Kenapa Kita Sebaiknya Tak Nonton TV Sebelum Tidur?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Televisi sudah menjadi bagian dari kehidupan Anda. Dari bangun tidur sampai akan tidur lagi, nonton TV terkadang tidak pernah absen dari rutinitas Anda sehari-hari. Meskipun saat ini keberadaan televisi sudah sedikit tergeser dengan internet, namun, televisi tetap menjadi pilihan hiburan, terutama untuk ibu rumah tangga dan anak-anak.  Nah, jika Anda sering menonton televisi bersama anak sembari menunggu jam tidur. Ada baiknya, baca dulu fakta yang ada di dalam artikel berikut ini.

Menonton televisi sebelum tidur dapat menghambat hormon melatonin

Kegiatan menonton televisi memang terlihat tidak membahayakan, Anda menyetel televisi, bersantai, dan akhirnya mengantuk. Banyak orang yang melakukannya. Namun, jika tujuan Anda menonton TV agar cepat tidur dengan nyenyak, Anda sudah salah besar. Mengapa?

Menonton televisi di tempat tidur kemungkinan besar membuat Anda untuk tetap larut karena euforia acara yang Anda tonton, meskipun tayangan tersebut bukan favorit Anda. Acara televisi yang memiliki banyak adegan dari kekerasan sampai ketegangan konflik dapat membuat Anda merasa cemas dan hanya bisa berguling dan berputar di tempat tidur, meskipun TV sudah tidak menyala. Namun, hal ini bukan masalah utamanya.

Masalah terbesarnya adalah cahaya terang yang dipancarkan layar TV dapat membuat Anda tetap terjaga. Jam biologis tubuh Anda diatur sesuai dengan naik turunnya matahari. Di malam hari, Anda mulai menghasilkan hormon yang disebut melatonin yang secara bertahap membuat Anda merasa mengantuk. Hormon melatonin terus meningkat sepanjang malam, membantu Anda tertidur dan tertidur sampai pagi. Hormon ini berkurang pada dini hari, dan hilang saat matahari akan muncul.

Meningkatnya penggunaan layar, termasuk televisi, komputer, tablet, dan telepon pintar dapat menganggu tidur Anda. Hal ini disebabkan karena elektronik memancarkan jenis cahaya biru tertentu yang mampu memicu otak untuk berhenti membuat melatonin.

Bahkan jika kelopak mata Anda mulai ‘terkulai’ saat Anda menonton TV, bukan berarti Anda tidak akan terpengaruh. Anda mungkin merasa bisa tertidur dengan baik setelah tayangan selesai, namun tidur Anda tetap bisa terpengaruh. Paparan sinar biru bisa menunda tahapan tidur REM Anda dan menyebabkan Anda mengantuk di pagi hari. Bahkan jika Anda berpikir bahwa Anda sedang tidur nyenyak, Anda mungkin tidak akan mendapatkan kualitas tidur yang Anda butuhkan.

Nonton TV sebelum tidur juga membuat anak-anak menjadi hiperaktif

Anak-anak dan remaja sering menghabiskan waktu mereka dengan menonton televisi, bermain video games atau laptop, sebelum tidur. Hal ini membuat mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk jatuh terlelap dibanding mereka yang jarang nonton TV atau main video games.

Louise Foley, Seorang peneliti dari Universitas Auckland di Selandia Baru mengatakan bahwa mengurangi kebiasaan nonton TV sebelum tidur bisa menjadi strategi yang baik untuk membantu anak-anak pergi tidur lebih awal.

Dalam penelitian ini, Louise dan timnya memfokuskan pada berapa banyak waktu yang dihabiskan oleh anak-anak dan remaja untuk nonton TV dan main video games sebelum tidur. Para peneliti juga mengamati berapa lama waktu tidur peserta. Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics.

Apa dampak dari kurangnya waktu tidur pada anak dan remaja? Roya Samuels, seorang dokter anak di Medical Center Cohen Children di New Hyde Park, New York, menambahkan efek dari kurang tidur dapat berpengaruh pada pola perilaku anak dan remaja yang menjadi cepat marah, lebih agresif, dan hiperaktif.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca