5 Gejala Kanker Esofagus yang Paling Mudah Dikenali

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 28 Oktober 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Kanker dapat berkembang di bagian tubuh mana pun. Ketika sel kanker muncul dan berkembang di kerongkongan, sebutannya adalah kanker esofagus. Menurut Mayo Clinic, kanker esofagus menduduki peringkat ke-6 sebagai jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia. Ini karena kebanyakan penderitanya terlambat mendapatkan pengobatan setelah di stadium akhir. Penting bagi Anda untuk mengetahui gejala kanker esofagus sejak dini agar pengobatannya berjalan lebih mudah dan peluang sembuh total nantinya lebih besar.

Daftar gejala kanker esofagus (kanker kerongkongan)

Banyak orang mengira bahwa kerongkongan sama dengan tenggorokan. Keduanya adalah dua organ yang berbeda. Tenggorokan adala jalur napas, yang menghubungkan hidung, faring, laring, dan trakea dengan paru.

Sementara itu, kerongkongan adalah tabung penyalur makanan yang menghubungkan mulut dengan lambung. Organ ini berada tepat di belakang trakea (saluran pernapasan) dan di depan tulang belakang.

Kanker esofagus terjadi ketika tumor ganas terbentuk di lapisan dalam kerongkongan. Sel kanker dapat berkembang di sepanjang kerongkongan, termasuk di persimpangan antara kerongkongan dan lambung.

Gejala kanker kerongkongan biasanya bervariasi tergantung pada lokasi awal di mana sel kanker menyebar. Namun, ada tanda dan gejala khas dari kanker esofagus yang bisa Anda waspadai, yaitu:

1. Kesulitan menelan

susah menelan akibat disfagia

Salah satu gejala paling khas dari kanker esofagus adalah kesulitan menelan (disfagia). Bisa dibilang, sekitar 90-95 persen orang yang terkena kanker kerongkongan mengalami gejala satu ini.

Pertumbuhan tumor yang semakin besar menyebabkan saluran kerongkongan menyempit. Alhasil, Anda mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk benar-benar bisa menelan semua makanan.

Selain terasa lebih sulit, menelan makanan juga cenderung terasa sakit akibat kerongkongan yang menyempit. Rasa sakitnya muncul bila kanker menyebabkan luka terbuka di lapisan kerongkongan, atau saat sel kanker sudah menyerang jaringan di sekitarnya.

Jangan sepelekan gejala satu ini. Kalau tak hati-hati, Anda bahkan juga bisa tersedak di tengah makan.

2. Sering muntah

sering muntah

Bila muntahnya hanya sesekali dan jarang, Anda tidak perlu terlalu perlu khawatir. Namun, lain ceritanya jika Anda terus-terusan muntah setiap kali makan.

Sekitar 40 persen pasien dengan kanker kerongkongan sering mengeluhkan gejala muntah setelah makan. Kondisi ini biasanya disebabkan karena makanan yang tersangkut di kerongkongan. Alhasil, tubuh akan secara otomatis mengeluarkan kembali makanan dengan paksa melalui mulut.

Beberapa orang bahkan ada yang sampai mengalami muntah darah. Hal ini umumnya terjadi bila tumor di kerongkongan mengalami perdarahan atau jaringan di sekitar kerongkongan ada yang terluka.

3. Sensasi terbakar di dada

penyakit GERD adalah

Gejala kanker esofagus juga sering disertai dengan rasa nyeri dan panas di dada, yang disebut dengan heartburn. Penyebabnya adalah asam lambung yang bocor naik ke kerongkongan.

Di kerongkongan terdapat katup yang disebut sfingter. Idealnya, katup ini berfungsi untuk menahan agar cairan asam tetap tertampung di dasar lambung. Namun, bila Anda mengalami kanker kerongkongan, katup ini tidak dapat berfungsi baik sehingga asam dari lambung rentan mengalir balik dan menyebabkan  heartburn.

Orang yang punya riwayat GERD dianjurkan untuk lebih sering periksa ke dokter ketimbang Anda yang sehat walafiat.

4. Berat badan turun drastis

diet yang ampuh

Punya berat badan ideal adalah dambaan semua orang. Namun, jangan senang dulu bila berat badan Anda tiba-tiba menurun drastis tanpa alasan yang jelas. Ini bisa jadi gejala kanker esofagus.

Selain karena pengaruh kurang nutrisi akibat kesulitan menelan, penurunan berat badan juga bisa disebabkan oleh metabolisme sel kanker itu sendiri. Berat badan yang terus-terusan menyusut merupakan sinyal bahwa sel kanker sedang menggerogoti massa otot dan jaringan lemak tubuh.

Jadi begini, sejatinya sel kanker akan menyerap gula dari tubuh pasien supaya bisa terus tumbuh dan berkembang biak. Kondisi ini membuat gula yang dijadikan sumber energi tubuh kita terkuras habis. Akibatnya, tubuh akan mengambil makanan cadangan energi dari lemak.

Jika hal ini dibiarkan terus, jaringan lemak dan massa otot pasien akan berkurang atau bahkan menghilang. Nah, hal inilah yang menyebabkan berat badan sebagian besar penderita kanker biasanya akan turun secara drastis. Dalam dunia medis kondisi ini disebut dengan kaheksia. 

Sebaiknya segera periksa ke dokter bila berat badan yang turun lebih dari 5% dari berat badan awal dan kondisi ini terjadi selama lebih dari 6 bulan.

5. Gejala lainnya

punggung sakit saat batuk

Di samping yang sudah disebutkan di atas, kanker esofagus juga dapat memunculkan gejala lain seperti:

  • Batuk kering yang tak kunjung sembuh
  • Sering berdehem
  • Perubahan suara yang tidak biasa, seperti terdengar serak atau parau
  • Buang air besar berdarah
  • Nyeri dada
  • Cegukan terus menurus
  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Sesak napas
  • Nyeri sendi dan otot
  • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga

Kapan harus ke dokter?

Tenggorokan Sakit Saat Menelan Bisa Jadi Gejala Odinofagia

Sebelum terlanjur parah, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Kanker kerongkongan dapat menyebabkan kematian bila terlambat diobati. Itu sebabnya, Anda harus waspada dengan beberapa gejala awal kanker kerongkongan. Sebaiknya segera periksa ke dokter bila Anda mengalami kesulitan menelan sekaligus sering muntah setelah makan.

Pada prinsipnya, Anda harus jeli terhadap perubahan yang terjadi pada tubuh sendiri. Bila Anda mengalami gejala yang tidak biasa, jangan ragu untuk segera periksa ke dokter. Semakin cepat penyakit didiagnosis, maka pengobatan akan semakin mudah dan peluang Anda sembuh pun lebih besar.

Jadi, jangan tunggu parah dulu baru berobat ke dokter, ya!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengobati Kanker, Mulai dari Minum Obat Hingga Prosedur Medis

Cara mengobati penyakit kanker tidak hanya dengan minum obat. Tersedia juga prosedur medis lain yang dapat mengatasi kanker. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 12 menit

5 Jenis Obat Herbal yang Berpontensi Mengobati Kanker Kolorektal

Selain pengobatan dokter, ada beberapa obat herbal yang digunakan secara tradisional sebagai obat kanker kolorektal (usus besar dan rektum). Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker Usus Besar, Kanker 31 Agustus 2020 . Waktu baca 6 menit

Obat dan Jenis Pengobatan untuk Kanker Lambung (Perut)

Kanker yang menyerang lambung atau lapisan perut bisa sembuh dengan minum obat atau mengikuti perawatan medis lainnya. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Lambung 25 Agustus 2020 . Waktu baca 7 menit

Kapan dan Bagaimana Deteksi Dini Kanker Ovarium Dilakukan?

Penyakit kanker ovarium bisa diketahui lebih dini lewat tes deteksi. Namun, kapan dan bagaimana cara mendeteksi dini untuk kanker ovarium dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker, Kanker Ovarium 20 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kanker esofagus kanker kerongkongan

Kanker Esofagus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit
gejala kanker tenggorokan amandel tonsil

Kanker Tenggorokan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 10 menit
kanker penis

Kanker Penis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 8 menit
kanker mulut gusi gigi bibir

Kanker Mulut (Gusi, Lidah dan Bibir)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 10 menit