menanamkan keinginan untuk menerapkan pola hidup sehat dan mengatur pola makan.
  • Mengatasi kecemasan dengan menciptakan ketenangan dan percaya diri.
  • Membantu mengendalikan kebiasaan, misalnya usaha berhenti merokok dan makan berlebihan.

Para praktisi atau terapis hipnotis tidak akan mengendalikan pikiran Anda. Mereka hanya akan memandu Anda untuk mencurahkan segala kepenatan dan masalah yang dialami. Dari situ, Anda sendirilah yang bisa menentukan apa solusinya. 

Bagaimana hipnotis dapat mengatasi kecemasan?

Hipnoterapi tidak dikenal secara luas sebagai psikoterapi dan pengobatan untuk mengatasi kecemasan. Namun, para periset telah mempelajari dampaknya terhadap berbagai gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, gangguan stres pasca trauma (PTSD), dan depresi selama beberapa tahun.

Dalam sebuah penelitian tahun 2016, para peneliti mengamati kondisi otak orang-orang yang menjalani terapi hipnotis. Mereka menemukan bahwa kondisi otak pada orang yang terhipnotis mengalami beberapa perubahan, seperti menjadi lebih fokus dan lebih mampu mengendalikan beberapa gejala fisik dan emosional.

Saat memasuki situasi hipnotis, terapis akan meminta Anda untuk fokus pada saat-saat Anda merasa cemas. Anda mungkin diminta untuk fokus pada sensasi fisiknya sambil memikirkan pemicu kecemasan Anda. Begitu Anda mengenali sensasi ini, hipnoterapis akan mengucapkan kata-kata yang menenangkan sekaligus memberikan saran terbaik untuk Anda. Teknik inilah yang dikenal dengan penanaman sugesti. 

Contohnya bila Anda merasa cemas di tempat kerja, Anda akan diminta untuk lebih yakin dengan kemampuan Anda sendiri dan lebih percaya diri. Selain itu, terapis juga mengajarkan teknik supaya Anda lebih rileks dan tenang jika kembali merasakan cemas di kemudian hari. Hasilnya, Anda akan lebih mudah untuk mengatasi gejala kecemasan yang sering kambuh, seperti:

  • Sesak napas
  • Peningkatan denyut jantung
  • Ketegangan otot
  • Mudah marah
  • Gelisah

Kecemasan merupakan tekanan psikologis yang banyak dialami oleh para penderita kanker. Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2017 mencatat bahwa hipnotis dapat mengurangi tingkat kecemasan pada penderita kanker, terutama bagi anak-anak yang menderita kanker dan mengalami stres. Karena itulah, cara hipnotis direkomendasikan untuk membantu mengatasi kecemasan.

Pertimbangkan dulu hal ini sebelum memilih cara hipnotis untuk mengatasi kecemasan

Hal terpenting yang harus dipertimbangkan sebelum memutuskan menggunakan cara hipnotis adalah kualifikasi praktisi. Carilah ahli kesehatan mental yang berlisensi seperti psikolog, psikoterapis, psikiater, konselor, atau dokter medis yang juga seorang hipnoterapis.

Hipnotis hanyalah salah satu dari banyak cara klinis yang efektif untuk membantu mengatasi kecemasan. Namun, Anda tidak bisa serta merta memilih cara hipnotis tanpa saran dari tim medis. Oleh karena itu, konsultasikan pada dokter atau ahli kejiwaan Anda terlebih dahulu untuk mendapatkan saran terbaik.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Sebagian dari Anda mungkin lebih suka tidur dalam keadaan terang. Namun riset menunjukkan matikan lampu saat tidur itu lebih baik. Kenapa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

delusi dan halusinasi

Delusi dan Halusinasi, Apa Bedanya?

Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
Pedofilia kekerasan seksual

Pedofilia dan Kekerasan Seksual pada Anak, Apa Bedanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/05/2020