Pria yang Sering Migrain Menandakan Jumlah Estrogennya Tak Normal

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Migrain adalah serangan sakit kepala berulang yang diikuti rasa nyeri yang biasanya parah dan sering membuat Anda tidak berdaya. Semua orang dapat mengalami migrain, termasuk pria. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penyebab sering migrain pada pria bisa jadi karena kadar hormon estrogen yang tinggi.

Hormon estrogen yang berlebihan membuat pria sering migrain

Hal ini diketahui dari sebuah penelitian yang dilaporkan dalam jurnal American Academy of Neurology.

Para peneliti mengamati 17 pria dengan usia rata-rata 47 tahun, yang rata-rata mengalami migrain sekitar tiga kali dalam sebulan. Kemudian peneliti membandingkannya dengan 22 pria yang tidak migrain.

Peserta penelitian kemudian diperiksa kadar hormonnya saat itu. Lalu, dari hasil tes yang dilakukan diketahui bahwa pria yang migrain ternyata punya kadar hormon estrogen yang lebih tinggi ketimbang pria yang tak migrain.

Para peneliti juga menemukan rendahnya kadar testosteron juga dapat menyebabkan hal ini.

Kadar estrogen mestinya lebih banyak pada wanita

Faktanya, estrogen adalah salah satu hormon reproduksi utama pada wanita. Meski begitu, hormon ini juga dimiliki pria tapi dalam jumlah yang sedikit.

Beberapa penelitian lain juga menyebutkan bahwa migrain memang cenderung terjadi pada wanita ketimbang pria. Lagi-lagi, hal ini bisa terjadi akibat kadar hormon estrogen pada wanita lebih banyak daripada pria.

Para ahli juga menganggap bahwa perubahan hormon estrogen dan hormon reproduksi lainnya yang menjadi penyebab wanita sering migrain ketika memasuki masa haid.

Sebenarnya, hormon estrogen berfungsi untuk merangsang indung telur memproduksi sel telur. Sementara pada pria, hormon ini berguna untuk mematangkan sperma dan mengatur gairah seksual.

Lantas, mengapa kadar hormon estrogen pada pria bisa meningkat?

Meski memang penelitian terkait tingginya kadar estrogen dapat menyebabkan migrain pada pria masih harus digali lebih dalam, hormon reproduksi ini tetap bisa melonjak tinggi dalam tubuh pria.

Beberapa gejala yang mungkin terjadi ketika pria memiliki kadar estrogen yang tinggi adalah gairah seks menurun, gangguan reproduksi, tidak subur, hingga disfungsi ereksi.

Tingginya kadar estrogen pada pria mungkin terjadi akibat penggunaan obat tertentu atau sedang melakukan terapi hormon. Hormon reproduksi lain yang tak seimbang, seperti testosteron, juga bisa menimbulkan kondisi ini.

Perubahan kadar satu jenis hormon dapat memengaruhi kadar hormon lainnya, sehingga menimbulkan gejala-gejala tersebut. Umumnya, ketidakseimbangan hormon terjadi ketika pria bertambah usia.

Ya, seiring bertambahnya usia, kadar hormon testosteron menurun, sehingga mengganggu jumlah hormon estrogen.

Walaupun begitu, migrain adalah gejala umum yang bisa terjadi akibat berbagai kondisi kesehatan. Jika memang merasa sering migrain, sebaiknya konsultasikan ke dokter terkait hal ini.

Dengan begitu, dokter akan memeriksa kesehatan tubuh dan Anda akan tahu secara pasti kondisi kesehatan saat ini.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca