Suka Menggoreng Dengan Minyak Jelantah? Ini 4 Bahaya yang Mengintai Anda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Makanan yang digoreng rasanya memang lebih menggoyang lidah. Tak heran kalau kebanyakan jenis lauk yang Anda konsumsi biasanya digoreng dulu. Karena sering masak gorengan, mungkin Anda jadi jarang mengganti minyak goreng. Banyak penjual gorengan juga biasanya tidak mengganti minyak goreng yang sudah dipakai, bahkan sampai berhari-hari lamanya. Padahal minyak jelantah, atau minyak goreng yang tidak diganti untuk menggoreng sangat berisiko buat kesehatan. Apa saja bahaya minyak jelantah? Baca terus penjelasannya di bawah ini.

Apa saja bahaya minyak jelantah jika dipakai untuk menggoreng?

Nyatanya, semakin sering Anda mengonsumsi gorengan yang dimasak dengan minyak jelantah, semakin besar pula bahayanya buat tubuh Anda. Berikut sejumlah bahaya minyak jelantah bagi kesehatan.

1. Infeksi bakteri

Minyak yang sudah dipakai berkali-kali akan jadi sarang untuk perkembangbiakan berbagai jenis bakteri. Salah satunya yaitu Clostridium botulinum, bakteri penyebab penyakit botulisme. Bakteri-bakteri tersebut akan makan dari partikel dan remah-remah sisa gorengan yang ada di panci atau minyak. Maka, menggoreng dengan minyak bekas pun akan membuat Anda lebih rentan kena infeksi bakteri.

2. Meningkatkan risiko kanker

Selain bakteri, minyak jelantah juga jadi sumber radikal bebas. Radikal bebas akan ikut terserap ke dalam makanan yang digoreng dan masuk ke dalam tubuh Anda. Di dalam tubuh, radikal bebas akan menyerang sel-sel dalam tubuh dan menjadi karsinogen, yaitu penyebab kanker.

Semakin sering Anda menggoreng dengan minyak jelantah, makin banyak pula radikal bebas yang menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan mutasi gen. Sel dalam tubuh Anda pun lebih rentan berubah jadi sel kanker.

3. Meningkatkan risiko penyakit degeneratif

Menurut penelitian oleh para ahli dari University of the Basque Country di Spanyol, minyak jelantah mengandung senyawa organik aldehid. Senyawa ini diketahui bisa berubah menjadi karsinogen dalam tubuh Anda. Selain itu, aldehid juga bisa memicu penyakit degeneratif kronis. Misalnya penyakit jantung, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson.

4. Kelebihan berat badan atau obesitas

Bahaya minyak jelantah yang sering tak disadari adalah kadar kalori dan lemak trans yang akan semakin meningkat. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Food Chemistry tahun 2016, minyak zaitun yang sebelum digoreng tidak mengandung lemak trans pun akhirnya akan mengeluarkan lemak trans juga setelah dipakai menggoreng berkali-kali.

Kalori dan lemak trans yang berlebihan akan memicu kelebihan berat badan, bahkan sampai obesitas. Obesitas sendiri bisa menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti diabetes dan penyakit jantung.  

kenapa makan gorengan bikin batuk

Tips menggoreng agar lebih sehat

Tenang, bukan berarti Anda tidak boleh makan gorengan sama sekali. Anda boleh menggoreng tapi usahakan untuk selalu pakai minyak baru. Namun, jika benar-benar terpaksa, Anda boleh menggoreng sekali lagi dengan minyak yang sudah terpakai. Supaya Anda bisa menghindari berbagai bahaya minyak jelantah, simak tips-tips sehat saat menggoreng berikut ini.

1. Disaring dulu. Sebelum menggoreng lagi, saring remah-remah dan ampas hitam yang biasanya ada di dasar penggorengan. Makin banyak sisa remah dan ampas, tambah banyak pula kalori dan lemak yang ikut terlepas saat menggoreng.

2. Jangan terlalu panas. Usahakan agar minyaknya tidak lebih panas dari 190º Celsius. Anda bisa pakai termometer khusus masak untuk mengukur suhunya.

3. Matikan api kalau sudah matang. Jangan biarkan minyak dipanaskan terlalu lama karena struktur kimianya akan makin cepat berubah.

4. Simpan minyak di tempat yang dingin dan tertutup. Setelah menggoreng pertama kali, tutup penggorengan sampai minyaknya agak dingin. Lalu pindahkan ke wadah khusus yang tertutup dan simpan dalam suhu ruangan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca