5 Makanan Penyebab Perut Kembung

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Juli 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Perut kembung adalah salah satu masalah pada pencernaan yang bisa terjadi pada siapa saja; pada anak kecil maupun orang dewasa. Perut kembung biasanya disertai rasa mual dan ingin muntah, disebabkan oleh produksi gas yang berlebihan, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan. Ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab perut kembung, seperti makanan dan minuman yang dimakan, atau pola makan yang kurang teratur.

Perut kembung juga bisa menjadi gejala penyakit tertentu. Ketika mengalami perut kembung, yang terjadi adalah frekuensi buang angin dan sendawa yang berlebihan. Ketahui lebih lanjut tentang penyebab perut kembung.

Apa yang menjadi penyebab perut kembung?

Nyatanya jenis dan porsi makanan yang Anda makan bisa menjadi penyebab perut kembung. Seperti beberapa contoh yang telah dijelaskan di atas, berikut ini adalah pemaparan lebih lanjut hal-hal yang dapat menyebabkan perut kembung:

  • Terlalu banyak makan. Makanan yang kita makan mengandung zat-zat tertentu. Terlalu banyak makan akan mengakibatkan gas yang diproduksi lebih banyak.
  • Makanan berlemak. Memakan makanan berlemak juga bisa menjadi salah satu faktor terjadi perut kembung.
  • Makan terlalu cepat. Makan terlalu cepat dapat mengakibatkan sistem pencernaan melalui enzim tertentu kurang maksimal, alhasil lambung harus mencerna lebih keras.

Makanan dan minuman jadi penyebab perut kembung?

Jika Anda sering mengalami masalah lambung, salah satunya perut kembung, Anda harus memilih makanan dan minuman yang akan dikonsumsi karena hal itu bisa jadi penyebabnya. Ada baiknya menghindari makanan dan minuman penyebab perut kembung berikut ini:

1. Sayuran

Ada jenis sayuran yang dapat mengakibatkan perut kembung, di antaranya adalah brokoli, kubis, dan kol. Jenis sayuran tersebut mengandung raffinose, ini adalah zat gula yang harus difermentasi oleh bakteri di usus karena sulit dicerna.

Brokoli, kubis, dan kol memang memiliki banyak khasiat untuk tubuh. Namun, harus dihindari dulu jika Anda memiliki masalah pada pencernaan, atau Anda bisa menggantinya dengan sayuran hijau lainnya. Anda juga dapat mengganti cara memasaknya, misalnya dengan mengukusnya terlebih dahulu untuk melunakkan seratnya.

2. Kacang polong

Kacang polong juga dapat menyebabkan perut kembung. Hal ini disebabkan karena kacang-kacangan dapat memproduksi gas berlebih. Hampir sama seperti jenis sayuran di atas, kacang-kacangan dicerna oleh bakteri usus besar, sehingga menghasilkan gas. Kacang-kacangan juga baik untuk diet. Tidak masalah jika Anda harus mengkonsumsi kacang-kacangan, namun Anda perlu mengontrol intensitas memakannya. Jangan terlalu sering, jika Anda memang memiliki gangguan pencernaan. Menurut ahli nutrisi Joanne L. Slavin, PhD, RD, ada baiknya saat mengkonsumsi serat dibarengi dengan minum air putih secukupnya, ini karena serat dapat menyerap air.

3. Susu

Ada beberapa orang yang memang mengalami alergi terhadap susu sapi. Susu sangat baik untuk tubuh, tetapi susu juga dapat menyebabkan perut kembung. Hal ini disebabkan karena susu mengandung laktosa. Tidak semua orang akan mengalami perut kembung setelah minum susu. Biasanya yang mengalami hal tersebut adalah orang-orang yang memiliki masalah dengan laktosa atau alergi dengan laktosa, sehingga ketika terjadi proses pencernaan pada laktosa, gas yang diproduksi akan berlebih.

4. Apel

Siapa yang menyangka apel termasuk salah satu makanan yang dapat menyebabkan kembung? Ya, apel adalah salah satu buah yang menghasilkan fructose dan sorbitol, zat gula yang dapat menyebabkan gas berlebih. Buah lain selain apel adalah pir dan persik. Tapi ingat, apel tetap baik untuk dikonsumsi karena dapat menghindari penyakit jantung.

5. Makanan yang asin

Mengonsumsi makanan asin secara berlebihan juga tidak baik untuk tubuh. Salah satu jenis diet, seperti diet mayo, mengandalkan makanan tanpa garam. Usahakan untuk mengontrol jumlah garam yang dikonsumsi dan diperlukan setiap hari oleh tubuh.

Hal-hal lain yang memicu produksi gas berlebih

Perlu diketahui bahwa proses pencernaan dibantu oleh bakteri yang berada di usus. Makanan yang dicerna dapat menimbulkan gas berlebih, ini yang menjadi penyebab kondisi perut begah dan kembung. Berikut ini ada beberapa hal yang memicu produksi gas berlebih:

  • Permen karet. Mengunyah permen karet dapat membuat kita kenyang, dan memproduksi banyak air.
  • Meminum lewat sedotan dan minuman berkarbonasi atau soda.
  • Mengemut permen.
  • Stress dan cemas. Stress dan cemas dapat meningkatkan asam pada lambung. Hal ini juga dapat memicu perut kembung.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

    Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

    Jika Anda sering jatuh dan merasa keseimbangan tubuh kurang baik, maka hal ini menandakan Anda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja?

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

    Cara Hidup Sehat dengan Satu Ginjal

    Ada beberapa orang yang hanya memiliki satu ginjal karena alasan tertentu. Lalu bagaimana caranya menjaga kualitas hidup dengan satu ginjal saja?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Andisa Shabrina
    Urologi, Ginjal 15 September 2020 . Waktu baca 8 menit

    Tips Mencuri Waktu Berhubungan Seks Setelah Punya Anak

    Sering merasa tidak ada tempat dan waktu untuk bercinta setelah memiliki buah hati? Baiknya, simak tips mencuri waktu untuk berhubungan seks di sini.

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Seks & Asmara 14 September 2020 . Waktu baca 3 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    multivitamin gummy dewasa

    Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
    yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

    Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit
    perawatan paliatif apa itu

    Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit
    mata silinder (astigmatisme)

    Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit