Ternyata, Mandi Pakai Sabun Antiseptik Bisa Merusak Kulit

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang memakai sabun antibakteri dan antiseptik untuk mandi karena dianggap lebih bersih dan mampu mengusir kuman yang menempel di kulit. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada bahaya mengintai dari pemakaian sabun antiseptik untuk mandi?

Sabun antiseptik dapat membuat bakteri kebal

bahaya kandungan triclosan

Sabun antibakteri dan antiseptik meng-klaim mampu menghilangkan bakteri yang menempel. Hal tersebut, bisa jadi benar. Akan tetapi, penggunaan sabun antiseptik yang terlalu sering justru dapat membuat bakteri menjadi kebal dan lebih sulit untuk dihilangkan.

Orang yang memiliki keluhan penyakit kulit, seperti dermatitis atopik juga sebaiknya menghindari penggunaan sabun antiseptik untuk mandi. Hal ini disebabkan penggunaan sabun antiseptik cenderung mengiritasi sehingga membuat kulit semakin kering.

Bahaya penggunaan sabun antiseptik untuk mandi

Selain membuat bakteri kebal, terdapat pula beberapa bahaya lain yang muncul pada kulit akibat pemakaian sabun antiseptik untuk mandi.

Adanya kandungan triclosan pada sabun antiseptik dan antibakteri membuat keduanya berbeda dari sabun biasa. Kandungan inilah yang justru bisa menimbulkan masalah pada kulit.

Beberapa efek samping yang dihasilkan sabun antiseptik pada kulit Anda, antara lain:

1. Kulit menjadi kering dan kasar

kulit kering

Salah satu bahaya untuk kulit ketika menggunakan sabun antiseptik saat mandi adalah membuatnya menjadi kering dan kasar.

Hal ini disebabkan oleh kandungan triclosan yang mengurangi minyak pada kulit, sehingga kulit terasa kasar, gatal, dan terlihat memerah.

2. Meningkatkan risiko alergi

alergi gigitan nyamuk

Selain kering, bahaya lain sabun antiseptik pada kulit ketika dipakai untuk mandi secara rutin adalah menimbulkan alergi. Senyawa triclosan lagi-lagi menjadi tersangkanya karena diduga memiliki efek samping pada sistem kekebalan manusia. 

Jika triclosan bertemu dengan bakteri, akan terjadi mutasi dan dapat menghambat sistem imun dalam memerangi bakteri. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan akan ada reaksi alergi yang ditimbulkan ketika Anda sering menggunakan sabun antibakteri untuk mandi.

3. Dapat mengubah hormon

sabun tangan antibakteri untuk jerawat

Salah satu efek samping sabun antiseptik adalah terjadinya perubahan hormon.

Sebuah penelitian pada tahun 2010 mengungkapkan adanya peningkatan produksi testosteron pada tubuh terhadap paparan triclosan.

Hal ini diperlihatkan melalui percobaan dengan hewan yang diberi senyawa triclosan. Hewan itu kemudian mengalami ketidakseimbangan hormon testosteron.

Walaupun demikian, masih diperlukan beberapa penelitian lainnya untuk mengetahui bahaya dari antiseptik pada kulit ketika digunakan untuk mandi secara rutin. Apakah memberikan dampak yang sangat buruk hingga membahayakan nyawa atau tidak.

Sabun biasa lebih baik untuk berbagai jenis kulit

tips memilih sabun mandi

Menurut Food and Drugs Administration U.S, belum ada data yang cukup untuk menunjukkan bahwa sabun antiseptik lebih baik dalam mencegah penyakit dibandingkan sabun biasa.

Itu sebabnya, memilih sabun biasa dengan air ketika mandi dan cuci tangan menjadi pilihan bijak agar Anda terhindar dari bahaya sabun antiseptik yang merusak kulit.

Supaya tak salah pilih dan menimbulkan masalah kulit, terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan ketika memilih sabun untuk mandi, di antaranya:

  • Memilih sabun yang tidak mengandung alkohol dan antibakteri. Keduanya berpotensi untuk membuat kulit Anda menjadi lebih kering, mudah gatal, dan terlalu kencang. 
  • Gunakan sabun yang lembut atau shower gel yang mengandung minyak atau lemak tambahan. 
  • Jangan lupa untuk melihat apakah ada tulisan melembapkan, hypoallergenic, atau dibuat untuk kulit sensitif sebagai alternatif pilihan sesuai jenis kulit. 

Kebanyakan orang mengganggap bahwa sabun antibakteri dan antiseptik bisa membunuh kuman bila dipakai secara rutin. Faktanya, sabun antiseptik justru bisa bahaya bagi kondisi kulit Anda.

Itu sebabnya, pilihlah sabun biasa. Jika masih belum yakin, berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan sabun yang tepat untuk jenis kulit Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sabun Antibakteri Cair dan Batangan, Mana yang Lebih Baik?

Sabun antibakteri tersedia dalam kemasan cair maupun batang. Menurut sisi medis, mana yang sebaiknya Anda pilih? Baca jawabannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 1 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Cuci Tangan Dengan Air, atau Sabun, atau Hand Sanitizer: Mana yang Lebih Ampuh Basmi Bakteri?

Cuci tangan adalah cara mudah untuk mencegah bibit masuk ke dalam tubuh. Namun, di antara berbagai jenis pembersih, mana yang lebih ampuh membunuh bakteri?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Konten Bersponsor
cuci tangan untuk membunuh bakteri
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 Oktober 2018 . Waktu baca 4 menit

Ciri-Ciri Keputihan yang Menandakan Infeksi Vagina

Keputihan sebenarnya adalah hal normal yang terjadi pada semua wanita. Namun, Anda perlu mengenali ciri keputihan abnormal yang menandakan infeksi vagina.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Perawatan Kewanitaan, Hidup Sehat 25 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit

Daftar Bahan Kimia Berbahaya Dalam Kosmetik yang Bisa Mengganggu Kesuburan

Coba cek lagi label komposisi dari produk kosmetik favorit Anda. Pasalnya, ada beberapa bahan kimia dalam kosmetik berbahaya untuk kesuburan wanita.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesuburan, Kehamilan, Kecantikan 29 Oktober 2017 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati eksim di kaki

7 Cara Ampuh Mengobati Dermatitis Stasis, Eksim yang Muncul di Kaki

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
sabun cuci tangan antiseptik

Cuci Tangan Pakai Sabun Antiseptik dan Air Ternyata Lebih Efektif Bunuh Kuman

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 12 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
selain untuk mandi, banyak fungsi antiseptik cair yang bermanfaat untuk kesehatan

5 Fungsi Antiseptik Cair Selain untuk Mandi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 12 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
sabun tangan antibakteri untuk jerawat

Bisakah Pakai Sabun Cuci Tangan Antibakteri untuk Mengobati Jerawat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 3 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit