Mengungkap Lyme Disease, Penyakit yang Mengubah Hidup Avril Lavigne

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/09/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Jika kembali ke tahun 2000-an, mungkin Anda terngiang-ngiang dengan lagu Avril Lavigne yang sedang tenar dan populer saat itu. Baru-baru ini, penyanyi aliran pop rock asal Kanada ini baru saja menyatakan bahwa ia akan merilis album terbarunya. Bagi penggemarnya, hal ini tentu menjadi berita yang menggembirakan, tapi bersamaan dengan berita itu, Avril Lavigne juga memberi tahu dunia bahwa saat ini ia masih berjuang melawan penyakit lyme disease.

Lyme disease yang telah diidapnya sejak 2012 lalu, membuat Avril Lavigne harus terbaring di tempat tidurnya selama berbulan-bulan. Kini, Avril Lavigne menyatakan bahwa ia menerima kondisinya saat ini dan masih berjuang untuk sembuh.

Lantas, sebenarnya, apa itu penyakit lyme? Seberapa bahaya penyakit ini? Apakah bisa disembuhkan?

Apa itu penyakit lyme yang diidap oleh Avril Lavigne?

Kutu Kaki Hitam | Sumber: Healthline

Penyakit lyme yang diderita Avril Lavigne ini memang lebih sering ditemukan di daerah Inggris, beberapa bagian di benua Eropa, serta Amerika Utara. Lyme disease adalah penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan melalui gigitan kutu.

Ada beberapa jenis bakteri lain yang bisa menyebabkan lyme disease ini, yaitu Borrelia burgdorferi, Borrelia mayonii, Borrelia afzelii dan Borrelia garinii. Bakteri-bakteri tersebut bisa ditemukan di berbagai wilayah di seluruh dunia, tapi untuk wilayah Asia sendiri, bakteri Borrelia afzelii  dan Borrelia garinii yang menjadi penyebab utama lyme disease.

Ketika seseorang digigit oleh kutu kaki hitam, bakteri yang ada di dalamnya akan langsung menyebar ke seluruh organ tubuh, dari mulai sistem saraf, otot, sendi, bahkan hingga jantung.

Umumnya, untuk bisa menularkan bakteri penyebab lyme disease, kutu harus menempel pada kulit selama 36 sampai 48 jam. Hingga saat ini belum ada bukti bahwa penyakit infeksi ini bisa menular dari manusia ke manusia.

Apa saja gejala lyme disease?

gigitan kuku lyme disease

Gejala lyme disease akan muncul sekitar 3 sampai 30 hari setelah digigit kutu kaki hitam. Gejala awal yang paling mudah dikenali adalah timbul kemerahan dan peradangan pada kulit yang lama-kelamaan menyebar.

Sebagian besar orang yang mengalami lyme disease, tidak merasakan sakit atau gatal pada area kulit yang ruam. Namun ruam kulit yang disebabkan oleh lyme disease ini memiliki bentuk yang khas, yaitu terlihat menyebar tapi memudar di bagian tengah, seperti bentuk target sasaran.

Namun, ada banyak gejala awal yang bisa Anda kenali ketika terkena infeksi bakteri penyebab penyakit lyme ini, yaitu:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Leher kaku
  • Kelelahan
  • Pembengkakan pada kelenjar getah bening

penyebab sakit kepala

Sementara, gejala lanjutan yang dapat terjadi yaitu:

  • Ruam muncul pada bagian lain tubuh dan lebih jelas terlihat
  • Rasa sakit semakin parah, meliputi sakit kepala, sakit pada leher dan sendi
  • Kehilangan kendali pada ekspresi wajah (facial palsy)
  • Bengkak pada sendi yang menyerupai arthritis
  • Radang pada hati (hepatitis)
  • Radang pada mata
  • Mual dan muntah
  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Sesak napas
  • Radang pada otak dan saraf tulang belakang
  • Masalah dengan memori jangka pendek.

Lalu, apakah penyakit ini bisa sembuh?

Antibiotik

Meski terdengar menyeramkan, lyme disease dapat disembuhkan total. Untuk mengatasi penyakit infeksi ini, dokter akan memberikan berbagai antibiotik.

Waktu pengobatan yang diperlukan yaitu sekitar 2 sampai 4 minggu. Tentu saja hal ini tergantung dengan tingkat keparahan lyme disease yang dialami. Semakin parah, semakin lama waktu pengobatan yang dibutuhkan.

Dokter juga akan memberikan obat pereda nyeri untuk mengatasi rasa sakit yang biasanya dialami oleh pengidap lyme disease, seperti ibuprofen.

Setelah hilang, gejala bisa timbul lagi selang hitungan bulan bahkan tahun. Gejala yang biasanya timbul yaitu, nyeri otot dan kelelahan. Bila gejala timbul lagi dikemudian hari, segera periksakan diri ke dokter.

Sumber Foto: Billboard

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Inspirasi Diet Sehat dari Kobe Bryant

Ingin tahu rahasia diet sehat ala mendiang Kobe Bryant, mantan pebasket legendari NBA, agar tubuh tetap sehat dan bertenaga? Simak di sini jawabannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat 28/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Hewan Penyebab Novel Coronavirus Disinyalir Adalah Ular

Virus corona baru dari China kini menjadi pusat perhatian. Penelitian mengungkapkan bahwa penyebab novel coronavirus diduga berasal dari ular. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24/01/2020 . Waktu baca 6 menit

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan SARS dan Coronavirus COVID-19

SARS dan coronavirus yang menyebabkan COVID-19 memang terlihat mirip. Pada kenyataannya, ada beberapa hal yang membuat keduanya berbeda, apa saj?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 23/01/2020 . Waktu baca 7 menit

Bagaimana Mencegah Novel Coronavirus Masuk ke Indonesia?

Menanggapi wabah Novel Coronavirus yang sudah menyebar ke beberapa negara, Kemenkes Republik Indonesia menghimbau beberapa hal untuk mencegah virus ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 22/01/2020 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perbedaan covid-19 dan lyme disease

Gejala Lyme Disease dan COVID-19 Hampir Mirip, Apa Perbedaannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . Waktu baca 4 menit
sirtfood diet

Kenali Sirtfood Diet yang Bikin Berat Badan Adele Turun

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 12/05/2020 . Waktu baca 6 menit
didi kempot meninggal

Didi Kempot Tutup Usia Diduga Kelelahan, Bagaimana Hingga Jadi Fatal?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 05/05/2020 . Waktu baca 5 menit
wni terinfeksi coronavirus singapura

Satu WNI Terinfeksi Coronavirus di Singapura, Bagaimana Penanganannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 07/02/2020 . Waktu baca 4 menit