5 Tanda dan Gejala Penyakit Lyme, Infeksi Akibat Gigitan Kutu

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal tayang Desember 4, 2018
Bagikan sekarang

Pernah dengar tentang Lyme disease atau penyakit Lyme? Bella Hadid, Ben Stiller, dan Avril Lavigne adalah beberapa figur kenamaan dunia yang diketahui mengidap penyakit ini. Lyme disease adalah infeksi bakteri Borrelia burgdorferi sp yang ditularkan pada manusia lewat gigitan kutu kaki hitam. Apa saja gejalanya?

Gejala Lyme disease adalah sendi linu dan kecapekan kronis

Gejala awal dari Lyme disease adalah bentol dengan ruam kemerahan pada kulit yang tergigit. Namun seiring bakteri masuk ke aliran darah manusia, racunnya akan menyebar ke seluruh tubuh dan mulai menginfeksi sistem saraf pusat, otot, sendi, mata, hingga jantung.

Penyakit ini sebenarnya mudah untuk diobati dengan antibiotik. Namun jika gejalanya tidak terdeteksi sehingga tidak kunjung diobati dalam jangka waktu lama, infeksinya akan makin kuat dan lebih sulit diobati.

Maka dari itu Anda perlu memerhatikan apa saja gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini. Setiap orang mungkin mengalami reaksi yang berbeda-beda setelah digigit kutu. Namun, umumnya gejala yang ditimbulkan dari penyakit Lyme adalah:

1. Kulit ruam

gigitan kuku lyme disease

Ruam kulit akibat penyakit Lyme memiliki ciri khas yang berbeda dengan gigitan nyamuk atau kutu kasur. Gigitan kutu kaki hitam (Ixodes scapularis) akan meninggalkan ruam berbentuk seperti target sasaran.

Pada awalnya ruam akan terlihat seperti bintik merah kecil. Namun dalam 3-30 hari berikutnya, bentuk ruam akan perlahan membesar dan berubah mirip gambar di atas. Bagian tengah ruam (pusat gigitan) akan terlihat sedikit lonjong dan berwarna sangat merah, tapi akan semakin memudar di sekelilingnya. Munculnya ruam ini menandakan bahwa bakteri sudah menginfeksi jaringan kulit Anda.

Satu lagi ciri khas yang membedakan ruam akibat Lyme disease adalah ada tidaknya rasa gatal. Ruam akibat penyakit Lyme tidak menyebabkan gatal-gatal seperti gigitan serangga pada umumnya. Namun pada kasus tertentu yang sangat jarang, ruam Lyme disease dapat membuat kulit pecah-pecah, terasa sangat gatal, dan berkembang menjadi limfoma sel b atau parapsoriasis.

2. Kecapekan terus

mengatasi kelelahan akibat rematik

Selain ruam, gejala lainnya dari penyakit Lyme yang sering terlewatkan adalah lemah dan lesu seperti tak pernah berenergi. Sering kali juga disertai gejala mirip flu biasa seperti pusing dan sakit kepala hingga demam, yang makin membuat Anda gampang kecapekan.

Namun, rasa lelah akibat penyakit ini berbeda dengan kelelahan biasa yang bisa cepat pulih setelah cukup makan dan istirahat. Waktu tidur malam Anda jadi lebih lama dari biasanya, tapi tetap merasa tidak fit selama beraktivitas karena sering terbangun tengah malam. Anda mungkin juga merasa masih kelelahan bahkan setelah menyempatkan tidur siang sebentar.

Kelelahan berkepanjangan akibat penyakit Lyme sering kali salah didiagnosis oleh dokter dengan penyakit lain, seperti sindrom kelelahan kronis, depresi, atau fibromyalgia.

3. Nyeri sendi

penyebab susah tidur orang introvert

Penyakit Lyme mengakibatkan sendi membengkak, kaku, dan terasa nyeri sehingga menyulitkan Anda bergerak bebas. Area sendi yang bermasalah juga akan terasa hangat saat disentuh. Masalah persendian ini juga menjadi salah satu gejalanya yang paling awal, biasanya muncul kurang dari 6 bulan setelah terinfeksi.

Masalah sendi ini kemudian dapat menaikkan suhu tubuh sehingga mengakibatkan gejala mirip hot flashes, yaitu wajah memerah dan terasa panas. Anda mungkin juga merasa berkeringat lebih banyak dari biasanya atau gampang menggigil.

Nyeri sendi dapat berpindah-pindah sewaktu-waktu di area lutut, leher, atau tumit. Jika Anda memiliki penyakit bursitis atau masalah sendi lainnya, gejalanya akan semakin bertambah parah. Gangguan pada sendi ini juga bisa mengganggu tidur sehingga Anda sering terbangun di malam hari.

4. Masalah saraf, penglihatan, dan kognitif otak

penyebab mata gatal

Infeksi Lyme disease yang sudah menyebar ke sistem saraf pusat di otak bisa mengganggu gerak, keseimbangan tubuh, dan koordinasi anggota gerak. Akibatnya, Anda sering kali terjatuh karena hilang keseimbangan. Penyakit ini juga bisa menimbulkan sensasi aneh seperti mati rasa atau kesemutan akibat kerusakan saraf.

Selain itu, infeksi pada sistem saraf pusat bisa membuat Anda sulit fokus dan berpikir jernih sehingga cenderung berpikir lebih lama dari biasanya. Jika infeksi sudah menyebar ke area selaput otak, meningitis bisa terjadi sebagai komplikasinya.

Penyebaran infeksi ini turut menyebabkan masalah pada kemampuan mata untuk melihat dengan jelas. Mata juga jadi lebih sensitif ketika melihat cahaya terang.

5. Jantung bermasalah

jantung berdebar ketika berdiri mendadak

Tanpa perawatan yang tepat, infeksi bakteri dari penyakit Lyme bisa menyerang jaringan jantung dan menyebabkan komplikasi bernama karditis.

Peradangan pada jaringan jantung ini menghambat aliran sinyal listrik dari bilik jantung ke bagian lainnya sehingga menghambat sirkulasi darah.

Gejalanya sama seperti penyakit jantung umumnya, yaitu pusing, napas pendek, nyeri dada, dan palpitasi (detak jantung tidak normal).

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

13 Signs and Symptoms of Lyme Disease. https://www.healthline.com/health/lyme-disease-symptoms#heart-problems. Accessed on November 23, 2018.

Signs and Symptoms of Untreated Lyme Disease. https://www.cdc.gov/lyme/signs_symptoms/index.html. Accessed on November 23, 2018.

Signs of Lyme disease that appear on your skin. https://www.aad.org/public/diseases/rashes/lyme-disease. Accessed on November 23, 2018.

Yang juga perlu Anda baca

Lyme Disease

DefinisiApa itu lyme disease? Penyakit Lyme atau Lyme disease adalah infeksi bakteri yang ditularkan ke manusia melalui gigitan kutu. Terdapat 4 jenis bakteri Lyme: Borrelia burgdorferi, Borrelia mayonii, Borrelia ...

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z September 22, 2016

Gigitan Kutu

Gigitan kutu sering terjadi karena hewan ini dapat dengan mudah berpindah di antara manusia dan hewan lain. Apa gejala kondisi ini? Bagaimana mengatasinya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z Maret 12, 2016

Penyakit Lyme

Penyakit lyme akibat gigitan kutu yang terinfeksi dapat berakibat fatal bila tidak segera diobati. Infeksinya bisa menyebar sampai sistem saraf.

Ditulis oleh Lika Aprilia Samiadi
Pertolongan Pertama Januari 1, 1970

Direkomendasikan untuk Anda

5 Cara Terhindar dari Lyme Disease, Penyakit yang Diderita Justin Bieber

5 Cara Terhindar dari Lyme Disease, Penyakit yang Diderita Justin Bieber

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Januari 17, 2020
3 Faktor Penyebab yang Membuat Anda Berisiko Kena Penyakit Lyme

3 Faktor Penyebab yang Membuat Anda Berisiko Kena Penyakit Lyme

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang Juli 27, 2019
5 Tips Jitu Mengusir Rasa Gatal Akibat Gigitan Kutu

5 Tips Jitu Mengusir Rasa Gatal Akibat Gigitan Kutu

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal tayang Februari 8, 2019
7 Benda di Taman Rumah yang Ternyata Berbahaya untuk Kesehatan

7 Benda di Taman Rumah yang Ternyata Berbahaya untuk Kesehatan

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal tayang Mei 12, 2018