Cuci Muka dengan Sabun Mandi Sebabkan 3 Efek Samping Ini

    Cuci Muka dengan Sabun Mandi Sebabkan 3 Efek Samping Ini

    Setiap hari wajah terpapar dengan debu dan kotoran. Jika tidak dibersihkan, kulit wajah akan terlihat kusam dan berjerawat. Itulah mengapa Anda perlu mencuci muka dengan sabun agar tetap bersih. Namun, bolehkah Anda cuci muka dengan sabun mandi?

    Bolehkah cuci muka dengan sabun mandi?

    Anda sebetulnya boleh-boleh saja sesekali mencuci muka tanpa sabun. Namun, Anda tetap perlu menggunakan sabun saat cuci muka agar kulit wajah bersih dan bebas dari kotoran.

    Sabun yang Anda gunakan tentu tidak boleh sembarangan. Mengingat kulit wajah lebih tipis dan sensitif dari bagian tubuh yang lain, sabun pembersih muka haruslah produk yang memang diformulasikan untuk kulit wajah.

    Cuci muka dengan produk yang bukan untuk wajah, misalnya sabun mandi, justru bisa menimbulkan berbagai masalah berikut.

    1. Kulit menjadi kering

    Sabun mandi dirancang untuk kulit tubuh, bukan wajah. Kandungan surfaktan di dalamnya lebih tinggi karena bertujuan menghilangkan sebum (minyak) dan kotoran yang menempel kuat pada tubuh.

    Jika Anda sering cuci muka dengan sabun mandi, surfaktan bisa mengikis lapisan kulit yang berfungsi mengunci kelembapan.

    Seiring waktu, kulit menjadi kering karena lebih mudah kehilangan kelembapan alaminya.

    2. Mengganggu pH kulit dan keseimbangan mikroba

    Menurut penelitian terbaru dalam jurnal Cosmetics, pH kulit yang normal berkisar antara 4,1–5,8. pH kulit harus tetap berada dalam rentang ini untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan kerusakan akibat surfaktan.

    Sayangnya, kebiasaan cuci muka dengan sabun mandi dapat membuat pH kulit wajah menjadi lebih basa.

    Begitu pH kulit berubah, lapisan pelindung kulit akan mudah terkikis dan keseimbangan bakteri pada kulit wajah ikut terganggu.

    3. Kulit lebih mudah teriritasi

    Jika kulit wajah Anda kering dan pH-nya terganggu, Anda akan lebih rentan mengalami masalah kulit yang lain.

    Tanpa kelembapan sebagai pelindung alami, bakteri dan zat pemicu iritasi bisa menembus permukaan kulit.

    Bila bakteri dan iritan memasuki lapisan kulit yang lebih dalam, hal ini dapat memicu iritasi dan peradangan. Akibatnya, kulit tampak memerah, terasa nyeri, dan lebih mudah ditumbuhi jerawat.

    Memilih sabun yang tepat untuk cuci muka

    sabun sirih

    Cuci muka dengan sabun mandi dapat berdampak negatif bagi wajah. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan sabun wajah dengan kandungan yang lebih ringan.

    Menurut American Academy of Dermatology, sabun muka terbaik haruslah bebas dari zat yang bisa merusak kulit, seperti alkohol yang sifatnya mengikis.

    Sabun wajah sebaiknya bebas pewarna dan pewangi serta memiliki pH yang sesuai untuk kulit wajah. Sabun juga dirancang untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit kering, kombinasi, berminyak, normal, dan berjerawat.

    Itulah sebabnya sabun untuk cuci muka tidak sama dengan sabun mandi. Berikut jenis sabun muka yang dapat Anda pilih sesuai jenis kulit.

    1. Sabun foam untuk kulit kombinasi

    Orang dengan kulit kombinasi (kering dan berminyak) disarankan menggunakan sabun berbentuk foam dengan tekstur yang ringan.

    Sabun ini dapat mengurangi minyak pada kulit, tapi tidak berlebihan sehingga kulit senantiasa lembap.

    2. Sabun clay untuk kulit berminyak dan berjerawat

    Selain sabun mandi, cuci muka dengan sabun muka yang tidak sesuai juga berdampak pada kulit berminyak dan berjerawat.

    Jika Anda memiliki tipe kulit ini, pilihlah sabun muka nonkomedogenik yang mengandung asam salisilat.

    3. Sabun gel atau krim untuk kulit sensitif

    Orang dengan kulit sensitif sebaiknya memilih sabun muka gel yang bebas dari parfum, pewarna, dan alkohol.

    Gunakan produk perawatan yang sifatnya menenangkan kulit, seperti polifenol dari teh hijau, kamomil, atau lidah buaya.

    4. Sabun gel atau oil cleanser untuk kulit normal

    Anda yang punya kulit normal sekalipun tetap tidak dianjurkan untuk cuci muka dengan sabun mandi.

    Cukup bersihkan wajah Anda dengan pembersih gel atau oil cleanser untuk menjaga kulit tetap lembap tanpa harus berminyak.

    Meskipun sama-sama bermanfaat membersihkan kulit, sabun mandi tidak cocok untuk kulit wajah karena formulasinya yang lebih kasar.

    Gunakanlah produk perawatan kulit yang sesuai untuk membersihkan wajah Anda. Pastikan produk dapat menjaga kelembapan kulit, tidak mengubah pH normal kulit, dan cocok dengan tipe kulit Anda.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Face washing 101. (2022). Retrieved 5 January 2022, from https://www.aad.org/public/everyday-care/skin-care-basics/care/face-washing-101

    How to Wash Your Face the Right Way. (2022). Retrieved 5 January 2022, from https://www.acne.org/wash-face.html

    Soaps and cleansers | DermNet NZ. (2022). Retrieved 5 January 2022, from https://dermnetnz.org/topics/soaps-and-cleansers

    Lukić M., Pantelić, I., and Savić, S. (2021). Towards Optimal pH of the Skin and Topical Formulations: From the Current State of the Art to Tailored Products. Cosmetics, 8(3), doi: 10.3390/cosmetics8030069

    Mukhopadhyay, P. (2011). Cleansers and their role in various dermatological disorders. Indian Journal Of Dermatology, 56(1), 2. doi: 10.4103/0019-5154.77542

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Diah Ayu Lestari Diperbarui Jan 14
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan