Hati-hati, Badan Terlalu Kurus Bisa Sebabkan 5 Masalah Kesehatan Ini

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12 Mei 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang bilang ingin memiliki tubuh kurus. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya menjadi kurus sama bahayanya dengan kelebihan berat badan? Ya, terkadang tubuh yang kurus justru tidak dianggap sebagai masalah kesehatan. Padahal, badan terlalu kurus adalah kondisi yang perlu diperhatikan. Jika tidak, dampak badan kurus akan mengancam kesehatan Anda.

Kurus adalah kondisi kurangnya berat badan menurut tinggi badannya. Atau bisa disebut juga proporsi berat badannya tidak proporsional dengan tinggi badannya. Seseorang tergolong kurus (underweight) ketika memiliki nilai indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 18,5. Untuk mengetahui berapa indeks massa tubuh Anda, hitung dengan kalkulator indeks massa tubuh di sini atau di bit.ly/indeksmassatubuh.

1. Kekurangan zat gizi

Orang yang kurus memiliki risiko besar mengalami kekurangan asupan gizi, apa pun jenis zat gizinya. Jika asupan salah satu zat gizi itu kurang, maka akan berdampak ke berbagai kondisi penyakit lainnya.

Contohnya jika Anda kekurangan zat besi, maka Anda akan memiliki risiko besar mengalami anemia. Anemia akan membuat orang merasa gampang lemas. Sedangkan jika tubuh kekurangan kalsium, maka Anda memiliki risiko yang sangat besar mengalami osteopenia hingga osteoporosis.

2. Rentan sakit

Sistem kekebalan tubuh yang melamah adalah salah satu masalah yang sering dialami orang dengan badan terlalu kurus. Orang yang kurus biasanya kekurangan asupan kalori, termasuk dari protein dan antioksidan. Padahal, Anda membutuhkan gizi yang cukup agar sistem kekebalan tubuh tetap kuat.

Protein diperlukan untuk membuat hormon, enzim, dan membuat jaringan baru yang terserang infeksi. Antioksidan berperan besar melawan radikal bebas dalam tubuh. Ketika keduanya kurang, tubuh Anda pun jadi lebih rentan terhadap berbagai macam penyakit.

Suatu studi dalam Clinical Microbiology and Infection tahun 2018 membuktikan bahwa ada hubungan antara infeksi dengan badan terlalu kurus. Semakin kurus seseorang maka risiko mengalami penyakit infeksi akan semakin besar.

3. Tidak subur

Orang yang badannya terlalu kurus memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami amenore. Amenore adalah gangguan siklus menstruasi, sehingga Anda mungkin berhenti menstruasi. Siklus menstruasi yang tidak teratur dalam jangka waktu panjang bisa mengganggu produksi sel telur dalam tubuh wanita.

Jika tubuh tidak menghasilkan sel telur, tentu Anda pun jadi tidak subur dan akan kesulitan mengusakah kehamilan.

4. Osteoporosis

Dilansir dari laman Healthline, orang dengan badan terlalu kurus memiliki risiko penurunan kepadatan tulang atau bone mineral density (BMD) yang lebih parah dibandingkan orang dengan berat badan normal.

Berkurangnya kepadatan tulang tentunya membuat orang tersebut akan rentan mengalami osteoporosis. Dalam sebuah studi, 24 persen wanita yang memiliki nilai indeks massa tubuh kurang dari 18,5 menunjukkan BMD yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang berat badannya normal.

5. Perubahan hormon

Dampak badan terlalu kurus lainnya berkaitan dengan keseimbangan hormon. Orang yang terlalu kurus berisiko mengalami gangguan hormon, termasuk hormon-hormon penting yang mengatur kondisi kesehatan tulang dan jantung. Gangguan hormon reproduksi juga sering terjadi, sehingga menyebabkan menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak menstruasi. Jika kondisi ini dibiarkan, Anda mungkin saja menjadi tidak subur.

Selain itu, tubuh yang terlalu kurus juga dapat menimbulkan gangguan pada hormon stres. Hormon stres cenderung meningkat dan ini bisa mengganggu kondisi psikologis Anda.

Badan terlalu kurus juga bisa memengaruhi kemampuan kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon tiroid. Hormon tiroid ini memiliki fungsi yang sangat penting dalam berbagai sistem dalam tubuh. Mulai dari sistem pernapasan, mengatur denyut jantung, menjaga suhu tubuh, dan juga kekuatan otot. Jika produksi hormon ini berkurang atau terhambat, semua fungsi tubuh tersebut juga akan menurun secara otomatis.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Mengatasi Gizi Kurang Pada Orang Dewasa?

Gizi kurang atau kurus adalah suatu kondisi kurangnya asupan seseorang. Lantas bagaimana menangani gizi kurang pada dewasa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Nutrisi, Hidup Sehat 14 Oktober 2018 . Waktu baca 3 menit

Ingin Coba Sedot Lemak? Baca Dulu Berbagai Risiko Efek Samping yang Mungkin Terjadi

Meski terbilang aman dilakukan, tapi operasi sedot lemak tetap memiliki efek samping jangka panjang dan pendek. Apa saja? Kenali efek sampingnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 Juni 2018 . Waktu baca 4 menit

4 Hal yang Menyebabkan Seseorang Bisa Tetap Kurus Meski Banyak Makan

Tidak semua penyebab badan kurus meski sudah banyak makan berasal dari penyakit. Berikut adalah sejumlah hal yang bisa menyebabkannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Hidup Sehat, Fakta Unik 8 Februari 2018 . Waktu baca 3 menit

6 Masalah Gizi yang Paling Sering Terjadi di Indonesia, dari Balita Hingga Dewasa

Sangat disayangkan, Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai permasalahan gizi paling lengkap. Apa saja masalah gizi yang umum di Indonesia?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Nutrisi, Hidup Sehat 25 Januari 2018 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab tubuh lansia semakin kurus

Kenapa Memasuki Masa Lansia Tubuh Semakin Kurus?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 17 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit
wasting adalah

Mengulas Seputar Wasting, Ketika Berat Badan Anak Tidak Setara Dengan Tinggi Badannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Juni 2019 . Waktu baca 6 menit
diet DEBM adalah

Diet DEBM Turunkan 2 Kg Dalam Seminggu, Apa Sehat? Cek Faktanya di Sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 Maret 2019 . Waktu baca 6 menit
anak kurus

7 Penyebab Paling Umum Anak Kurus dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit