Bukannya Bikin Ramping, Diet Keto Bisa Menimbulkan Gangguan Pencernaan, Lho

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/12/2018
Bagikan sekarang

Dari sekian banyak jenis diet, ketogenik atau keto merupakan salah satu yang diyakini mampu menurunkan berat badan dalam waktu yang cepat. Namun, alih-alih membuat badan jauh lebih langsing, efek samping diet keto ini kerap dikeluhkan bisa menyebabkan gangguan pencernaan. Kenapa begitu?

Benarkah efek samping diet keto bisa mengganggu pencernaan?

melakukan diet

Sebenarnya bukan hanya diet keto saja, perubahan apa pun pada pola makan harian Anda bisa berpengaruh langsung terhadap sistem pencernaan. Dijelaskan oleh John Riopelle, DO, seorang gastroenterolog di Colorado, Amerika Serikat, bahwa metode diet keto yang tinggi lemak, tapi rendah karbohidrat dapat berisiko menimbulkan masalah pencernaan.

Ini karena sumber makanan yang dianjurkan dalam diet keto umumnya rendah serat. Padahal, jenis makanan tersebut justru yang paling dibutuhkan untuk melancarkan kerja sistem pencernaan Anda. Akibatnya, beberapa orang mengalami efek samping diet keto yang berupa mual, kelelahan, sakit kepala, diare, dan berbagai keluhan lainnya.

Semua gejala ini dikenal sebagai keto flu. Ibaratnya, keto flu adalah masa tubuh beradaptasi dengan pola makan baru, yakni diet keto.

Meski biasanya dapat sembuh dalam hitungan hari, banyak orang yang melakukan diet keto malah merasa kalau kondisinya semakin bertambah parah dengan timbulnya masalah pencernaan. Mengenai hal ini, Dr. Riopelle menerangkan lebih lanjut bahwa sistem pencernaan, khususnya usus besar, setiap orang itu tidaklah sama.

Itulah mengapa beberapa orang terkadang mengalami sembelit (konstipasi), diare, sakit perut, bahkan asam lambung naik karena kekurangan asupan nutrisi tertentu. Sementara sebagian orang sisanya yang menjalani diet keto, tidak merasakan adanya masalah apa pun.

Apa penyebabnya?

warna feses

Ternyata ada alasan khusus dibalik efek samping diet keto yang kerap membuat Anda mengalami masalah pencernaan. Menurut Lindsey Albenberg, DO, seorang gastroenterolog di Children’s Hospital of Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, bahwa dari semua zat gizi yang kita makan, proses pencernaan lemak memakan waktu yang paling lama.

Itu sebabnya, lemak bisa membuat kenyang lebih lama. Sayangnya, dalam diet keto ini, meski memang bisa membuat kenyang dalam waktu lama, tapi proses pemecahan dan pencernaan lemak yang tidak sebentar malah akan membuat perut tidak nyaman. Akibatnya, Anda mengalami sakit perut, refluks asam lambung, dan masalah pencernaan lainnya.

Bukan hanya itu, karena kondisi sistem pencernaan setiap orang yang berbeda-beda, maka ada beberapa orang yang memang tidak terbiasa dengan proses pencernaan lemak yang membutuhkan waktu yang lama tersebut.

Bahkan, kadang sebagian lemak mungkin tidak dapat terserap dengan sempurna di dalam sistem pencernaan. Ketika lemak yang tidak dicerna sempurna tersebut masuk ke dalam usus halus dan usus besar, akan ada banyak air yang digunakan guna membantu melancarkan pencernaan lemak.

Namun, penggunaan air yang terlalu banyak ternyata berdampak buruk pada feses, sehingga menyebabkan diare. Sebaliknya, jika Anda menjalani diet keto tapi mengeluhkan susah buang air besar (sembelit), biasanya karena lemak yang sulit dicerna oleh tubuh. Ditambah dengan sedikitnya asupan serat yang Anda makan.

Bagaimana caranya untuk mengatasi kondisi ini?

tinggi serat

Siapa pun yang sedang menjalani diet, tentu ingin usahanya berhasil dengan tetap didukung oleh kerja pencernaan yang lancar. Maka itu, kuncinya adalah dengan memperbanyak makan makanan tinggi serat yang bisa diperoleh dari buah-buahan, sayur-sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.

Hindari susu untuk sementara waktu dulu karena ditakutkan malah akan membuat kondisi pencernaan Anda semakin memburuk. Konsumsi obat untuk mengatasi diare dan konstipasi mungkin dapat membantu mengobati pencernaan yang bermasalah, tapi sebaiknya tidak digunakan dalam jangka waktu lama.

Jika ternyata kondisi Anda semakin hari semakin parah, ada baiknya untuk menghentikan diet keto dan kembali melakukan pola makan normal seperti biasanya. Pasalnya, masing-masing orang punya kondisi tubuh yang berbeda dengan kemampuan organ tubuh yang berbeda pula. Ada orang yang mungkin bisa menerima pola makan tinggi lemak, tapi ada juga yang tidak.

Jadi, cari dan temukanlah pola makan seperti apa yang paling sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Jangan lupa untuk tetap menjaga asupan cairan tubuh dalam kondisi apa pun guna mencegah dehidrasi.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cheat Day saat Diet Keto Bisa Sebabkan Kerusakan Pembuluh Darah

Siapa pun yang menjalani diet boleh saja menikmati cheat day. Namun, cheat day ternyata menimbulkan dampak berbahaya bagi pelaku diet keto.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 16/01/2020

Resep Salad Kaya Nutrisi untuk Anda yang Sedang Diet Keto

Diet keto membuat Anda perlu membatasi asupan karbohidrat dan menambah asupan lemak. Berikut beberapa resep salad untuk Anda yang sedang diet keto.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu

Membentuk Otot Tak Cukup Dengan Olahraga, Ini 3 Diet yang Bisa Membantu Anda

Olahraga saja tidak akan memberikan Anda otot yang besar. Anda perlu menerapkan pola makan khusus untuk membentuk massa otot dan menjaganya tetap kuat.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 05/11/2019

3 Kelompok Orang yang Tidak Disarankan Menjalani Diet Keto

Meski digadang efektif untuk cepat menurunkan berat badan, beberapa orang tidak boleh menjalani diet keto karena potensinya yang membahayakan. Siapa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Nutrisi, Hidup Sehat 09/09/2019

Direkomendasikan untuk Anda

menu sahur untuk diet keto

3 Resep Menu Makan Sahur untuk Diet Keto Tanpa Ribet

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020
diet rendah karbohidrat mencegah penuaan otak

Diet Rendah Karbohidrat Bisa Memperlambat Penuaan pada Otak

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020
diet keto untuk jantung

Apakah Diet Keto Dapat Mengatasi dan Mencegah Penyakit Jantung?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020
buah diet keto

4 Buah yang Sebaiknya Dihindari Saat Jalani Diet Keto

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 12/03/2020