Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), 1 dari 10 dewasa atau lebih dari 20 juta orang mengalami gagal ginjal kronis. Ada sepuluh gejala ginjal bermasalah yang perlu segera Anda periksakan ke dokter, sebelum bertambah parah. Apa saja ciri gejala ginjal? Cek di bawah ini, ya!

Sebenarnya apa fungsi ginjal dalam tubuh?

Ginjal Anda adalah salah satu organ kecil dalam tubuh Anda, tapi memiliki tugas yang besar yaitu untuk menyaring racun-racun dalam tubuh Anda setiap hari. Kenyataannya, ginjal harus menyaring kurang lebih 20-150 liter darah untuk menghasilkan kurang lebih 1-2 liter urine (air kencing), yang terdiri dari bahan-bahan tidak berguna dan cairan berlebih.

Setiap ginjal memiliki sejuta penyaring kecil yang dikenal dengan nefron. Normalnya, setiap orang lahir dengan dua ginjal. Ginjal berbentuk seperti kacang merah dan terletak di kanan dan kiri di bawah tulang iga Anda.

Berbagai gejala ginjal Anda bermasalah

1. Perubahan warna kencing

Ini merupakan gejala ginjal bermasalah yang utama. Jika Anda memiliki perubahan-perubahan berikut, lebih baik Anda segera memeriksakannya pada dokter Anda:

  • Perubahan tekanan aliran kencing saat buang air kecil
  • Beragam gangguan saat buang air kecil
  • Kencing berbusa
  • Warna kencing lebih gelap diikuti dengan frekuensi buang air kecil yang jarang atau sedikit-sedikit
  • Kencing berdarah
  • Keinginan untuk buang air kecil yang sering, bahkan di malam hari saat Anda tidur

2. Bengkak berlebihan

Karena ginjal Anda bertanggung jawab untuk menyaring cairan dalam tubuh Anda, maka cairan-cairan yang tidak tersaring ini akan membuat tubuh Anda membengkak. Ketika protein lolos dari penyaringan ginjal dan terbuang melalui urin, cairan dalam tubuh menjadi menumpuk dan mengakibatkan pembengkakan. Pembengkakan ini terutama terjadi pada tangan dan kaki Anda. Orang dengan masalah gejala ginjal biasa mengalami bengkak pada mata (puffy eyes).

Di sisi lain, protein dalam urine merupakan pertanda jelas bahwa Anda mengalami gejala ginjal yang bermasalah dan tidak dapat menyaring dengan baik. Jika hal ini terjadi, penyaring-penyaring pada ginjal akan membiarkan protein masuk bercampur dengan urine.

3. Sesak napas

Ketika ginjal Anda bekerja keras, cairan akan menumpuk pada ginjal bahkan berada di jaringan tubuh Anda lainnya seperti paru. Penumpukan cairan di paru inilah yang membuat Anda sesak napas. Kurangnya oksigen dalam darah membuat tubuh Anda juga menyebabkan napas menjadi terengah-engah dan memburu.

4. Kemerahan pada kulit (skin rashes)

Ketika tubuh Anda dipenuhi oleh racun, akan muncul berbagai proses pada tubuh yang terjadi untuk menghilangkan racun-racun tersebut. Salah satu caranya adalah melalui pori-pori kulit. Hal ini muncul berupa kemerahan, gatal, dan kering pada kulit.

Krim kulit dan salep memang dapat membantu mengurangi gejala yang timbul pada kulit, tetapi hal ini tidak menyembuhkan masalah gejala ginjal Anda.

5. Rasa besi pada mulut

Rasa tidak enak di lidah atau mulut bisa juga jadi gejala ginjal bermasalah. Terkadang, tubuh Anda akan terlalu banyak dipenuhi racun sehingga Anda dapat merasakannya secara langsung. Orang dengan ginjal yang tidak bekerja secara optimal, akan merasakan rasa besi pada mulutnya. Hal ini juga memicu ke napas yang bau tidak sedap (halitosis) dan menurunnya nafsu makan.

6. Kurang konsentrasi dan pusing

Ketika ginjal Anda tidak dapat menyaring racun dengan baik, oksigen akan sulit disuplai ke seluruh tubuh, terutama ke otak. Hal ini memicu terjadinya pusing, kurang konsentrasi, daya ingat yang lemah, dan kepala yang terasa kliyengan.

7. Nyeri pada punggung belakang (nyeri pinggang)

Nyeri pada punggung belakang sangat mungkin menjadi gejala ginjal bermasalah atau adanya infeksi pada organ sekitarnya. Nyeri ini dapat sebagai akibat dari adanya batu ginjal maupun infeksi saluran kencing.

8. Lemas

Pada orang sehat, ginjal akan memproduksi EPO (erythropoietin), yang dapat meningkatkan sel darah merah dalam darah Anda. Sel darah merah ini akan membawa oksigen ke bagian-bagian tubuh Anda. Nah, kurangnya EPO pada ginjal yang bermasalah membuat kadar oksigen berkurang sehingga dapat menyebabkan lemas.

Lemas yang sudah kronis juga merupakan gejala dari anemia. Sehingga penting untuk Anda membicarakannya dengan dokter apabila badan atau otot sering lemas tanpa sebab yang jelas.

9. Mual dan muntah

Karena zat sisa yang beracun berkumpul dalam darah Anda, hal ini dapat menyebabkan terganggunya pusat rasa muntah di tubuh sehingga terjadilah mual dan muntah. Mual dan muntah juga merupakan pertanda terjadinya infeksi saluran kencing, sehingga ada baiknya Anda segera menemui dokter. Terutama jika Anda juga merasakan adanya nyeri pada punggung belakang dan juga perut.

Cara mengetahui adanya gejala ginjal pada tubuh Anda

Penyakit ginjal awal biasanya tidak memiliki tanda-tanda atau gejala. Pengujian adalah satu-satunya cara untuk mengetahui bagaimana kondisi ginjal Anda. Penting bagi ginjal Anda untuk diperiksa jika Anda memiliki faktor risiko utama seperti diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga gagal ginjal.

Berikut ini beberapa tes yang diperlukan untuk mendiagnosis penyakit ginjal:

  • Tes darah untuk memeriksa GFR Anda, yang memberi tahu seberapa baik ginjal Anda melakukan penyaringan. GFR singkatan dari laju filtrasi glomerulus.
  • Tes urin untuk memeriksa albumin dalam urin Anda. Albumin merupakan protein yang dapat mengalir ke dalam urin bila ada ginjal yang rusak.

Penting juga untuk memeriksa tekanan darah Anda. Tekanan darah tinggi bisa menjadi tanda penyakit ginjal. Itu sebabnya, jagalah tekanan darah Anda di bawah target yang ditetapkan oleh penyedia layanan kesehatan Anda. Bagi kebanyakan orang, target tekanan darah kurang dari 140/90 mm Hg.

Semakin cepat penyakit ginjal terdeteksi, semakin cepat Anda bisa mendapatkan pengobatan untuk membantu memperlambat atau mencegah gagal ginjal. Jika Anda memiliki diabetes, periksalah setiap tahun. Jika Anda memiliki faktor risiko lain, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, atau riwayat keluarga gagal ginjal, bicara dengan dokter tentang seberapa sering Anda harus diperiksa.

Dokter mungkin menggunakan tes ultrasound (USG) untuk menilai struktur dan ukuran ginjal Anda. Tes pencitraan seperti CT scan ginjal juga dapat digunakan dalam beberapa kasus.

Dokter Anda mungkin juga merekomendasikan biopsi ginjal untuk mengambil contoh jaringan ginjal. Biopsi ginjal sering dilakukan dengan bius lokal menggunakan  jarum tipis dan panjang yang dimasukkan melalui kulit dan masuk ke ginjal Anda. Sampel biopsi dikirim ke laboratorium untuk pengujian dan membantu menentukan apa yang menyebabkan masalah ginjal Anda.

Apa obat untuk gejala ginjal kronis maupun akut?

Tergantung pada penyebab yang mendasarinya, beberapa jenis penyakit ginjal dapat diobati. Namun, sering kali, penyakit ginjal kronis tidak dapat disembuhkan. Secara umum, pengobatan terdiri dari langkah-langkah untuk membantu mengontrol gejala, mengurangi komplikasi, dan memperlambat keparahan penyakit. Jika ginjal Anda menjadi rusak parah, Anda mungkin perlu pengobatan untuk penyakit ginjal stadium akhir.

Dokter Anda akan bekerja untuk memperlambat atau mengontrol penyebab penyakit ginjal Anda. Pilihan pengobatan bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa pilihan pengobatan untuk penyakit ginjal adalah:

1. Obat-obatan

Dokter mungkin akan meresepkan obat ACE inhibitors (captopril, enalpril, fosionopril) atau ARBs (azilsartan, eprosartan, irbesartan, losartan, olmesartan, valsartan) untuk membantu mengontrol tekanan darah dan mengurangi kadar protein di dalam urin.

Sementara jika Anda terkena infeksi ginjal, antibiotik mungkin akan diresepkan selama beberapa waktu untuk membantu menghambat dan melawan pertumbuhan bakteri.

2. Diet

Orang yang memiliki penyakit ginjal harus memerhatikan asupan makanannya dengan baik. Biasanya dokter menganjurkan untuk melakukan diet rendah garam, protein, kalium, dan sebagainya. Tak hanya itu, pasien dengan penyakit ini juga harus membatasi asupan cairannya agar tidak menumpuk di dalam tubuh.

Jika ginjal Anda tidak dapat menyaring limbah dan pembersihan cairan sendiri dan Anda mengalami gagal ginjal komplit, maka Anda memiliki penyakit ginjal stadium akhir. Pada saat itu, dialisis atau transplantasi ginjal diperlukan.

Dialisis artifisial menghilangkan produk-produk limbah dan cairan ekstra dari darah Anda ketika ginjal tidak dapat lagi melakukan hal ini. Pada hemodialisis, mesin menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah Anda.

Pada dialisis peritoneal, sebuah tabung tipis (kateter) dimasukkan ke dalam perut Anda, mengisi rongga perut Anda dengan cairan dialisis yang menyerap limbah dan kelebihan cairan. Setelah periode beberapa waktu, larutan dialisis keluar dari tubuh Anda, membawa limbah.

3. Transplantasi ginjal

Transplantasi ginjal melibatkan pembedahan menempatkan ginjal yang sehat dari donor, ke dalam tubuh Anda. Transplantasi ginjal dapat berasal dari donor meninggal atau hidup. Anda harus menggunakan obat selama sisa hidup Anda untuk menjaga tubuh Anda agar tidak menolak organ baru.

Jika Anda memilih untuk tidak melakukan dialisis atau transplantasi ginjal, pilihan ketiga adalah untuk mengobati gagal ginjal Anda dengan tindakan konservatif. Namun, setelah Anda memiliki gagal ginjal komplit, harapan hidup Anda secara umum akan menjadi hanya beberapa minggu.

Ubah gaya hidup dan pola makan agar gejala ginjal bisa teratasi

Orang dengan penyakit ginjal dapat terus hidup produktif seperti bekerja, berkumpul bersama teman dan keluarga, dan tetap aktif secara fisik. Anda mungkin perlu membuat beberapa perubahan pola makan dan gaya hidup untuk membantu Anda hidup lebih sehat dan lebih lama. Karena serangan jantung dan stroke lebih umum di antara orang-orang dengan penyakit ginjal, perubahan ini baik untuk jantung Anda dan untuk ginjal Anda.

1. Perubahan gaya hidup

Mengikuti gaya hidup sehat yang baik untuk orang-orang dengan penyakit ginjal adalah wajib, terutama jika Anda memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, atau keduanya. Bicarakan dengan ahli diet Anda, ahli diabetes, atau perawatan kesehatan profesional lainnya tentang tindakan yang paling penting bagi Anda untuk Anda lakukan. Seperti yang akan Anda lihat, banyak dari tindakan ini saling terkait.

  • Jagalah tekanan darah Anda di target yang ditetapkan oleh dokter Anda. Bagi kebanyakan orang, target tekanan darah kurang dari 140/90 mm Hg. Aturlah agar kadar sodium kurang dari 2.300 miligram (mg) setiap hari.
  • Jika Anda memiliki diabetes, kontrollah kadar glukosa darah Anda. Kontrol glukosa darah yang baik dapat membantu mencegah atau menunda komplikasi diabetes, termasuk penyakit ginjal.
  • Jaga kolesterol darah Anda dalam rentang target Anda. Diet, aktif, menjaga berat badan yang sehat, dan obat-obatan, semua bisa membantu mengontrol kadar kolesterol darah Anda.
  • Minum obat sesuai dengan cara yang disarankan oleh dokter Anda.
  • Jika Anda merokok, ambillah langkah-langkah untuk berhenti. Merokok dapat membuat kerusakan ginjal parah.
  • Menjadi lebih aktif. Aktivitas fisik baik untuk tekanan darah Anda, serta glukosa darah dan tingkat kolesterol darah  Anda.
  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan. Kelebihan berat badan membuat ginjal Anda bekerja lebih keras. Kehilangan berat badan membantu ginjal Anda bertahan lebih lama.

2. Perubahan diet

Apa yang Anda makan dan minum dapat membantu memperlambat gejala ginjal berkembang menjadi  penyakit ginjal. Beberapa makanan mungkin lebih baik untuk ginjal Anda. Sebagian besar garam dan natrium aditif yang kita makan berasal dari makanan siap saji. Memasak sendiri makanan Anda akan memberi Anda kontrol atas apa yang Anda makan.

Dokter mungkin menyarankan Anda berkonsultasi dengan ahli gizi. Seorang ahli diet dapat mengajarkan cara untuk memilih makanan yang mudah diproses oleh ginjal. Anda juga akan belajar tentang nutrisi yang penting untuk penyakit ginjal.

Segera periksa bila menemukan ciri gejala ginjal

Semakin cepat Anda tahu bahwa Anda memiliki penyakit ginjal, semakin cepat Anda bisa mendapatkan pengobatan untuk membantu keterlambatan atau mencegah gagal ginjal. Perawatan mungkin termasuk menggunakan obat yang disebut inhibitor ACE atau ARB untuk mengelola tekanan darah tinggi dan menjaga ginjal Anda agar tetap sehat lebih lama. Mengobati penyakit ginjal juga dapat membantu mencegah penyakit jantung.

Penyakit ginjal juga mungkin membuat kondisi lebih buruk dari waktu ke waktu dan dapat menyebabkan gagal ginjal. Jika terjadi gagal ginjal, pengobatan dengan dialisis atau transplantasi ginjal akan diperlukan. Penyakit ginjal juga dapat menyebabkan kondisi kesehatan lainnya termasuk penyakit jantung. Bahkan, orang-orang dengan penyakit ginjal lebih mungkin untuk mengalami stroke atau serangan jantung.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca