Cri du Chat, Kondisi Langka yang Membuat Manusia Menangis Seperti Kucing

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menangis merupakan cara bayi untuk berkomunikasi dengan Anda. Bayi menyampaikan apa yang ia inginkan dan apa yang ia butuhkan melalui tangisan. Misalnya saja ketika lapar, bayi akan menangis sebentar dengan nada suara yang rendah. Ketika sedih, suara tangisannya akan terputus-putus. Namun, apa artinya jika tangisan bayi terdengar melengking tinggi seperti tangisan kucing? Dalam dunia medis, suara tangisan yang tidak wajar ini disebut dengan sindrom cri du chat (baca: kri-duw-sya). Apa penyebabnya?

Apa penyebab sindrom cri du chat?

Cri du chat adalah bentuk kelainan kromosom yang menyebabkan bayi memiliki suara tangisan melengking layaknya jeritan seekor kucing. Istilah ini berasal dari bahasa Perancis yang berarti “tangisan kucing”. Sindrom cri du chat juga dikenal dengan nama sindrom Lejeune.

Normalnya, manusia memiliki 23 pasang kromosom. Kromosom itu sendiri adalah struktur dalam DNA yang menentukan sifat manusia. Kelainan kromosom bisa terjadi karena adanya kesalahan pada saat pembelahan sel-sel calon bayi. Pada bayi yang mengidap cri du chat, ada sebagian segmen yang hilang pada kromosom kelima.

Akibatnya, tumbuh kembang struktur organ bayi dalam kandungan jadi tidak optimal. Ciri khas utama dari sindrom ini adalah kecacatan pada struktur laring (struktur di tenggorokan yang mengatur produksi suara), sehingga menghasilkan suara tangisan yang bernada tinggi.

Sindrom cri du chat terbilang jarang. Tercatat kurang dari satu anak terlahir dengan sindrom ini per 50.000 kelahiran hidup. Anak perempuan lebih rentan mengalami cri du chat daripada anak laki-laki.

Gejala dan tanda sindrom cri du chat

Sesuai dengan namanya, ciri khas dari sindrom ini adalah suara tangisan bayi yang melengking tinggi seperti kucing. Berikut merupakan kumpulan gejala dan tanda lainnya dari cri du chat.

  • Bentuk kepala dan rahang kecil.
  • Kelainan struktur tenggorokan juga membuat bayi sulit untuk makan, minum, dan menelan. Akibatnya, anak bisa gagal tumbuh karena kekurangan nutrisi.
  • Hipertelorisme, jarak antara kedua mata terpisah lebih jauh dari kondisi normalnya.
  • Gangguan kognitif dan keterbelakangan mental — seperti masalah berbahasa, keterlambatan berjalan, hiperaktif, dan lainnya.
  • Kelainan jantung, seperti celah pada dinding atau sekat jantung.

Bagaimana sindrom ini diobati?

Sampai saat ini, belum ada terapi khusus untuk sindrom cri du chat.

Anak yang terlahir dengan sindrom ini, tanpa komplikasi fatal apapun, bisa tumbuh dan berkembang hingga dewasa. Akan tetapi, keterlambatan tumbuh kembang dapat membuat anak memiliki fungsi kognitif rendah yang bisa ditandai dengan nilai IQ rendah.

Perawatan terkait fungsi kognitif dan keterbelakangan mental biasanya melibatkan psikoterapi dengan ahlinya dan dukungan emosional serta fisik dari orang-orang terdekatnya untuk menunjang aktivitas anak.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca