Cacing yang masuk ke dalam tubuh bukan sekadar tema film alien sci-fi, yang mungkin sering Anda tonton. Di dunia nyata, sangat mungkin untuk masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi Anda. Salah satu cacing yang sering menginfeksi manusia adalah cacing kremi. Penasaran apa yang terjadi jika cacing ini tumbuh dan berkembang di dalam tubuh Anda?

Bagaimana cacing kremi menginfeksi tubuh dan menyebabkan penyakit

Cacing kremi (Enterobius vermicularis) betina memiliki panjang sekitar 8-13 millimeter, sementara yang jantan lebih pendek yaitu sekitar 2-5 millimeter. Cacing kremi dewasa berkembang biak dengan cara bertelur.

Cacing kremi adalah hewan parasit. Oleh karena itu, hewan ini memerlukan tubuh inang agar dapat berkembang biak, dan tubuh manusia adalah salah satu tuan rumah bagi mereka untuk bisa bertahan hidup.

Ketika Anda berjalan kaki nyeker di tanah atau menyentuh benda-benda yang tercemar kotoran manusia atau hewan yang mengandung cacing kremi, tanpa sesudahnya cuci tangan atau cuci kaki, larva cacing bisa masuk ke dalam tubuh.

Di dalam tubuh, larva akan menetas, kemudian tumbuh besar dan kembali bertelur. Nah, telur ini akan tinggal di area anus, sementara cacing yang besar akan keluar dari tubuh lewat anus bersama feses.

Saat hal tersebut terjadi, Anda akan merasakan berbagai gejala, seperti:

  • Gatal di sekitar anus atau vaginal, lebih sering terjadi pada malam hari
  • Kurang istirahat
  • Perut sakit
  • Merasa mual
  • Terdapat cacing pada kotoran

Biasanya, ketika terinfeksi maka Anda akan merasa sangat gatal pada bagian anus. Namun, penyebaran belum selesai sampai di sana. Saat Anda merasa gatal dan kemudian menggaruk bagian anus, maka dengan mudah telur tersebut akan berpindah ke tangan.

Telur cacing mampu bertahan beberapa hari di tangan. Jadi jika Anda memegang barang lain atau melakukan kontak dengan orang lain, tanpa mencuci tangan terlebih dulu, maka telur tersebut akan berpindah ke orang lain.

Nah, telur akan masuk ketika tanpa disadari menggunakan tangan yang terkontaminasi cacing untuk makan. Pada pakaian atau barang lainnya, telur cacing bisa bertahan hidup hingga 2-3 minggu. Maka itu, sebenarnya penularan infeksi cacing kremi sangatlah mudah dan cepat.

saat anak sakit perut

Apakah hal ini berlaku juga pada orang dewasa?

Ya, meskipun memang cacingan itu identik terjadi pada anak-anak, tapi faktanya tak selalu begitu. Pasalnya, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), infeksi cacing kremi adalah penyakit cacingan yang paling umum dan sering terjadi. Jadi, siapapun memang bisa mengalami infeksi ini dari anak-anak, orang dewasa, bahkan orang yang telah lanjut usia. Namun memang, ada beberapa kelompok orang yang lebih berisiko alami infeksi ini:

  • Anak balita dan anak usia sekolah, biasanya pada masa ini mereka tidak memerhatikan kebersihan dirinya. Jadi lebih berisiko mengalami infeksi.
  • Orang yang merawat anak-anak atau orang dewasa yang terinfeksi.
  • Orang yang tidak memedulikan kebersihan dirinya, terutama tidak membiasakan mencuci tangan sebelum makan.
  • Anak-anak yang punya kebiasaan menggigit kuku atau mengisap jempolnya.

Bagaimana mencegah infeksi cacing kremi?

Penyakit cacingan mudah disembuhkan, tapi lebih mudah lagi untuk kambuh. Maka, hal yang harus Anda lakukan adalah mencegah cacing kremi masuk ke dalam tubuh. Ada berbagai langkah pencegahannya, yaitu:

  • Selalu biasakan untuk cuci tangan dengan air dan sabun yang mengalir, terutama ketika setelah dari kamar mandi serta sebelum makan.
  • Potong dan selalu bersihkan kuku-kuku jari
  • Jangan menggigit-gigit kuku, hal ini sangat mudah membuat cacing kremi masuk ke dalam tubuh. Jika si kecil melakukannya, hentikan kebiasaan tersebut.
  • Jaga kebersihan tubuh dengan mandi setiap hari. Biasanya cacing jenis ini akan berkembang biak pada malam hari, jadi mandi di pagi hari sangat penting untuk menghilangkan telur cacing yang mungkin ada di tubuh.
  • Ganti pakaian dan pakaian dalam Anda setiap hari.
  • Anda bisa menggunakan air panas untuk mencuci pakaian agar lebih terjamin kebersihannya dari cacing dan kuman penyakit lainnya.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca