Penyebab dan Pengobatan Cacing Kremi di Miss V yang Bisa Datangkan Infeksi

Penyebab dan Pengobatan Cacing Kremi di Miss V yang Bisa Datangkan Infeksi

Menjaga kesehatan miss V harus Anda lakukan agar terhindar dari parasit yang mungkin hidup di dalamnya, seperti cacing kremi. Meskipun biasanya cacing kremi menginfeksi saluran pencernaan misalnya usus, tapi mereka juga bisa bergerak menuju miss V. Tentunya kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja karena dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah kesehatan.

Seperti apa itu cacing kremi?

Cacing kremi adalah cacing parasit atau disebut dengan Enterobius vermicularis yang terkadang hidup di usus besar dan rektum manusia.

Panjangnya sekitar satu setengah inci atau sekitar 6 sampai 13 milimeter. Jika diibaratkan, kira-kira cacing kremi sepanjang staples dengan warna putih atau abu-abu muda.

Biasanya pada malam hari, cacing kremi betina meninggalkan usus melalui anus dan menyimpan telurnya di kulit yang ada di sekitarnya.

Orang-orang dari segala usia dapat terinfeksi cacing kremi, tetapi infeksi paling sering ditemukan pada anak-anak.

Kenapa cacing kremi bisa ada di vagina (miss V)?

infeksi cacing kremi

Cacing kremi dapat ditularkan melalui jalur fekal-oral, yaitu dengan perpindahan telur cacing kremi dari anus ke mulut seseorang.

Perpindahan tersebut dapat terjadi secara langsung dengan tangan maupun tidak langsung melalui perantara atau benda.

Seseorang yang mengalami infeksi cacing kremi biasanya tanpa sadar menelan telur cacing kremi yang ada di jari, di bawah kuku, pakaian, tempat tidur, dan benda atau permukaan lain yang terkontaminasi.

Karena ukurannya yang kecil, telur cacing kremi terkadang bisa terbawa udara dan terhirup saat bernafas.

Meski begitu, belum bisa dipastikan bila cacing kremi merupakan satu-satunya penyebab vagina berulat atau mengeluarkan ulat berwarna putih.

Anda disarankan untuk segera memeriksakan langsung ke dokter bila mendapati adanya ulat atau binatang apapun yang keluar dari vagina atau miss V karena kondisi tersebut dianggap tidak normal.

Apa gejala infeksi cacing kremi di miss V?

Kebanyakan orang yang mengalami infeksi cacing kremi tidak memiliki gejala, tetapi tanda-tanda atau gejala yang paling umum dari infeksi cacing kremi adalah gatal-gatal.

Mengutip Cleveland Clinic, berikut adalah beberapa gejala yang perlu Anda perhatikan ketika mengalami infeksi cacing kremi di miss V.

1. Gatal pada anus, terutama pada malam hari

Cacing kremi betina biasanya bertelur di sekitar anus pada malam hari.

Maka tak heran, bila kondisi tersebut dapat menyebabkan vagina gatal dan iritasi karena terus digaruk.

Meskipun gejalanya biasanya ringan, gatal pada anus bisa menjadi parah dan serius.

2. Sulit tidur

Cacing kremi yang membuat miss V infeksi sering kali ditandai dengan munculnya rasa gatal di anus. Rasa gatal akan semakin parah pada malam hari.

Hal itulah yang membuat penderita infeksi cacing kremi terkadang mengalami kesulitan tidur hingga menyebabkan penurunan konsentrasi, kelelahan, dan penurunan berat badan.

3. Gatal pada vagina

Cacing kremi biasanya bertelur di anus, tapi dapat memicu rasa gatal pada vagina.

Selain itu, gejala cacing kremi juga bisa berupa keputihan di area vagina atau miss V.

Gejala yang kurang umum meliputi terkait infeksi cacing kremi di miss V meliputi berikut ini.

  • Sakit perut.
  • Infeksi bakteri sekunder dari garukan kulit yang intens.
  • Infeksi ureter atau kandung kemih yang jarang dapat menyebabkan disuria atau ketidaknyamanan kandung kemih.

Bagaimana cara mengobati cacing kremi di miss V?

Cara mengobati cacing kremi di miss V cenderung hampir sama dengan infeksi di saluran pencernaan dan usus.

Dalam kasus ini, Anda akan membutuhkan obat-obatan yang bisa diserap ke dalam aliran darah.

Namun, tidak semua obat cacing diserap dengan baik oleh tubuh. Jadi, sebaiknya bicarakan dengan dokter atau apoteker mengenai ini.

Dilansir dari situs CDC, disebutkan bahwa obat-obatan yang paling ampuh untuk mengobati cacing kremi adalah mebendazol, albendazol, atau pirantel pamoat.

  • Obat mebendazol kurang dapat diserap ke dalam aliran darah sehingga harus dihindari pada infeksi cacing di miss V.
  • Lain halnya dengan obat albendazole yang dilaporkan berhasil memberantas infeksi cacing kremi pada vagina.
  • Mebendazole dan albendazole memiliki kemampuan menghalangi cacing kremi untuk menyerap glukosa. Hal itu akan membuat cacing yang menyebabkan infeksi kekurangan sumber energi dalam beberapa hari.
  • Obat piperazine atau pyrantel pamoate diyakini bermanfaat untuk melumpuhkan cacing sehingga ia dapat dikeluarkan melalui feses.

Perlu Anda ketahui bila obat-obatan ini tidak berfungsi untuk membunuh telur, melainkan hanya larva dan cacing dewasa.

Itulah sebabnya, pengobatan berulang dan penerapan kebersihan perlu dilakukan untuk menghilangkan telur yang menempel di permukaan benda atau di bawah kuku.

Cara agar terhindar dari infeksi cacing kremi

cara mencuci tangan yang benar

Menjaga kebersihan tangan dengan baik adalah cara yang paling efektif untuk mencegah infeksi cacing kremi.

Ini termasuk mencuci tangan dengan sabun dan air hangat setelah menggunakan toilet, mengganti popok, dan sebelum memegang makanan.

Jaga kuku Anda tetap bersih dan pendek, hindari menggigit kuku dan jangan menggaruk kulit di daerah vagina.

Ajari juga anak Anda pentingnya mencuci tangan untuk mencegah infeksi cacing kremi di vagina.

Pasalnya, infeksi cacing kremi tapi terjadi berulang. Jika Anda terus mendapati cacing kremi yang keluar dari vagina, maka sumber infeksi harus segera dicari dan diobati.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Treatment. (2019, April 19). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 28 September 2022, from https://www.cdc.gov/parasites/pinworm/treatment.html

Pinworms: Symptoms, causes, treatments. (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved 28 September 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21137-pinworms

Pinworm infections. (n.d.). Nemours KidsHealth – the Web’s most visited site about children’s health. Retrieved 28 September 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/pinworm.html

Recurrent paediatric pinworm infection of the vagina as a potential reservoir for Enterobius vermicularis. Retrieved 28 September 2022, from https://doi.org/10.1017/s0022149x13000345

Pinworm infection – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. (2022, June 4). Mayo Clinic – Mayo Clinic. Retrieved 28 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pinworm/diagnosis-treatment/drc-20376386

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Adhenda Madarina Diperbarui Oct 07
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto