Meski bermanfaat untuk mendukung kesehatan wanita, kelebihan estrogen dalam tubuh dapat menimbulkan dampak negatif. Untuk membantu menurunkan kadar hormon estrogen pada tubuh wanita, Anda bisa menyimak cara-cara sederhana di bawah ini.
Meski bermanfaat untuk mendukung kesehatan wanita, kelebihan estrogen dalam tubuh dapat menimbulkan dampak negatif. Untuk membantu menurunkan kadar hormon estrogen pada tubuh wanita, Anda bisa menyimak cara-cara sederhana di bawah ini.

Estrogen adalah salah satu hormon reproduksi wanita yang memiliki banyak peranan penting. Hormon ini membantu mengatur siklus menstruasi dan menjaga kehamilan.Ā
Selain itu, estrogen juga bermanfaat untuk menjaga jantung serta memperkuat tulang dan gigi.
Sayangnya, kadar estrogen yang terlalu tinggi bisa menimbulkan gangguan kesehatan, seperti kenaikan berat badan, siklus haid tidak teratur, hingga kanker ovarium dan payudara.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga keseimbangan hormon ini. Berikut ini adalah beberapa cara menurunkan hormon estrogen yang bisa Anda lakukan.

Pola makan yang sehat membantu menyeimbangkan hormon dan mengurangi kadar estrogen yang berlebihan pada tubuh wanita.
Kandungan serat dalam sayuran dan buah-buahan dapat menyehatkan saluran cerna. Zat gizi ini mampu mengikat kelebihan estrogen pada usus dan mengeluarkannya dari tubuh.
Jangan lupa, imbangi juga dengan mengonsumsi protein rendah lemak, seperti dari unggas, ikan, dan kedelai.
Salah satu cara sederhana untuk menurunkan hormon estrogen yakni berolahraga secara rutin.
Olahraga mampu meningkatkan kadar sex hormone-binding globulin (SHBG), yakni protein yang mengikat estrogen dan mengeluarkan kelebihannya dari dalam tubuh.
Pilihlah olahraga aerobik dengan intensitas sedang, seperti jogging atau bersepeda. Lakukan aktivitas ini minimal 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu.
Obesitas bisa memicu produksi hormon estrogen yang berlebihan. Dikutip dari Cleveland Clinic, jaringan lemak yang berlebih dapat meningkatkan pelepasan hormon-hormon tertentu dalam tubuh Anda.
Pola makan yang sehat dan olahraga rutin dapat membantu menurunkan berat badan. Dengan begitu, tubuh Anda lebih mampu mengendalikan produksi estrogennya.
Konsultasikan juga dengan dokter atau ahli gizi supaya proses penurunan berat badan Anda menjadi lebih aman dan minim efek samping.
Waktu tidur yang berantakan bisa mengganggu keseimbangan hormon. Jika Anda kurang tidur, tubuh akan melepaskan lebih banyak hormon stres, seperti kortisol.
Kortisol bisa mengganggu metabolisme (pemecahan) estrogen sehingga meningkatkan kadarnya di dalam tubuh.
Untuk membantu menurunkan hormon estrogen berlebih, Anda disarankan tidur 7ā8 jam setiap malam. Jangan lupa menerapkan sleep hygiene untuk meningkatkan kualitas tidur Anda.
Stres berkepanjangan tentu berdampak buruk bagi kesehatan wanita. Salah satu efek jangka panjangnya ialah ketidakseimbangan hormon.
Saat mengalami stres kronis, tubuh Anda akan melepaskan kortisol. Peningkatan kadar kortisol ini juga menyebabkan peningkatan estrogen pada tubuh wanita.
Anda bisa mengelola stres dengan teknik relaksasi, misalnya lewat teknik pernapasan dan meditasi. Bahkan, olahraga, berkumpul dengan teman-teman, dan melakukan hobi juga efektif untuk mengatasi masalah ini.

Xenoestrogen adalah senyawa kimia buatan manusia yang memiliki kemampuan untuk meniru efek hormon estrogen dalam tubuh manusia.Ā
Konsumsi makanan atau paparan senyawa ini dari lingkungan berisiko mengganggu keseimbangan hormon pada wanita.
Untuk membatasi paparannya, cobalah mengonsumsi makanan organik, menghindari pemakaian wadah plastik, dan memilih produk yang bebas xenoestrogen.
Cara sederhana lainnya untuk menurunkan hormon testosteron yakni berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.
Rokok mengandung zat kimia yang dapat memengaruhi produksi estrogen, sedangkan alkohol berisiko mengganggu kemampuan hati dalam mengeluarkan kelebihan estrogen.
Maka dari itu, mulailah mengurangi kedua kebiasaan buruk ini untuk menurunkan kelebihan estrogen dan menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh Anda.
Suplemen herbal, seperti biji rami (flaxseed), berpotensi menurunkan hormon estrogen yang berlebih.
Studi dalam Iranian Journal of Basic Medical Sciences (2021) menemukan kandungan senyawa lignan dalam biji rami memiliki efek anti-estrogen atau estrogen antagonist.
Senyawa ini mampu menghalangi reseptor estrogen atau menghambat produksi estrogen dalam tubuh. Dengan begitu, Anda bisa menghindari dampak kelebihan hormon ini.
Meski berpotensi sebagai cara alami untuk menurunkan hormon estrogen, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen tersebut.
Jika Anda mengalami masalah yang diduga berkaitan dengan kadar estrogen yang berlebihan, sebaiknya lakukan konsultasi medis dengan dokter spesialis terkait.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengevaluasi level estrogen dalam tubuh Anda.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat memberikan saran yang sesuai, seperti perubahan gaya hidup, terapi hormon, atau penggunaan obat-obatan tertentu.
Konsultasi dengan dokter juga penting untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang Anda alami.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Reproductive Hormones. (2022). Endocrine Society. Retrieved June 15, 2023, from https://www.endocrine.org/patient-engagement/endocrine-library/hormones-and-endocrine-function/reproductive-hormones
Estrogen: Hormone, function, levels & imbalances. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved June 15, 2023, from https://my.clevelandclinic.org/health/body/22353-estrogen
High estrogen: Causes, symptoms, dominance & treatment. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved June 15, 2023, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22363-high-estrogen
Chronic stress puts your health at risk. (2021). Mayo Clinic. Retrieved June 15, 2023, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/stress-management/in-depth/stress/art-20046037
Suni, E., & Singh, A. (2022). How Much Sleep Do We Really Need? National Sleep Foundation. Retrieved June 15, 2023, from https://www.sleepfoundation.org/how-sleep-works/how-much-sleep-do-we-really-need
Ebrahimi, B., Nazmara, Z., Hassanzadeh, N., Yarahmadi, A., Ghaffari, N., Hassani, F., Liaghat, A., Noori, L., & Hassanzadeh, G. (2021). Biomedical features of flaxseed against different pathologic situations: A narrative review. Iranian journal of basic medical sciences, 24(5), 551ā560. https://doi.org/10.22038/ijbms.2021.49821.11378
Zengul, A. G., Demark-Wahnefried, W., Barnes, S., Morrow, C. D., Bertrand, B., Berryhill, T. F., & FrugĆ©, A. D. (2021). Associations between Dietary Fiber, the Fecal Microbiota and Estrogen Metabolism in Postmenopausal Women with Breast Cancer. Nutrition and cancer, 73(7), 1108ā1117. https://doi.org/10.1080/01635581.2020.1784444
Ethier, A. R., McKinney, T. L., Tottenham, L. S., & Gordon, J. L. (2021). The effect of reproductive hormones on womenās daily smoking across the menstrual cycle. Biology of sex differences, 12(1), 41. https://doi.org/10.1186/s13293-021-00384-1
Erol, A., Ho, A. M., Winham, S. J., & Karpyak, V. M. (2019). Sex hormones in alcohol consumption: a systematic review of evidence. Addiction biology, 24(2), 157ā169. https://doi.org/10.1111/adb.12589
Rosner W. (2015). Free estradiol and sex hormone-binding globulin. Steroids, 99(Pt A), 113ā116. https://doi.org/10.1016/j.steroids.2014.08.005
Versi Terbaru
10/07/2023
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Angelin Putri Syah
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner Ā· Universitas La Tansa Mashiro