Apakah Benar Ada Efek Pil KB Jangka Panjang?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/03/2020
Bagikan sekarang

Meskipun pil KB  banyak dipilih para wanita untuk mencegah kehamilan, tapi alat kontrasepsi ini memiliki risiko efek samping. Efek samping penggunaan pil KB yang banyak dikhawatirkan yaitu untuk jangka panjang penggunaan pil KB. Apa saja sebenarnya efek minum pil KB dalam jangka panjang yang harus diperhatikan oleh wanita?

Efek pil KB untuk jangka panjang

Mengingat pil KB adalah kontrasepsi hormonal yang dikonsumsi secara oral, Anda tentu akan mengalami perubahan kadar hormon di dalam tubuh Anda. Hal inilah yang membuat banyak orang merasakan efek samping dari penggunaan pil KB baik jangka pendek maupun panjang, meski bukan berarti ini akan dialami semua orang.

Umumnya efek samping jangka pendek tidak bertahan lama dan hilang dengan sendirinya, setelah tubuh  mulai beradaptasi. Beberapa efek samping jangka pendek yang timbul di antaranya mual setelah minum pil KB perdarahan yang terjadi di luar waktu menstruasi, sakit kepala,  nyeri pada payudara, muncul jerawat, suasana hati yang kerap berubah-ubah, dan berat badan naik setelah konsumsi pil KB.

Sementara itu, ada beberapa kondisi yang diduga menjadi efek samping jangka panjang dari penggunaan pil KB. Apa saja? Simak penjelasannya di bawah ini.

1. Gairah seksual menurun

Pada tahun 2006, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine menyimpulkan bahwa salah satu efek samping jangka panjang konsumsi pil KB dapat menurunkan gairah seksual wanita.

Secara khusus, penelitian tersebut menemukan adanya penurunan hasrat dan gairah seksual dan berkurangnya pelumasan vagina pada 124 wanita yang menggunakan pil KB jangka panjang.

Para wanita tersebut juga melaporkan adanya penurunan rasa puas ketika berhubungan seks, dan hubungan intim pun menjadi lebih sakit karena pil KB dapat menjadi penyebab vagina kering.  

2. Masalah tiroid

Salah satu efek jangka panjang dari minum pil KB adalah adanya masalah tiroid. Disfungsi tiroid bisa disebabkan oleh tingginya kadar estrogen dalam tubuh sebagai efek minum pil KB dalam jangka panjang. Kadar estrogen yang tinggi menyebabkan organ hati memproduksi produksi globulin secara berlebihan.

Globulin bekerja untuk mengikat hormon tiroid dalam darah sehingga tidak bisa masuk dalam sel. Hal ini menurunkan jumlah hormon tiroid dalam tubuh. Padahal, tiroid diperlukan guna menjalankan fungsi metabolisme tubuh serta membakar lemak dan gula. Gejala masalah tiroid antara lain tubuh kekurangan energi hingga sering lelah.

3. Risiko kanker

Meski penggunaan pil KB disebut-sebut dapat mengurangi risiko kanker endometrium, ovarium, dan kolorektal, tapi ada peningkatan risiko kanker sebagai efek pil KB jangka panjang, terutama untuk kanker payudara dan kanker serviks.

Hal ini terjadi karena hormon sintetis yang terdapat pada pil KB, yaitu progestin dan estrogen, berpotensi untuk menstimulasi pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

Wanita yang berusia 45 ke atas memiliki risiko terkena kanker payudara lebih tinggi, jika mengonsumsi pil KB jangka panjang. Diketahui bahwa beberapa jenis kanker, yaitu kanker payudara, disebabkan oleh hormon estrogen yang menumpuk.

Maka ketika Anda minum pil KB dengan kandungan estrogen sintetis (buatan) dalam jangka waktu lama, semakin tinggi juga risiko terkena  kanker payudara. Namun, risiko kanker ini bisa hilang setelah Anda berhenti mengonsumsi pil KB selama kurang lebih 10 tahun. 

4. Penggumpalan darah

Risiko jangka panjang lain yang mungkin Anda alami karena minum pil KB adalah penggumpalan darah. Hal ini diduga terjadi karena alat kontrasepsi oral yang mengandung dua hormon reproduksi ini dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah pada orang yang menggunakannya.

Masalahnya, penggumpalan darah dapat meningkatkan risiko dari berbagai penyakit serius seperti stroke dan serangan jantung. Apabila Anda memiliki kebiasaan merokok saat mengonsumsi pil KB, semakin tinggi kemungkinan Anda mengalami pembekuan darah sebagai salah satu efek samping jangka panjang penggunaannya.

5. Migrain

Sebenarnya, akan lebih tepat dikatakan jika pada penderita migrain sebaiknya hindari minum pil KB, akan memperparah kondisi migrain itu sendiri sebagai efek samping jangka panjang dari penggunaannya. Pasalnya, kombinasi antara migrain dan pil KB bukanlah suatu kombinasi yang tepat.

Meski begitu, tidak semua orang yang menderita migrain pasti akan mengalami peningkatan pada rasa sakit yang dialaminya setelah minum pil KB. Ditambah lagi, jika migrain yang Anda alami berkaitan dengan periode menstruasi, mengonsumsi pil KB sebenarnya diduga dapat mengurangi rasa sakit yang Anda alami.

6. Defisiensi nutrisi

Tahukah Anda bahwa salah satu efek samping jangka panjang yang mungkin Anda alami adalah defisiensi nutrisi? Ya, diduga saat Anda minum pil KB, kadar dan asupan vitamin C, dan beberapa jenis vitamin B, seperti B12, B6, folat, dan beberapa jenis mineral seperti magnesium, selenium, dan seng akan berkurang

Jika kadar vitamin dan mineral tersebut berkurang di dalam tubuh, Anda akan rentan terhadap perubahan suasana hati. Artinya, Anda mungkin saja mengalami perubahan suasana hati yang drastis dalam waktu singkat. Tak hanya itu, Anda juga dapat mengalami rasa lelah yang amat sangat, sakit kepala, dan berbagai kondisi kesehatan lainnya.

Jika Anda masih tetap ingin menggunakan alat kontrasepsi pil ini, Anda mungkin harus mulai memerhatikan bagaimana cara mengatasi kekurangan nutrisi ini dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral. Hal ini wajib dilakukan untuk mendukung penggunaan pil KB dan kesehatan tubuh Anda sendiri.

7. Peradangan tubuh

Salah satu efek samping jangka panjang lain dari minum pil KB yang juga mungkin Anda alami adalah peradangan. Sementara itu, peradangan di dalam tubuh dapat memengaruhi kondisi kesehatan Anda, dan jika berlangsung lama, Anda mungkin akan mengalami masalah kesehatan lainnya, termasuk beberapa jenis kanker atau arthritis.

Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan teh kunyit dan tidur yang cukup bisa membantu mengurangi peradangan tersebut. Anda juga bisa berkonsultasi pada dokter untuk mencari tahu bagaimana cara untuk menghindari terjadinya peradangan atau inflamasi saat Anda masih menggunakan pil KB untuk mencegah kehamilan.

Apakah efek pil KB jangka panjang membuat sulit hamil?

Sampai saat ini belum ada bukti yang menyatakan jika penggunaan pil KB dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah dengan kesuburan atau membuat sulit hamil. Namun, beberapa perempuan mengalami efek samping berupa gangguan kecil pada siklus menstruasinya setelah berhenti menggunakan pil KB.

Akan tetapi, biasanya hal ini disebabkan oleh masalah lain (yang sebenarnya belum diketahui secara pasti) yang sama sekali tidak berhubungan dengan pil. Sebagai contoh, kekurangan berat badan atau mengalami stres berat.

Faktanya, menggunakan pil KB bisa mencegah Anda dari penyakit seperti kanker ovarium dan kanker rahim, yang bisa menyebabkan ketidaksuburan. Para peneliti membuktikan bahwa penggunaan pil jangka panjang dapat memperbaiki gejala ofendometriosis. Ofendometriosis adalah suatu kondisi yang bisa menyebabkan perdarahan tidak normal saat menstruasi dan berujung pada ketidaksuburan.

Pil KB juga terbukti bisa mengurangi risiko terjadinya kehamilan ektopik, yaitu suatu kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel di luar rahim, biasanya di tuba fallopi. Sayangnya, kehamilan ektopik ini tidak berujung pada kelahiran yang sukses.

Beberapa dokter menyarankan agar secepatnya mencoba hamil setelah berhenti menggunakan pil KB. Namun, ada baiknya menunggu dulu hingga Anda mendapatkan menstruasi pertama (biasanya 4-6 minggu setelah berhenti menggunakan pil). Pasalnya, dengan ini Anda akan mengetahui apakah Anda berovulasi.

Bila Anda belum juga menstruasi setelah dua bulan berhenti menggunakan pil, hubungi dokter Anda untuk kemungkinan masalah lain yang perlu diketahui lebih lanjut. Namun, jika Anda langsung hamil setelah berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal, Anda tidak perlu khawatir. Ingatlah untuk selalu membicarakan hal ini pada dokter Anda sebelum berhenti menggunakan kontrasepsi hormonal.

Bagaimana cara menghindari efek pil KB jangka panjang?

Anda bisa minum pil KB selama Anda membutuhkan alat kontrasepsi atau sampai Anda mencapai masa menopause. Dengan catatan, kondisi Anda secara umum sehat tanpa kondisi medis tertentu.

Hal ini berlaku untuk penggunaan pil KB kombinasi atau pil KB dengan hormon esterogen atau progestin saja. Sebaiknya Anda menjadwalkan kontrol rutin dengan dokter untuk memantau bagaimana tubuh Anda merespon penggunaan pil KB dalam jangka panjang.

Pil KB tidak direkomendasikan untuk wanita tertentu. Sebagai contoh, jika Anda adalah seorang perokok atau jika Anda berusia lebih dari 35 tahun.

Anda juga tidak direkomendasikan menggunakan pil KB, khususnya jangka panjang, jika memiliki kondisi medis tertentu untuk menghindari terjadinya efek samping. Sebagai contoh, kondisi medis seperti gangguan pembekuan darah atau memiliki tekanan darah tinggi yang tidak terkendali.

Sebaiknya konsultasi ke dokter untuk menghindari efek pil KB, baik jangka pendek atau jangka panjang. Anda dapat memperoleh informasi mengenai alat kontrasepsi yang tepat untuk kondisi Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Bakwan―gorengan khas Indonesia ini memang enak dan gurih. Walaupun digoreng, Anda bisa membuat bakwan lebih sehat. Simak resep membuat bakwan sehat berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial untuk meredakan stres

Khasiat Minyak Esensial untuk Meredakan Stres

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 05/06/2020
makan di luar rumah saat pandemi

Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
sakit tangan main hp

Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020