Kapan Bisa Hamil Setelah Berhenti KB?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 02/06/2020 . 9 menit baca
Bagikan sekarang

Setelah beberapa waktu menggunakan alat kontrasepsi atau KB, kini Anda dan pasangan Anda ingin melakukan program hamil kembali. Tentu Anda penasaran, kapan bisa hamil setelah berhenti KB.

Untuk mengetahui peluang Anda hamil setelah berhenti KB, maka Anda harus tahu apa saja jenis alat kontrasepsi yang bisa digunakan untuk mencegah kehamilan.  Ada beragam alat kontrasepsi, termasuk pil KB, IUD atau KB spiral,  atau KB suntik. Simak penjelasannya berikut ini.

Jenis KB dan peluang hamil setelah berhenti menggunakannya

Masing-masing jenis KB yang ada, memiliki dampak yang berbeda terhadap kesuburan, berikut penjelasannya.

1. Pil KB

Salah satu jenis alat kontrasepsi yang bisa Anda gunakan adalah pil KB. Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin (progesteron buatan) yang bekerja mencegah pembuahan antara sel telur dan sperma. Faktanya, kontrasepsi  oral ini tidak memengaruhi kesuburan wanita. Bahkan, meski Anda telah mengonsumsinya dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, dalam beberapa kasus tertentu, pil KB justru dapat memperkuat kesuburan, terutama pada wanita yang tadinya punya siklus haid tidak teratur hingga siklus berubah menjadi normal setelah menggunakan pil KB.

Peluang hamil setelah berhenti menggunakan pil KB

Anda sebenarnya bisa langsung hamil lagi setelah berhenti minum pil KB dosis reguler atau yang dosis rendah.

Namun, dilansir dari Mother and Baby, dr. Helen Strokes-Lampard dari Royal College of General Practitioners mengatakan, jika Anda memang berencana untuk hamil setelah berhenti KB, sebaiknya tunggu dulu sampai siklus menstruasi Anda kembali normal. Hal ini dilakukan dengan tujuan mengetahui kapan masa ovulasi Anda.

Anda akan kembali menstruasi seperti sedia kala setelah beberapa hari sampai sekitar dua minggu berhenti minum pil KB.

Meski demikian, sebagian wanita mungkin perlu satu hingga tiga bulan untuk mulai menstruasi lagi. Kedua hal tersebut masih tergolong normal. Baru setelah itu, Anda bisa mencoba hamil kembali karena tingkat kesuburan Anda telah kembali normal saat berhenti menggunakan pil KB.

Beberapa wanita yang ingin kembali hamil juga mungkin mengalami bercak perdarahan selama beberapa hari setelah berhenti menggunakan alat kontrasepsi jenis ini. Sebenarnya, hal ini juga hal yang normal, meski bukan pertanda Anda sudah kembali haid. Perdarahan ini lebih disebabkan karena efek hormon yang telah meninggalkan siklus Anda yang sebelumnya.

Kebanyakan wanita bisa hamil di tiga bulan pertama setelah berhenti minum pil KB. Kehamilan mungkin terjadi jika Anda siklus haid Anda telah kembali berjalan seperti biasa.

Sementara itu, sebagian wanita dapat kembali hamil setelah berhenti menggunakan pil KB dalam rentang waktu 12 bulan. Meski demikian, kemungkinan potensi hamil  setelah tidak lagi menggunakan KB ini kemungkinan berbeda-beda pada tiap wanita, karena kondisi tubuh yang berbeda.

Pada intinya, tidak ada tolak ukur pasti untuk mengukur seberapa cepat kehamilan Anda setelah berhenti minum pil KB. Peluang hamil Anda tersebut ditentukan oleh keadaan tubuh Anda dan bagaimana siklus menstruasi Anda sebelum mengonsumsi pil KB.

Peluang hamil setelah berhenti minum pil KB

Setelah Anda tidak lagi mengonsumsi pil KB, Anda mungkin bisa langsung hamil setelah melakukan hubungan seksual di waktu yang tepat. Akan tetapi, akan lebih baik jika Anda lebih dulu mengetahui kapan tepatnya masa ovulasi alias masa subur Anda sebelum memutuskan berhubungan seks.

Ingat, pelepasan sel telur umumnya hanya terjadi satu kali dalam sebulan dan masa subur Anda hanya terjadi selama beberapa hari. Masa subur adalah waktu terbaik untuk berhubungan seksual agar Anda cepat hamil. Oleh karenanya, jika Anda ingin kembali hamil setelah berhenti minum pil KB, sebaiknya Anda tidak melewatkan kesempatan ini.

Setelah berhenti menggunakan pil KB, Anda bisa mulai berhubungan seksual di 12-14 hari sebelum hari haid pertama Anda. Namun, peluang Anda untuk cepat hamil setelah berhenti minum pil KB akan lebih tinggi jika Anda berhubungan seks di sekitar 3 hari sebelum sel telur Anda dilepaskan. Ini adalah masa paling subur Anda.

Pasalnya, sperma dapat bertahan hidup 3-6 hari dalam tubuh wanita, sedangkan telur hanya mampu bertahan hidup sehari.

Oleh karena itu, berhubungan intim dengan pasangan sebelum waktu ovulasi Anda akan meningkatkan peluang bertemunya sperma dan sel telur dalam rahim Anda. Untuk dapat mempercepat kemungkinan hamil setelah berhenti menggunakan pil KB, Anda bisa meningkatkan frekuensi melakukan hubungan intim dengan pasangan, di tengah masa ovulasi Anda.

Selain itu, mengurangi konsumsi rokok dan minuman beralkohol, serta rutin mengonsumsi vitamin atau suplemen asam folat, dapat membantu Anda mencapai kehamilan.

2. KB IUD

Pernahkah Anda mendengar KB IUD? Ya, alat kontrasepsi intrauterine device yang terbuat dari bahan plastik dan berbentuk seperti huruf T ini diletakkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan.

KB IUD yang juga dikenal sebagai KB spiral ini mencegah kehamilan dengan tidak memberikan kesempatan untuk sperma membuahi sel telur. Bahkan, keberadaan KB spiral membuat telur yang sudah dibuahi menetap di dalam rahim. Jika KB IUD ini juga dibalut dengan progestin, KB ini juga mengentalkan lendir serviks dan menghentikan proses ovulasi pada wanita.

Peluang hamil setelah berhenti KB IUD

Mengingat bentuk dan cara pakainya yang berbeda dengan pil KB, Anda mungkin bertanya-tanya, seberapa besar peluang kehamilan setelah menggunakan KB spiral yang satu ini. Sebelumnya, Anda perlu tahu bahwa masa penggunaan KB IUD hanyalah selama 12 tahun. Oleh karenanya, Anda harus melepas KB IUDi jika sudah melebihi batas waktunya.

Jika Anda ingin segera hamil menggunakan alat KB yang satu ini, maka Anda tidak perlu menunggu terlalu lama. Setelah tidak lagi menggunakan KB ini, Anda bisa langsung hamil jika berhubungan seksual dengan pasangan di waktu yang tepat. Artinya, Anda tidak perlu menunggu jika menginginkan kehamilan setelah berhenti KB.

Penggunaan KB spiral juga tidak memengaruhi kesuburan Anda. Hal ini dinyatakan dalam sebuah penelitian yang dimuat di dalam The European Journal of Contraception & Reproductive Health Care. Pada penelitian tersebut dikatakan bahwa dalam jangka waktu 12 bulan, tingkat kehamilan wanita yang tidak menggunakan KB IUD dengan wanita yang berhenti menggunakan KB IUD, relatif sama.

Hal ini menunjukkan bahwa setelah berhenti menggunakan KB spiral ini, Anda tidak perlu merasa khawatir jika kemudian menginginkan kehamilan. Pasalnya, Anda tidak perlu menunggu lama untuk hamil setelah tidak lagi menggunakan KB yang satu ini. Hal yang penting diperhatikan, Anda harus bisa menemukan waktu yang pas untuk berhubungan intim dengan pasangan demi bisa hamil kembali.

3. KB suntik

Anda juga bisa mendapatkan injeksi sebagai alat kontrasepsi Anda. Biasanya, alat kontrasepsi yang digunakan untuk mencegah kehamilan ini lebih efektif dibandingkan yang lain. Sebelum Anda mencari tahu kapan bisa hamil lagi setelah berhenti menggunakan KB suntik, Anda harus mengetahui mengenai KB suntik terlebih dahulu.

Sebelum menggunakan KB suntik, biasanya Anda harus melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Pasalnya, KB suntik umumnya tergolong ke dalam alat kontrasepsi hormonal.

Untuk penggunaan KB yang satu ini, Anda setidaknya harus menerima suntik KB ini pada lima hari pertama siklus menstruasi Anda. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa Anda tidak akan hamil. Jika Anda menerima suntik KB di hari lain pada siklus menstruasi Anda, Anda tetap harus melakukan tes kehamilan untuk memastikan Anda tidak sedang hamil.

Peluang hamil setelah berhenti KB suntik

Satu kali KB suntik yang Anda lakukan akan melindungi Anda selama 12 minggu lamanya. Jadi, jika Anda ingin menggunakannya dalam jangka panjang, Anda harus rutin melakukan suntik ini selama 12 minggu sekali. Akan tetapi, Anda tidak bisa langsung mencoba hamil, meskipun telah berhenti menggunakannya.

Bahkan, jika Anda pernah satu kali suntik lalu berhenti dan tidak pernah melakukan suntik KB lagi,  Anda tetap harus menunggu kurang lebih satu tahun untuk mencoba hamil.

Pasalnya, meski sudah berhenti menggunakan KB suntik, hormon yang disuntikkan ke dalam tubuh Anda bertahan lebih lama di dalam tubuh.

Tidak hanya itu, setelah berhenti menggunakan KB suntik ini, Anda mungkin harus menunggu kurang lebih hingga 10 bulan untuk kembali mengalami masa ovulasi. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk berhenti menggunakan KB suntik ini, setelah penggunaan selama dua tahun.

Konsultasi dengan dokter untuk hamil setelah berhenti KB

Menggunakan KB tidak akan menghalangi peluang untuk hamil setelah berhenti menggunakannya. Artinya, penggunaan KB tidak memiliki pengaruh yang cukup berarti terhadap kesuburan wanita, sehingga Anda bisa kembali mencoba untuk hamil kembali setelah tidak lagi menggunakan KB.

Meski begitu, tidak semua penggunaan jenis KB dapat langsung membuat Anda bisa segera hamil setelah berhenti menggunakannya. Maka dari itu, akan lebih baik jika Anda berkonsultasi kepada dokter mengenai jenis KB mana yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda dan pasangan.

Hal ini mungkin akan membantu Anda memilih jenis KB berdasarkan kebutuhan Anda, sehingga tidak salah menggunakannya. Jenis KB atau kontrasepsi hormonal, seperti suntik KB, sebaiknya tidak dipilih jika Anda memiliki rencana untuk segera hamil setelah menghentikan pemakaiannya. Anda dapat memilih jenis KB non-hormonal, seperti pil KB atau KB IUD.

Apapun jenis alat KB yang Anda pilih, sebaiknya dilakukan dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Paparkan pada dokter mengenai kondisi kesehatan ataupun rencana Anda dan pasangan untuk hamil setelah berhenti KB.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Bertambahnya Usia Dapat Memengaruhi Kesuburan Wanita

Mungkin banyak dari Anda yang belum mengetahui bahwa usia bisa memengaruhi kesuburan wanita. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesuburan, Kehamilan 23/12/2019 . 3 menit baca

Mengenal Beragam Tes Kesuburan dan Pemeriksaan Organ Reproduksi Pada Wanita

Tes kesuburan dan pemeriksaan organ reproduksi wanita disarankan jika kehamilan tidak kunjung terjadi. Apa saja tes tersebut?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kesuburan, Kehamilan 04/11/2019 . 4 menit baca

Benarkah Buah Zuriat Bisa Bikin Cepat Hamil?

Buah zuriat banyak dicari karena mitosnya bisa bikin pasangan cepat hamil. Apa benar buah asal Mesir ini ampuh menyuburkan kandungan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesuburan, Kehamilan 23/04/2019 . 5 menit baca

Ingin Segera Hamil? Coba Berhubungan Seks Saat Liburan

Sudah coba berbagai cara tapi belum hamil juga? Yuk, kemas koper dan cari tiket untuk liburan! Seks saat liburan rupanya bisa tingkatkan peluang hamil, lho.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesuburan, Kehamilan 17/04/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

hamil kb pandemi covid-19

Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020 . 5 menit baca
puasa pengaruhi kesuburan

Apakah Puasa Memengaruhi Kesuburan untuk Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29/04/2020 . 3 menit baca
phthalate mempengaruhi kesuburan

Phthalate, Kandungan Utama Plastik yang Katanya Bisa Pengaruhi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 21/02/2020 . 3 menit baca
makanan berlemak meningkatkan kesuburan

Makan Makanan Berlemak Ternyata Ada Pengaruhnya Bagi Kesuburan

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 19/01/2020 . 4 menit baca